
Malamnya..
Damian pun pulang dan disambut langsung oleh Sekar.
"Selamat malam mas Damian." sapa Sekar dengan nada lembut.
Membuat Damian seketika heran dengan sikap Sekar yang tiba-tiba berani menyapanya.Bahkan ia memperhatikan penampilan Sekar yang terlihat berbeda.Memakai piyama putih polos yang berbentuk seperti daster.Memperlihatkan sedikit lekuk tubuh Sekar yang selama ini tertutupi dengan daster batik besar yang selalu ia pakai.Dan juga memperlihatkan rambut Sekar yang terurai panjang kebawah,semakin menambah daya tarik Sekar yang terlihat berbeda.
Tapi hal itu justru tidak membuat Damian merasa tidak tertarik.Hanya memandangi Sekar dengan tatapan heran dan aneh.
"Apa yang kau lakukan?apa kau sedang mencoba mencari perhatian dengan ku?"tanya Damian dengan nada dingin.
__ADS_1
Sekar hanya menunduk takut.
"Tidak ,aku cuma berusaha menyambut mu dengan cara yang layak." jawab Sekar dengan layak.
"Dengan layak??dengan merubah cara kau merubah bahasa mu,memanggil nama ku dan penampilan mu itu??" tanya Damian mempertegas.
Sekar sesaat memilih diam.
"Dengar,katakan pada ibu apa pun yang dilakukan padamu hanya karna untuk mencari perhatian ku..itu semua tidak akan berhasil. Karna sampai kapan pun kau tidak akan layak menggantikan posisi istri ku..hanya dia wanita yang layak untuk diriku bukan dirimu..kau mengerti??" ucap Damian dengan kata-kata pedas nya dan berjalan melalui Sekar.Seolah ingin mengabaikan Sekar begitu saja.
Damian pun langsung menoleh kearahnya.
__ADS_1
"kenapa harus selalu wanita yang disalahkan jika dinikahi tapi menjadi istri kedua??padahal sudah jelas ini bukan kesalahan ku dan bukan kemauanku."
"Jadi maksudmu kau ingin menyalahkan ku begitu??"
"Bukan,tapi aku cuma minta kamu mengerti posisi ku..Aku juga tidak bisa menolak permintaan ibu mu..tapi dia yang sangat ingin aku menjadi menantunya..sejujurnya aku juga berat harus menerima pernikahan ini,terlebih mengetahui jika kamu sudah memiliki istri yang bahkan masih berstatus sah suami istri..bagaimana aku bisa menolak permintaan ibu mu..??Hiks." ucap Sekar mulai meneteskan air matanya karna merasa dirinya selalu disalahkan.
Damian kini memilih diam dan membiarkan Sekar mengungkapkan isi hatinya.
"Aku memang tidak layak untuk mu,karna aku cuma gadis miskin dari kampung..Tapi bukan berarti aku tidak punya harga diri yang harus direndahkan..Apa kamu pikir menjadi diri ku mudah??aku hanya akan dipandang rendah oleh mu bahkan orang lain..Hiks.."
"Tolong,jangan seperti ini..Walaupun kamu menikahi ku hanya sebatas siri tapi menikah itu tetap lah sakral dan ibadah..dan aku hanya berusaha menjadi istri yang baik untukmu..Aku tahu bagaimana keadaan istri mu saat ini,jadi biarkan aku yang akan menjalani kewajiban ku sebagai istri kedua selama istri mu tidak ada.." ucap Sekar yang mengungkapkan seluruh isi hatinya pada Damian.
__ADS_1
"Lakukan saja apa yang ingin kau buat,karna itu tetap saja tidak akan berpengaruh untuk ku..Cinta ku tidak dibagi oleh siapa pun,termasuk diri mu..Kalau kau merasa tidak rela,silakan pergi dari kehidupan kami." ucal Damian memberi peringatan pada Sekar dengan tegas.
Damian pun akhirnya meninggalkan Sekar begitu.Hal itu seketika membuat Sekar menatap tajam kearah Damian dan mengusap air mata nya dengan kasar.