Pemuda Bermata Elang

Pemuda Bermata Elang
Hari Kepo


__ADS_3

Riza masuk duluan ke dalam pondok di susul oleh Rei, Rois dan yang lainnya, sementara Raisya dan Indah juga masuk ke pondok yang terletak tidak jauh dari pondok tempat menginap kakaknya.


Di pondok penginapan Riza, Rei dan Rois mendekat ke arah Riza yang sedang duduk dinkursi sambil senyum-senyum sendiri,


"Ehm..sepertinya kita akan segera punya kakak ipar deh dek" Ungkap Rei sambil duduk disebelah Riza dan Rois mengekor di belakangnya.


"Kayanya sih iya kak, wah seneng dong kalau aku punya kakak baru" Ungkap Rois.


Riza menatap ke arah keduanya,


"Eh ada adik-adikku yang imut-imut ini, ngomong apaan sih kalian, jangan keras-keras kaya gitu, gak enak sama teman-temanmu Rei, dasar kamu mau menjatuhkan harga diriku sebagai lelaki tertampan dikeluarga kita heuuuh?" Ungkap Riza sambil meninju perut Rei dengan pelan.


"Abisnya sih kak Riza ketemu kak Ceri langsung akrab dan lupa deh sama kita-kita, udah gitu pame acara senyum-senyum sendiri segala lagi, kan itu patut untuk dicurigai, iya gak gak dek?" Ungkap Rei sambil menyikut lengan adiknya Rois yang sedang ikut menyimak obrolan kedua kakaknya.


"Yoi kak, aku juga gak keberatan kok kalau ka Ceri jadi kakak ipar aku," Jawab Rois sambil tersenyum.


Mendengar itu Riza mencubit lengan Rois,


"Sttt...ngomong apaan sih kamu, berisik tahu ,malu tuh.." Ungkap Riza sambil menunjuk ke arah Arzaq dan Abror yang sedang mengantri depan kamar mandi.


"Oh iya kak, emangnya kak Ceri itu siapanya kak Riza?" Tanya Rois pada Riza.


"Dia itu teman masa kecil kakak dek, kamu masih bayi waktu kakak sudah temenan sama dia, nih kakakmu yang ini dia pasti tahu siapa sebenarnya Ceri itu," Jawab Riza apa adanya sambil menyikut lengan Rei yang masih cengengesan sendiri.


"Iya dek teman tapi demen gitu," Ungkap Rei sambil terkekeh.


"Hus..ngawur kamu, gak enak nanti kalau Ceri dengar kata-katamu itu," Ungkap Riza sedikit membentak.


"Oh gitu yah, pantesan kak Riza langsung akrab gitu ya tadi pas jalan-jalan." Ungkap Rois sambil mengangguk-nganggukan kepalanya.


☘️☘️☘️


Di pindok tempat Ceri menginap, dia pun mendapatkan pertanyaan yang sama dari adiknya firas.

__ADS_1


"Kak, hmm..kak Ceri sudah lama yah kenal sama kak Riza?" Tanya nya penuh antusias.


Ceri mengerutkan keningnya,


"Hmm..iyalah dek, bukan lama lagi dek tapi banget, karena kak Riza itu sahabat kakak waktu sejak kakak masih Tk." Jawab Ceri dengan penuh senyuman.


"Ooo..pantesan ya kak, adek lihat tadi, awalnya kakak diam eh lama-lama kok cepet banget akrabnya sama kak Riza" Ungkap Firas menjelaskan.


"Tadi kakak diam karena kakak merasa canggung, sudah lama kakak tidak bertemu, pokoknya sejak kakak pindah ke Bandung, baru sore ini kakak ketemu kak Riza lagi," Ungkap Ceri masih tersenyum.


"Oh iya dek kamu mandi dulu gih, biar nanti sehabis shalat isa kita langsung ke Restoran, kuta kan dapat ajakan makan malam bareng dari kak Rei tadi, gak enak kalau di tolak," Ungkap Ceri meminta adiknya untuk segera mandi karena waktu sudah menunjukan pukul 15:45.


"Kak di sini gak dingin banget kak, lagian aku juga gak berkeringat ,hmm..jadi aku gak usah mandi ya kak, dingin kak, gak bau kok." Ungkap Firas sambil mencium aroma bajunya sendiri.


"Lha..sejak kapan adik kak Ceri jadi malas mandi kaya gini?" Ungkap Ceri sambil terkekeh mendengar alasan adiknya ketika menolak untuk mandi.


