
Melihat Indah, Raisya langsung menepuk pundaknya,
"Kak, kak Indah kenapa?" Tanya Raisya,
"Hmm..apa mau aku ambilkan air seperti kak Riza yang diambilkan air sama Kak Ceri?, Biar jadi so sweet," Ungkap Raisya sambil terkekeh.
Indah tidak sadar telah menganggukan kepalanya, dan Raisya meskipun merasa beran dia tetap mengambilkan air dan menyodorkannya pada Indah.
"Nih kak airnya, kak Indah haus banget atau kenapa sih, gak jelas deh..masa ornag haus sampai senyum-senyum sendiri kaya gitu." Ungkap Raisya polos.
Melihat gelas yang disodorkan Raisya, Indah terkejut,
"Sya apan ini aku gak minta minum kok lagian kalau aku mau bisa ambil sendiri kok," Ungkap Indah menolak air yang diberikan padanya.
"Dih..katanya tadi mau diambilin air, lha kok sekarang gak mau, kak Indah ini kenapa sih?" Tanya Raisya heran.
Indah lebih heran lagi kenapa Raisya tiba-tiba menodorkan air dan teman-teman yang lain juga terkekeh sepertinya sedang menertawakan dirinya. Lalu Indah menyikut Arin dan bertanya padanya,
"Rin mereka mnertawakan apa sih sebenarnya?" Tanya Indah.
"Kamu tadi ngamun Indah dan minta diambilkan minum sama Raisya." Ungkap Arin berbisik pad a Indah.
Seketika wajah Indah langsung memerah karena menahan malu, namun dia pura-pura tidak peduli dan kembali melanjutkan makannya. Demikian juga dengan yang lainnya, mereka pun melanjutkan makan malam mereka.
Sejurus kemudian Riza kembali berbicara,
" Rei kak Ceri ini tinggal di Bandung lho, sesekali boleh lah kamu main ke tempatnya, sekaligus minta diajarin berbisnis tuh sama Kak Ceri." Ungkap Riza sambil melirik ke arah Ceri.
__ADS_1
Ceri tersnyum,
"Ah kamu jangan berlebihan Za, aku juga masih belajar. Oh iya Rei kamu kuliah di Bandung yah, hmm..baru tahu aku." Ungkap Ceri terus terang.
"Iya kak, aku kuliah di Sini, di kota kembang he..aku juga baru tahu kalau kak Ceri tinggal di Bandung, soalnya terakhir aku tahu dulu kakak pindah ke Yogya kan yah," Ungkap Rei.
"Hmm..iya panjang Rei kalau harus di ceritakan, yang pasti sekarang aku ada di Bandung." Ungkap Ceri.
Saat mereka sedang ngobrol, Raisya menyela,
"Hmm..sayang nih kalau gak diabadikan, kakak-kakak semua, kakak-kakak yang baik hati ayo merapat, lihat ke kamera yah." Ungkap Raisya dengan posisi berfhoto selfi.
sesekali Raisya pun menjepret sembarang ke arah kakak-kakaknya.
☘️☘️☘️
"Sampai ketemu besok yah," Ungkap firas sambil melambaikan tangan ke arah Riza dan yang lainnya.
"siap Fir, besok insyaallah kita jumpa lagi," Jawab Riza sambil membalas lambaian nb tangan Firas.
Setelah itu mereka masuk ke dalam pondok, Riza langsung mengganti bajunya dengan baju santai namun tetap berbahan tebal bahkan Riza membungkus tubuhnya dengan jaket yang super tebal.
"Rei di Bandung memang dingin kaya gini yah, kok kamu bisa bertahan, hmm..jangan-jagan kamu jarang mandi lagi gara-gara kedinginan." Ungkap Riza sambil bercanda.
"Ih kak Riza suka bener deh bha..ha..ha..Enggak lah mandi itu kebutuhan kak, kalau gak mandi kaya gak nyaman gitu lah pokoknya, lagian di tempat kosan aku gak sedingin di sini kali kak." Ungkap Rei.
"Oh iya iya juga sih, mungkin aku belum terlalu peka dengan cuaca di sini, bagiku sama aja dinginnya hihihi," Ungkap Riza sambil tertawa ringan.
__ADS_1
Setelah beberapa menit mereka berbincang akhirnya mereka pun memilih untuk istirahat, karena sejak sampai di puncak mereka belum ada tidur.
"Selamat tidur semuanya, semoga tidur kalian nyenyak," Ungkap Riza sebelum masuk ke kamarnya."
"Ya kak selamat tidur juga,kayanya sih kita bakalan tidur pulas deh karena cuacanya yang dingin seperti ini sangat mendukung untuk berlaa-lama dalam balutan selimut. lagian dari tadi seharian kuta belum ada tidur jadi kemungkinan untuk tidur pulas itu sangat kuat," Ungkap Arzak.
"Benar itu," timpal Abror membenarkan perkataan Arzaq sambil menguap.
"Sudah tidur sana Abror kalau sudah ngantuk, jangan dipaksain," Ungkap Rei menimpali
"ya iya ini juga mau tidur Rei, siapa pula yang mau bergadang, kan sayang jika cuaca seperti ini dilewatkan begitu saja."Jawab Abror ngasal.
"Kak, Rois duluan ya sepertinya Rois juga sudah ngantuk nih," Ungkap Rois sambil pergi menuju kamar Riza.
Di dalam pondok memang hanya ada dua kamar dan satu kamarnya muat tiga orang jad Riza sekamar sama kedua adiknya dan Hafidz sekamar sama Arzaq dan Abror.
☘️☘️☘️
Di pondok penginapan lain, Ceri sedang menatap layar ponselnya, dia merasa ingin menghubungi Riza, dia ingin menyapanya walaupun hanya sekedar untuk mengucapkan selamat tidur. Namun Ceri berpikir ulang, akhirnya niatnya pun diurungkan.
Ceri merasakan ada sesuatu didalam hatinya, sesuatu yang tidak bisa dia jelaskan. Persahabatannya dengan Riza memang sejak lama membuat Ceri merasa Spsesial. Kini Bagi Ceri persahabatan dengan Riza bukanlah sekedar persahabatan biasa, ada sesuatu yang diharapkannya.
Padahal sejak dulu Ceri selalu berusaha untuk berkomitmen menjaga perasaannya supaya tidak jatuh hati pada Riza. Tapi pertemuannya kini sudah lain cerita, mereka sudah sama-sama bertumbuh menjadi dua manusia yang Dewasa.
"Astagfirullah Ceri, buang perasaan semacam itu, kamu jangan merusak persahabatan kamu dengan Riza dengan melibatkan rasa, karena sesuatu yang sudah bersentuhan dengan rasa akan lain kedepannya. Mungkin jika beruntung akan bersatu tapi jika tidak maka kemungkinan terburuk akan terjadi yaitu perpisahan untuk selamanya. Sudah Ceri lupakan rasa itu. Riza adalah sahabatmu, kamu jangan berharap lebih." Gumam Ceri dalam hati mencoba untuk meniadakan rasa yang tiba-tiba hadir tanpa dia duga.
☘️☘️☘️
__ADS_1
(😊🌻🌻🌻Terimakasih sudah setia membaca karyaku, like dan comenmu aku tunggu yah. Jangan sungkan berikan Krisan membangunnya. Salam Literasi untukmu Reader dan sukses selalu untuk kita semua 🌻🌻🌻😊)