
Beberapa hari kemudian..
"Ibu,dimana Clara??aku tidak melihatnya daru kemarin??" tanya Damian.
"Dia pergi bersama teman-temannya naik gunung..mungkin besok baru pulang." jawab Ajeng.
"Pergi naik gunung??sejak kapan dia suka naik gunung??bukannya dia takut masuk hutan??" tanya Damian heran.
"Tugas dari kampusnya..Mereka pergi beramai-ramai,jadi mau tidak mau Clara harus ikut." ujar Ajeng menjelaskannya.
"Oh begitu.." kata Damian yang akan berjalan ke kamarnya karna baru saja pulang kerja.
"Tunggu Damian,ini teh untuk mu.. diminum dulu." ujar Ajeng sembari memberikan teh hangat pada Damian.
Sesaat Damian mengernyitkan alisnya keatas dengan bingung.
"Sejak kapan ibu membuatkan ku teh?" tanya Damian heran.
Ajeng hanya tersenyum.
setelah memberikan teh tersebut dan Damian langsung meminumnya.Damian langsung ke kamar nya.
Sedangkan Ajeng menuju dapur untuk menemui Sekar yang sedang mencuci piring.
__ADS_1
"Sekar..kenapa jam segini kau masih sibuk di dapur??kenapa tidak pergi istirahat??" tanya Ajeng.
Sekar pun langsung menoleh kearah Ajeng.
"Iya tanggung nyonya,setelah menyelesaikan ini saya akan langsung istirahat." jawab Sekar tersenyum.
"Kau ini benar-benar sangat rajin ya.." puji Ajeng lagi.
"Sudah menjadi tugas saya nyonyam" jawab Sekar.
"Saya buatkan teh untuk mu kalau sudah selesai langsung di minum ya..Itu teh bagus untuk menghilangkan rasa lelah." ujar Ajeng kembali memberikan teh yang sama dengan Damian.
"Baik nyonya..terima kasih nyonya." jawab Sekar mengangguk.
Ajeng pun tersenyum dan meninggalkan Sekar sendirian.
Dan dari kejauhan Ajeng mengawasi Sekar sambil tersenyum.
...****************...
Besoknya..
Sekar terbangun dengan keadaan yang belum begitu sadar dan beberapa saat ia merasakan deruh nafas dan bau harum seseorang yang begitu khas.
__ADS_1
Sekar pun langsung membuka matanya dengan lebar dan berteriak.
"Argghh..!!" teriak Sekar histeris.
Membuat seseorang itu tidak lain adalah Damian.Damian yang masih dalam keadaan mengantuk langsung tersadar kala melihat Sekar berada disampingnya dan melihat situasi kamar yang ternyata bukan kamarnya.
"Apa yang kau lakukan ??kenapa aku bisa disini??" tanya Damian dengan nada membentak dan langsung beranjak bangkit dari kasur Sekar.
Sekar pun kembali terkejut dengan bentakan Damian dan hanya menunduk ketakutan.
"Ma..Maaf tuan,saya juga tidak tahu bagaimana kita bisa..-". ucap Sekar yang belum melanjutkan kalimatnya,tiba-tiba pintu terbuka.
Dan terlihat Ajeng beridir tepat didepan pintu.
"Ada apa Sekar??kenapa kau berteriak??" tanya Ajeng yang langsung terkejut saat melihat Damian berada dikamar dengan Sekar.
"Da..Damian..?? apa yang sedang kau lakukan disini??kenapa kau bisa dikamar Sekar??" tanya Ajeng dengan nada seolah begitu syok melihat Damian.
"Bu..ini bukan seperti yang kau pikirkan,aku juga tidak tahu kenapa aku bisa disini." jawab Damian menjelaskan.
"Tu..Tuan benar nyonya,maaf saya juga tidak tahu tuan bisa berada dikamar saya..Saya mohon,nyonya jangan salah paham..kami benar-benar tidak tahu nyonya.." jawab Sekar mencoba ikut menjelaskan pada Ajeng.
"Sekar,saya tidak bertanya padamu..tapi pada Damian..Damian,kau sungguh keterlaluan..!! bisa-bisanya kau melakukan ini pada Sekar..ibu kecewa padamu." protes Ajeng langsung meninggalkan Damian.
__ADS_1
Damian pun panik dan dengan cepat mengikuti Ajeng dari belakang.
"Bu,jangan salah paham..yang dia katakan juga benar,kami memang tidak tahu kenapa kami bisa berada satu kamar..ini pasti suatu kesalahan." ujar Damian kembali menjelaskan pada Ajeng.