"He..he..sejak sekarang kak, bukan males kak tapi dingin kak," Ungkap Firas sambil cengengesan.


☘️☘️☘️


"Sya nih ada biskuit, enak lho di celupin kesitu," Ugkap Indah sambil menyodorkan sekotak biskuit ditangannya.


Raisya pun tidak kuasa menolak pemberiannya, dia tersenyum dan mengambilnya beberapa potong.


"Wah jadi enak nih, kebetulan minumannya gak ada temennya kasian," Ungkap Raisya sambil tersenyum lebar menampakan giginya yang putih bersih dan juga rapi.


"Eh Sya itu yang tadi itu siapanya kak Riza?" Tanya Indah terus terang.


Raisya menoleh,


"Oh yang tadi itu kak Ceri, Bunda sempat Cerita sih itu sahabatnya kak Riza sejak Tk." Jawab Raisaya sambil kembali mencelupkan biskuitnya kedalam gelas yang berisi susu, lalu kemudian diangkatnya dan memakannya dengan lahap.


"Oh teman, aku kira mereka pacaran he..he.." Ungkap Indah sambil cengengesan.

__ADS_1


"Gak lah, kak Riza tuh gak pernah pacaran, katanya sih mau nanti aja sekalian pacarannya kalau kak Riza sudah nikah," Jawab Raisya dengan polos.


"Oh gitu ya Sya, hmm..kalau kak Rei gimana apa dia juga gak punya pacar?" Tanya Indah mulai melencengkan pertanyaannya pada status Rei.


"Ih kak Indah kepo yah?, hmm..kalau kak Rei mana aku tahu kak, kan kak Rei lama di bandung dan jarang pulang jadi kita jarang cerita-cerita lah kak." Jawab Raisya apa adanya.


"Oh gitu yah, hmm..ya udah Sya aku mau mandi dulu yah supaya nanti pas acara makan malam bisa fres dan gak bau keringat,"bUngkap Indah mengakhiri percakapannya dengan Raisya.


☘️☘️☘️


Saat malam tiba, semua sedang sibuk mengenakan kostum yang tepat untuk digunakan di malam hari di daerah puncak.


Di pondok Riza, kau adam sedang sibuk menata rambut dengan gaya masing-masing, tidka lupa asesoris lengkpanya berupa jaket, syal dan sarung tangan.


sedangkan di pondok satunya lagi, Raisya dan Indah malah sudah siap dengan menggunakan baju yang dilapisi dengan jaket dan juga tentu saja kaum Hawa pasti tidak bisa terlepas dari tas kecilnya saat bepergian.


Lalu di pondok yang lainnya lagi, ada Ceri yang masih sibuk menata jilbabnya yang dirasanya belum rapi, Ceri malam itu mengenakan gamis polos berwarna biru dan jilbabnya berwarna Ungu muda. Ceri nampak anggun menggunakan Baju yang dipadupadankan dengan Jilbab Ungu muda, dijilban bagian depannya disematkan Bros mawar berwarna ping hingga menambah kesan keanggunannya.


"Wah kak Ceri cantik banget memakai jilbab itu, kak Riza pasti suka melihatnya."Ungkap Firas keceplosan.


"Hus..dek gak boleh sembarangan kaya gitu yah, nanti kalau kak Riza dengar kan jadi gak enak." Ungkap Ceri berusaha untuk menasehati adiknya.


"Tapi kak Ceri emang cantik kok, cocok sama kak Riza." Ungkap Firas sambil lari keluar pondok mencoba untuk menghindari kakaknya yang akan berusaha mengejarnya.


☘️☘️☘️


Hai..Hai..jangan bosan untuk mampir yah, pokokny aku ucapin makasiiiih banget bagi kalian yang sudah setia untuk baca, like ,comen dan bahkan ada. yang kasih vote, semoga kalian selalu bahagia dan diberikan kemudahan. Aamiin.


Jaga kesehatan juga ya teman-teman, jangan kaya aku yang suka bergadang gegara ide nulisny asuka datang malam-malam hihihi.


pkokokny tetap semangat yah buat kalian semua, salam semangat, salam literasi dan salam sukses buat kita semua.😍😍😍 🌻🌻🌻🌻🌻


(😊🌻🌻🌻Terimakasih sudah setia membaca karyaku, like dan comenmu aku tunggu yah. Jangan sungkan berikan Krisan membangunnya. Salam Literasi untukmu Reader dan sukses selalu untuk kita semua 🌻🌻🌻😊

__ADS_1


__ADS_2