
Di sebuah perkampungan yang sepi penduduk, di bawah pohon ketiga penjahat itu masih mendengkur hebat bagai gemuruh yang memekikkan telinga.
Drttt..drtttt..drtttt tetiba si Acung terbangun gara-gara ponsel di saku bajunya bergetar hingga membuatnya bangkit untuk duduk. Perlahan Acung mengucek-ngucek matanya, di lihatnya ponsel dan ternyata dari temannya yang di mintai pertolongannya untuk mengganti ban mobilnya yang kempes
"Hallo..Cung, loe di mana, gue dari tadi nyari-nyari loe, loe berhenti di mana cung, cepetan gue sudah kepanasan nih dari tadi di jemur di sini" ungkap suara seseorang di sebrang telepon sana.
"Suruh siapa loe berjemur di situ, kalau panas ya loe tinggal cari tempat berteduh PA, udah ni catat baik-baik tempatnya, loe kalau nemu belokan yang banyak pohonnya, loe belok ke sebelah kanannya, loe lurus saja nanti loe akan nemuim banyak pohon duren dan di situ ada mobil hitam gue" ungkap ai Acung berusaha menjelaskan tempatnya sekarang
"Ah elah bos, alamatnya apa, atau nama kampungnya apa?" Tanya temannya
"Ah udahlah kampret ikutin saja apa yang gue omongin, soalnya gue juga gak tahu nama daerah ini, gak akan ada orang buat di tanya percuma, cepetan ke sini" bentak si Acung
πππ
Setelah selsai teleponan si Acung membangunkan kedua rekan kerjanya(biar keren)
"Woy, bangun-bangun, pertolongan akan segera datang, kamu gondrong coba cek bocah-bocah itu" ungkap Si Acung sambil menendang-nendang kedua temannya itu.
Si gareng dan si Acung menggeliat seperti kucing garong yang baru bangun dari tidurnya
"Hoaaaammmm" si Gareng menguap lebar
Sementara si Bokir langsung duduk sigap, meskipun masih ngantuk tapi takut sama si bos Acung.
"Siap bos aku akan periksa" ungkap si bokir sambil masih terkantuk pergi menuju mobil untuk melaksanakan tugas
Belum lama Si Bokir pergi, Dia sudah teriak
"Gawat ..gawat bos, si bocah-bocah itu menghilang" ungkap si bokir sambil berlari kembali pada Si Acung
Mendengar itu si Acung langsung Emosi, Dia menarik baju bagian depan si Bokir dan membentaknya serta hampir mencekik si Bokir
__ADS_1
"Ampun bos ampun" ungkap si Bokir memohon
Si Acung pun melepaskan cekikannya,
"Sial..pokoknya kita harus mendapatkan bocah-bocah itu, kita akan mencari mereka, mereka pasti masih ada di sekitaran perkampungan Sini, tidak mungkin mereka berjalan kaki sampe ke rumahnya" ucap si Acung sambil mengempalkan tangan kanannya lalu dipukulkan ketelapak tangan kirinya.
Tidak lama kemudian pertolongan pun datang, dan akhirnya mobil mereka bisa kembali beroprasi, tanpa menunggu lama si Acung dan kedua temannya langsung putar arah bernit untuk mencari Raisya dan Rois. Sementara teman yang membantunya mengganti ban serep dia kembali ke tempatnya
(Sesama penjahat aja sholid masa sesama teman kagak..iklan dulu..)
πππ
Raisya dan Rois sudah tersadar dari pingsannya, Raisya sudah baikan dan dia sudah di berikan makanan dan minuman oleh tuan rumah yang disinggahinya.
Raisya sangat senang karena ayahnya akan menjemputnya di sana, kini ayahnya sedang di perjalanan menuju ke tempat Raisya sekarang.
