
Ajeng masih memperhatikan gadis itu dengan serius.
"Siapa nama mu??" tanya Ajeng yang ingin tahu gadis itu.
"Oh..Kenalkan nama saya Sekar nyonya.."jawab gadis itu bernama Sekar.
"Oh..nama yang bagus..Terima kasih sudah menolong saya." ucap Ajeng pada Sekar.
"Sama-sama nyonya..saya senang bisa menolong siapa pun." jawab Sekar tersenyum ramah.
"Begitu..saya berhutang budi padamu..dan apakah kau masih sekolah??"ujar Ajeng dan bertanya.
"Tidak nyonya..Saya sudah putus sekolah,dan saat ini saya sedang mencari pekerjaan..Karna sebenarnya saya datang dari kampung." jawab Sekar apa adanya.
"Oh.. lalu apa kau sudah mendapatkan pekerjaan??" tanya Ajeng ingin tahu lagi.
Sekar hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
...****************...
Malamnya,Damian langsung menuju rumah sakit.Bukan untuk melihat keadaan Widia,tapi justru untuk melihat keadaan ibunya.
Ia baru dikabari jika sang ibu tiba-tiba dirawat karna insidennya jatuh pingsan.
__ADS_1
"Ibu.." sahut Damian dengan cepat menghampiri Ajeng ibunya.
"Ah.. Kau baru datang nak." ujar Ajeng menyapa Damian.
"Apa yang sudah terjadi pada ibu??kenapa ibu bisa disini??"tanya Damian mencemaskan keadaan Ajeng.
"Jantung ibu tiba-tiba sakit dan membuat ibu langsung tidak sadarkan diri..Tapi untungnya ada Sekar yang menolong ibu..jika tidak mungkin sesuatu yang buruk akan terjadi pada ibu." ujar Ajeng menjelaskannya pada Damian dan sesaat melirik kearah Sekar yang masih setia menemani Ajeng seharian.
"Syukurlah jika tidak terjadi sesuatu buruk pada ibu..aku tidak tahu kalau ibu bisa pingsan.." ujar Damian.
"Berterima kasih lah pada Sekar nak,dia sudah berjasa pada ibu." ucap Ajeng sambil tersenyum kearah Sekar.
Sekar pun hanya tertunduk malu.
"Terima kasih sudah menolong ibuku " ujar Damian pada Sekar.
"Sama-sama tuan..Sudah kewajiban kita menolong pada orang yang membutuhkan." jawab Sekar sambil tersenyum.
Membuat semakin Damian memperhatikan sosok Sekar dengan heran.
"Ibu mau istirahat dulu,besok ibu baru diperbolehkan pulang..Kalian mengobrol lah dulu.." ujar Ajeng sembari merebahkan tubuhnya di ranjang.Damian pun langsung membantu Ajeng untuk beristirahat.
Damian dan Sekar pun meninggalkan Ajeng beristirahat.
__ADS_1
Setelah keluar dari kamar tersebut,Damian kembali memperhatikan sosok Sekar.
"Maaf,tadi siapa nama mu??" tanya Damian ingin tahu lagi.
"Oh..Nama saya Sekar tuan." jawab Sekar menunduk.
"Sekar??..Maaf,apakah kita pernah bertemu sebelumnya??kenapa aku merasa seperti nya pernah melihat dr mu??" tanya Damian ingin memastikan.Sebab ia seperti pernah melihat wajah Sekar.
"Tidak tuan.. saya baru saja datang dari kampung..jadi kita belum pernah bertemu sekali pun." jawab Sekar sambil menggelengkan kepalanya.
"Datang dari kampung??jadi ini untuk pertama kalinya kau datang kesini??"tanya Damian lagi.
"Benar tuan." jawab Sekar mengangguk.
"Oh..ya sudah,kalau begitu sekali lagi terima kasih karna kau sudah menolong ibuku..Sekarang kau boleh pulang,sudah ada aku yang akan menjaga ibuku." ujar Damian menyuruh Sekar pulang.
"Ah..Iya,semoga ibu tuan cepat sembuh..kalau diperbolehkan,bolehkah besok saya datang lagi kesini untuk melihat keadaan nyonya,tuan??" tanya Sekar.
"Kau ingin menjenguk ibuku lagi??"
"Iya tuan,jika tuan tidak keberatan." jawab Sekar.
"Yah..silakan saja,aku tidak melarangmu.." jawab Damian memperbolehkan Sekar.
__ADS_1
Sekar pun langsung tersenyum dan berpamitan pulang.Saat Sekar sudah meninggalkan Damian,ia pun masih terus memperhatikan sosok Sekar.Sebab ia masih terus merasa pernah melihat Sekar.Hanya saja dia lupa dan tidak tahu dimana ia pernah melihatnya.