
Riza konsentari menyetir, Reno disampingnya mulai bertanya, Reno mengalihkan pandangannya ke arah Riza
"Za, btw tumben kamu ngajak makan siang aku ke luar, biasanya kamu makan di kantor, paling-paling minta dibeliin sama pak Asum" ucap Reno sambil kembali membenahi posisi duduknya
Riza melirik Reno, sambil tersenyum
"emang kenapa Ren, memangnya aku gak boleh makan di luar? Harusnya kamu merasa beruntung di ajak makan sama orang keren seperti aku bha..ha..ha.." Riza membalasnya dengan sedikit bercanda, dan Riza tetap berusaha untuk konsentrasi menyetir
Riza memang jarang makan siang diluar kantor, Riza terbiasa makan di kantin yang disediakan kantor atau kalau mau menu yang berbeda Dia bisa memesannya lewat online atau minta tolong pada pak Asum untuk membelikannya.
Jelas saja Reno merasa heran dengan tingkah temannya kali ini, yang tiba-tiba ngajak makan di luar, wajar kalau Reno mempertanyakan hal itu. Reno pun berdehem
"Ehm..Keren..ya ya ya kamu memang keren Za, apalagi kalau sering-sering ngajak aku untuk makan gratis ha..ha..ha.." ucap Reno merasa lucu.
πππ
Sesampainya di depan Restoran Purnama, Riza mengedarkan pandangannya ke semua arah untuk mencari Lili. Dari kejauhan nampak seorang wanita yang duduk disudut ruangan. Dindingnya dihiasi dengan lampu-lampu yang berwarna warni yang dililitkan ke tangkai daun-daun yang merambah disertai mawar pink, yang memberikan kesan romantis.
Saat Riza menemukan sosok yang dicarinya, Riza sendiri tidak tahu kenapa jantungnya berdegup dengan kencang bagaikan orang yang sudah berlari maraton. Wajahnya sedikit pucat dan dirasanya keringat dingin menjalar disekujur tubuhnya.
Riza memang tidak terbiasa bertemu dengan wanita yang baru dikenalnya terlebih wanita itu baru beberapa hari dia kenal seperti Lili. Mungkin Riza memang bisa berinteraksi dengan wanita tapi tidak hanya berdua, makanya Riza meminta Reno untuk menemaninya.
Riza juga khawatir jika Riza hanya makan berdua dengan Lili, akan menimbulkan fitnah bagi keduanya, bisa-bisa jadi bahan gosif bagi rekan-rekan kantornya dikemudian hari.
Riza berhenti sejenak, berusaha menutupi kekakuan di dalam dirinya, berusaha menenangkan dirinya, berulang kali Riza mengatur nafasnya, Riza berusaha menutupi apa yang dirasakannya dari teman yang disampingnya. Namun Reno pun mencium gelagat Riza yang diaggap tidak biasa, akhirnya Reno memberanikan diri untuk bertanya
"Ehm..ehm..pak Riza yang ngakunya keren, apakah anda baik-baik saja?, Kenapa anda terlihat begitu galau, apakah anda gugup karena akan makan siang dengan orang ganteng sepertiku?" Ucap Reno dengan nada formal mencoba menyadarkan Riza yang sedang terdiam.
"Apaan sich kamu Ren, ngomongnya formal amat, amat saja gak seformal itu he..he.." jawab Riza berusaha untuk menutupi rasa groginya.
Reno melirik ke arah Riza
"Lagian kamu Za, ko kamu grogi kaya gitu sich, orang kita cuma mau makan siang, kenapa kamu sampai sepucat itu, apa kamu sedang sakit?" Ungkap Reno mencoba mencari tahu.
"Siapa yang grogi, aku hanya..hmm..sedikit kikuk saja Ren, soalnya kita bukan cuma makan berdua, tapi ada wanita yang akan menemani kita" ungkap Riza berusaha menjelaskan
Reno sedikit terkejut
__ADS_1
"Haah..sama wanita, siapa?" Tanya Reno penasaran
"Ah, sudahlah ikuti saja aku, nanti aku kenalkan, dia orang baru dikantor kita" ungkap Riza sambil melanjutkan perjalanannya menuju meja yang sudah dipesan Lili.
Setelah Riza merasa rilex, Riza kembali berjalan untuk menemui Lili yang sudah menunggu, Lili belum tahu kalau Riza sudah ada di dalam Restoran, Lili hanya duduk menunggu sambil memainkan hpnya. Sementara Reno, Dia berjalan mengekor mengikuti kemana Riza berjalan.
Tidak lama kemudian Riza sudah sampai di meja yang dituju. Riza mengatur nafasnya terlebih dahulu sebelum menyapa Lili yang masih belum menyadari kehadiran Riza. Reno hanya diam tidak mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh teman disampingnya, yang sedang berdiri namun hanya diam mematung tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
Reno menyikut temannya dan membisikan sesuatu.