"Kak aku mau pulang, kita keluar dulu barangkali ayah sudah sampai sekitaran sini" bisik Raisya pada Rois
"Tapi dek, bagaimana kalau penculik itu datang mencari kita, kita lebih baik di dalam dek, lebih aman" ungkap Rois mencoba membujuk Raisya
Saat Rei dan Raisya sedang berdiri di pinggir jalan, tanpa di sadari mereka di bekang mereka ada Si bokir dan si Gareng yang siap untuk membekap mereka dari belakang. Perlahan-lahan si Bokir bersiap-siap untuk membekap mulut Raisya, namun tiba-tiba dari arah depan muncul mobil Rizal ayahnya Raisya.
Raisya pun segera berlari mendekati mobil di depannya yang masih melaju dan Rois pun demikian. Raisya dan Rois benar-benar tidak menyadari kalau penculik itu mengikuti langkah mereka.
Sementara si Gareng dan si Gondrong saat menyaksikan mobil di depan, mereka langsung bersembunyi ke semak-semak (takut ketahuan dia mak).
πππ
Melihat Raisya di jalan, Riza menghentikan mobilnya, lalu ayahnya keluar dan Raisya berhambur berlari langsung memeluk ayahnya
"Ayaaaaaaaaaah" teriak Raisya saat melihat ayahnya turun dari mobil
__ADS_1
Riza pun turun dan turut memeluk adiknya itu, setelah itu mereka naik ke mobil dan menuju rumah Ihsan untuk mengucapkan rasa terimakasihnya. Setelah dari rumah Ihsan mereka pun segera meluncur pulang menuju rumahnya.
Sementara si gareng dan si Acung kembali pada bos nya dengan tangan hampa dan mendapatkan hadiah tamparan dari Si Acung
"Ah..siallll, lihat saja nanti, hari ini kau bisa selamat bocah, lihat saja aku akan kembali" dengus si Acung sambil membanting pintu mobil
Jebreeeeed...
πππ
sepanjang perjalanan Raisya terus bercerita, menceritakan bagaimana saat dia berhasil meloloskan diri dan bagaimana saat dia kelelahan karena berlari menyusuri jalan setapak yang ditumbuhi semak belukar.
Riza fokus menyetir dan sesekali tersenyum saat mendengar celoteh adiknya itu, sementara Rizal ayahnya begitu antusias mendengarkannya.
"Yah, tahu gak tadi tuh aku berhasil melarikan diri lewat jendela mobil yah, aku hampir jatuh saat mau ke luar tapi ada kak Rois yang bantuin aku dari belakang yah" ungkap Raisya pada Ayahnya
"Alhamdulillah, kalian selamat, ayah bunda dan kak Riza sangat khawatir sama kalian, syukurlah kalian baik-baik saja" ungkap Rizal sambil memeluk kedua anaknya.
Rizal merasakan ada yang aneh dengan Rois, sejak dari tadi Rois tidak bersuara, Rizal melirik ke arah putranya
"Nak, kamu baik-baik saja kan?" tanya Rizal sambil memegang dahi Rois
"Aku baik-baik saja kok yah, aku hanya sedikit pusing" ungkap Rois dengan nada yang begitu lemas
"apa kamu mau minum nak?" tanya Rizal sembari menyodorkan sebotol air minum
"Tidak Ayah, sepertinya aku hanya butuh istirahat, aku mau tidur ya yah, bangunkan aku kalau sudah sampai rumah" ungkap Rois sambil menyenderkan tubuhnya ke jok dan mulai memejamkan mata.
"Baiklah nak, kamu istirahat saja, kamu tidak usah khawatir lagi, kamu sudah aman, ayah akan selalu menjaga kalian" ungkap Rizal sambil mengusap kepala Rois.
tanpa disadarinya ternyata putrinya yang duduk di sebelahnya juga sudah tertidur, Raisya menyandarkan kepalanya pada pundak Rizal dan Rizal membiarkannya.
__ADS_1
"Za, kedua adikmu kecapean, bisa sedikit di percepat jalannya Za" ungkap Rizal pada Riza yang sedang menyetir.
(ππ»π»π»Terimakasih sudah setia membaca karyaku, like dan comenmu aku tunggu yah. Jangan sungkan berikan Krisan membangunnya. Salam Literasi untukmu Reader dan sukses selalu untuk kita semua π»π»π»π)