Pemuda Bermata Elang

Pemuda Bermata Elang
Kesedak


__ADS_3

Ketika semua sudah siap, mereka bergegas untuk ke pergi ke restoran,


"hmm..kita absen dulu yah," kata Rei iseng, lalu dia memperhatikan penampilan kakaknya.


"Kak Riza sudah siap dengan celana kain warna hitam dan atasannya kemeja warna biru yang dilapisi dengan jaket, hmm keren juga ditambah aksen syal sorban itu, kak Riza jadi mirip lelaki berkalung sorban, cie..gantengnya kakakku." Ungkap Rei sambil terkekeh.


Melihat kelakuan Rei, teman-temannya ikut terkekeh sepertinya, entah apa yang lucu sehingga membuat mereka berulah seperti itu.


"Hmm..ok tuan Rei terimakasih atas penilaiannya, saatnya anda pun mendapatkan penilaian dari juri terbaru kita, inilah Rois Allathif," Ungkap Riza mempersilahkan pada Rois untuk mengomentari penampilan Rei.


Mendengar itu Rois malah ikut terkekeh, lalu setelahnya dia maju ke hadapan Rei, bertingkah seperti seorang komentator dalam kontes busana.


"Hmm..cukup lumayan, rambut sudah ok, celana kain berwarna hitam, hmm..terkesan ikut-ikutan yah, lalu kaos berlengan panjang warna putih dan ditutupi dengan jaket warna hitam, boleh juga lah yah, jadi kaya kuda Zebra," Ungkap Rois terkekeh bercanda.


Karena penampilan Rei yang sesungguhnya sangat memukau dan elegan, dia mengenakan celana kain warna abu-abu dan atasan kemeja putih dan jas warna abu-abu, dia seperti terkesan mau ke pesta pernikahan.


"Wish jahat sekali adikku ini, masa aku yang sudah keren kaya gini dibilangin kaya kuda Zebra, awas kamu yah dek," Ungkap Rei tidak terima dan dia menggasak rambut adiknya dengan kasar.


"Ish..kak ampun kak, jangan diacak-acak rambutku ini, susah ngerapiinnya lagi tahu," Ungkap Rois sembari menghindar dari Rei, lalu merapikan rambutnya kembali.


☘️☘️☘️


Ceri dan Firas masih di pondok, mereka sedang duduk di kursi menunggu yang lainnya datang. Firas sepertinya tidak sabar ingin pergi, sampai-sampai sudah kesekian kalinya dia menayakan kapan bermagkatnya.


"Kak kok mereka belum datang juga sih, katanya mau berangkat bareng, kok belum pada ke sini, aku sudah lapar kak." ungkap Firas bertanya dengan polos pada kakaknya.


"Sabar dek, mungkin mereka masih siap-siap, lagian yah dek kalau kita berangkat berdua kan gak asyik, tapi kalau nunggu mereka ya biar rame-rame ke sananya." Jawab Ceri sambil tersenyum.

__ADS_1


"Lagian masa sih kamu laper, bukannya barusan sudah nyedu pop mie, terus gak bagi-bagi lagi sama kakak." Ungkap Indah sambil mencubit pipi Firas yang tirus.


"Ih kakak kok tahu he..he..itu kan cuma mie kak, kan beda sama nasi," Ungkap Firas mencoba ngeles sambil cengengesan.


Saat mereka sedang tengah asyik bercanda, Raisya datang.


"Assalmu'alikum kak Ceri, ini aku Raisya kata kak Riza kita berangkat sekarang, kau tunggu didepan yah kak" Ungkap Raisya di balik pintu.


Mendengar itu Firas langsung saja membuka pintunya dan menemui Riasya,


"wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh kak Raisya, ayo kak, kita sudah siap kok dari tadi," Ungkap Firas berkata jujur.


Ceri menyusul firas, lalu kemudian mereka semua berjalan menuju Restoran yang terletak tidak terlalu jauh dari pondok tempat mereka menginap.


☘️☘️☘️


Di Restoran mereka memilih temoat duduk yang lesehan diatas Gazebo yang cukup luas, dipinggir-pinggir Gazebo di hiasi oleh lilin sehingga terkesan romantis.


"Kak Ceri dan Kak Indah sering makan seblak?" Tanya Raisya sambil menyendok seblak dihadapnnya.


"Hmm..lumayanlah dek, tapi kak Indah kurnag suka, gak tahu deh kalau kak Ceri," Ungkap Indah terus terang.


"Kalau kak Ceri sih suka banget Sya, cuma jangan terlalu pedas aja sih, kalau kepedesan hmm..kak Ceri gak bisa menikmati seblaknya," Ungkap Ceri.


Mendengar kata pedas Riza langsung saja tertawa dan karena tawanya dia jadi tersedak,


"Bha..ha..ha..uhuk..uhuk..uhuk.." Riza tertawa lalu kemudian tersedak.

__ADS_1


Meliahat Riza tersedak, Ceri dengan sepontas menyodorkan air minum pada Riza, kebetulan jarak Ceri dan Riza tidak terlalu jauh hanya terhalang oleh Rois.


"Nih minum," Ungkap Ceri sembari menyodorkan satu gelas air minum pada Riza.


Riza bengong dan sekilas menatap Ceri yang duduk tidak jauh dari hadapannya, tapi kemudian dia mengambil air yang disodorkan oleh Ceri, dna berterimakasih.


"Makasih Ri" Ungkap Riza singkat.


Sementara yang lainnya menyaksikan Ceri saat memberikan gelas pada Riza, mereka tiba-tiba seperti patung, aktifitas mereka terhenti dan merek bengong melihat ke arah Ceri. Bahkan yang sedang mengunyah makan pun mendadak menghentikan kunyahannya. Rei saja yang hendak memasukan sendok ke mulutnya terhenti dengan posisi sendok masih tetap di depan mulutnya.


"Hei, kalian kenapa sih kaya baru ngelihat Ceri saja, ngeliahatnya sampai segitunya, kasian tahu Ceri, jangan dilihatin kaya gitu nanti dia nangis lho," Ungkap Riza dengan nada yang cukup keras, bermaksud suapaya mereka sadar dari terpana.


"Waaaw so sweet," kata Indah sambil tersenyum-senyum sendiri.


Melihat Indah, Raisya langsung menepuk pundaknya,


"Kak, kak Indah kenapa?" Tanya Rasiya,


"Hmm..apa mau aku ambilkan air seperti kak Riza yang diambilkan air sama Kak Ceri?, Biar jadi so sweet," Ungkap Raisya sambil terkekeh.


☘️☘️☘️


Hai hai..ketemu lagi sama aku, jangan bosan yah baca ceritanya, semoga kalian terhibur, semoga hidup kita bahagia ya teman-teman.


teman-teman satu perjuangan dalam dunia literasi, sama-sama pejuang mampir😂😂💪💪💪💪💪


selalu salam semangat dariku, dan salam suksses buat kita semua.

__ADS_1


☘️☘️☘️


(😊🌻🌻🌻Terimakasih sudah setia membaca karyaku, like dan comenmu aku tunggu yah. Jangan sungkan berikan Krisan membangunnya. Salam Literasi untukmu Reader dan sukses selalu untuk kita semua 🌻🌻🌻😊).


__ADS_2