"Za, pantesan dari tadi aku lihat kamu grogi, ternyata teman kamu yang mau makan sama kita itu seorang wanita, ayo Za katanya kamu mau ngenalin aku he..he..he.." Bisik Reno sambil tertawa kecil
Riza mencubit perut Reno pelan
"Siapa yang grogi, aku hanya sedikit kelelahan habis nyetir" bisik Riza mencoba menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya tidak bisa disembunyikan karena wajahnya sudah pucat. Riza hanya bicara sekenanya saja supaya Reno tidak menjatuhkan harga dirinya sebagai seorang lelaki.
Riza mencoba menenangkan diri, dia mengatur nafasnya perlahan dan ehm..ehm..Riza berdehem
"Assalamu'alaikum" sapa Riza pada Lili yang masih menunduk memainkan hp nya
Lili terkejut, Lili langsung bangun dari duduknya
Lili mempersilahkan Riza untuk duduk
"Silahkan pak" ucapnya singkat
Riza menoleh pada Reno mengisayaratkan untuk duduk
"Oh iya Li terimakasih, maaf jika kedatangan kami mengagetkanmu" ungkap Riza pada Lili
Lalu Riza pun duduk tepat disebrang Lili, sementara Reno duduk disebelah Riza. Riza pun memperkenalkan Reno pada Lili
"Oh ya Li, maaf aku tidak memberitahukanmu sebelumnya, kalau aku akan datang bersama temanku, perkenalkan dia Reno satu kantor juga dengan kita" ungkap Riza sambil menunjuk ke arah Reno
Lili mengangkat wajahnya, melihat sepintas wajah Reno
"Selamat siang Pak Reno, perkenalkan saya Lili sekertaris baru Pak Riza" Lili memperkenalkan dirinya pada Reno
__ADS_1
Reno membalas tatapan Lili, Dia pun memperkenalkan dirinya
"Siang juga, saya Reno, sepertinya kita pernah bertemu nona" ungkap Reno sambil tersenyum tipis
Setelah saling memperkenalkan diri, keadaan bukannya semakin cair justru malah semakin kikuk, karena Reno dan Lili ikut-ikutan grogi seperti saat Riza datang ke Restoran. Riza pun heran kenapa sekarang malah temannya yang terlihat gugup dibanding dengan dirinya. Akhirnya untuk mencairkan suasana yang semakin beku, Riza memberanikan diri untuk memulai kemabali pembicaraan. Riza berpikir sejenak dan seketika menemukan ide untuk dijadikan bahan obrolan saat makan siang.
"Hmm..Reno kamu bilang tadi serasa pernah bertemu dengan Lili kan?, Sekarang cobalah kalian jelaskan asal kalian, siapa tahu memang benar kalian pernah bertemu" ungkap Riza pada Reno sambil menyikut temannya itu.
Reno sedikit gugup, tapi dia masih bisa menguasai diri, Dia pun angkat bicara
"Benar juga katamu Riza, baiklah aku yang mulai yah, aku asal Aceh, aku lulusan SMA sahabat 6 tahun yang lalu, kalau kamu dari mana Nona Lili?" ungkap Reno sambil memandang Lili
Lili membalas pandangan Reno
"Maaf pak, panggil saja saya Lili, sepertinya memang benar kita pernah ketemu, karena saya juga asal Aceh dan lulusan SMA Sahabat, tapi saya mungkin adik tingkat anda"
Riza melirik keduanya, Dia berdehem
"Ehm..sepertinya Lili ini adik kelasmu Ren, wajar kalau kamu kena sama dia, atau jangan-jangan dulu kamu pernah naksir sama Lili ha..ha..ha.." Riza menimpali obrolan temannya sambil iseng mencandai Reno
Saat Reno dan Lili masih Kikuk, sibuk dengan isi pikirannya masing-masing. Riza justru malah senang karena akhirnya suasana yang tadinya membuat dia grogi, kini sudah bisa dia kendalikan.
Semenit kemudian datang seorang pelayan membawakan minuman yang sebelumnya sudah di pesan oleh Lili.
"Permisi, ini minumannya mbak" ucap pelayan itu sambil menaruh 1 jus apel di depan Lili dan dua Jus Jeruk di depan Reno dan Riza.
"Oh iya terimakasih" ucap Lili
Sebelum pelayan itu pergi mereka memilih menu yang ada di buku menu. Riza memilih veggie Burgers, Reno memilih Salmon Scrambled, Menu brunch ini berupa potongan daging salmon yang disajikan di atas toast dengan scrambled egg, dan sayuran segar. Super tasty and healthy. Sementara Lili memilih Chicken Salad and Avocado Sandwich, menu ini bisa mengenyangkan karena karya karbohidrat dan sehat karena ada sayurnya juga.
Lalu Riza memberikan pesanannya pada pelayan
"Ini mba pesanan kami, saya harap kami tidak terlalu lama menunggunya" ungkap Riza mengisyaratkan pada pelayan supaya segera diproses pesanan mereka.
Pelayan itu mengambil menu yang telah di pesan
"Baik pak, permisi saya akan berusaha untuk segera kembali" ungkap pelayan itu sambil menganggukan kepalanya dan berlalu.
__ADS_1
(π»π»πTerimakasih sudah membaca, like & comenmu membuatku bahagia, krisannya aku tunggu juga yaππ»π»)