
Sesaat Damian pun memperhatikan Widia yang terbaring koma.
Ia pun duduk disisi Widia sambil kembali menggenggam tangan Widia.
"Maafkan aku sayang,seharusnya ini tidak terjadi padamu." ucap Damian sambil mencium punggung tangan Widia.
...****************...
Beberapa hari kemudian..
Ajeng seperti biasa pergi menghabiskan waktunya di salon.Sekedar untuk memanjakan dirinya.Biasanya ia selalu ditemani oleh Clara anaknya.Tapi kali ini ia hanya pergi seorang diri.
Seharian menghabiskan waktunya di salon,Ajeng pun keluar dari salon dan berjalan kearah mobilnya yang terparkir.
Baru akan membuka mobilnya,tiba-tiba saja ia merasakan kepalanya yang sangat pusing dan jantungnya yang sedikit sakit.
Tak kuat merasakan rasa sakitnya,akhirnya Ajeng pun jatuh tidak sadarkan diri.
...****************...
Nurmala datang ke rumah sakit untuk melihat keadaan Widia anaknya.Saat memasuki kamar perawatan,ia melihat Damian yang tertidur di samping ranjang Widia.Nurmala yang melihatnya hanya menarik nafas panjang.
__ADS_1
"Damian." panggil Nurmala pada Damian menantunya.
Damian pun langsung tersadar dan menoleh.
"Ah..Ibu,maaf aku tertidur sebentar." jawab Damian menjelaskan.
"Sepertinya kau sudah sangat lelah..pulang lah dulu,biar ibu yang akan gantian menjaga Widia." ujar Nurmala.
"Tidak apa-apa bu..aku tidak lelah,aku ingin disini menemani Widia..Aku berharap dia terbangun saat aku berada disampingnya ."jawab Damian.
"Ibu mengerti perasaanmu,tapi jangan korbankan dirimu..Kau perlu istirahat..dan juga jangan mengorbankan pekerjaanmu..Biar bagaimana pun pekerjaanmu juga menjadi tanggung jawab mu..pulang lah untuk beristirahat,besok kau bisa kembali lagi kesini."kata Nurmala menyuruh Damian untuk pulang.
"Iya nak,kau tenang saja..Ibu pasti akan mengabari mu."
"Aku pamit bu." ucap Damian langsung meninggalkan Nurmala bersama Widia.
"Hati-hati nak..salam untuk ibumu." jawab Nurmala.
...****************...
Beberapa saat Ajeng perlahan membuka mata dan terbangun.Sesaat ia memperhatikan suasana tempat yang asing baginya.Dengan pandangan yang masih sedikit lemah,Ajeng mencoba membangunkan tubuhnya.
__ADS_1
"Maaf nyonya,lebih baik nyonya jangan bangun dulu..kata dokter kondisi nyonya belum stabil." sahut suara seorang gadis yang juga asing baginya.
Sesaat Ajeng menoleh kearah asal suara gadis tersebut.
"Kau siapa?" tanya Ajeng dengan nada pelan.
"Saya bukan siapa-siapa nyonya..Saya cuma orang yang menolong nyonya saat jatuh pingsan tadi." jawab gadis itu sambil tersenyum ramah.
"Pingsan??" tanya Ajeng yang tidak ingat apa yang terjadi padanya.
"Ya..gadis ini yang sudah membawa nyonya kesini,melihat kondisi nyonya yang tidak sadarkan diri..Nyonya memiliki jantung yang sudah lemah,sebaiknya nyonya harus lebih banyak beristirahat ..jangan melakukan aktifitas yang memacu jantung tiba-tiba akan sakit."sahut seorang dokter wanita yang menjelaskannya pada Ajeng.
"Begitu." ujar Ajeng singkat.
"Untungnya gadis ini dengan cepat membawa nyonya kemari,jika tidak sesuatu yang buruk bisa terjadi pada nyonya..Nyonya sangat beruntung sudah ditolong gadis ini." kata sang dokter lagi yang memuji kebaikan gadis itu.
Sesaat Ajeng pun memperhatikan sosok gadis yang ada didepan matanya.
"Obatnya nanti jangan lupa diminum ya nyonya,dan jangan lupa beritahu keluarga nyonya untuk datang melihat nyonya..Saya tinggal dulu." kata dokter langsung meninggalkan Ajeng dan gadis itu.
"Terima kasih dokter." sahut gadis itu saat sang dokter akan meninggalkan mereka.
__ADS_1