Pemuda Bermata Elang

Pemuda Bermata Elang
Perbincangan Riza dan Dokter Farhan


__ADS_3

Pagi hari sekitar pukul 09.00 Riza dan Raisya tiba di Rumah sakit, setelah Riza bertanya pada resepsionis tentang letak kamar Rois, Riza langsung mengajak Raisya untuk naik lift menuju lantai tiga.


Ting tong..pintu lift pun terbuka, Rei dan Raisya keluar dari lift lalu belok ke sebelah kiri melewati tiga kamar dari lift itu dan tibalah di kamar Rois,


"Assalamualaikum" Riza mengucap salam sambil membuka gagang pintu, cklek..pintu pun terbuka dan terlihat di dalam Khoirunnisa menyambut dengan Senyuman


"Wa'alaikummussalam warahmatullahi wabarakatuh Za, ayo masuk" jawab Khoirunnisa sekaligus mempersilahkan masuk.


Khoirunnisa mengajak kedua anaknya untuk duduk di sampingnya di shofa, Riza mengedarkan pandangan seolah sedang mencari sesuatu


"Bund, ayah ke mana kok gak keliahatan" tanya Riza


"Ayahmu lagi beli cemilan, karena tahu kalian mau ke sini, makanya tadi ayah keluar dulu sebentar, paling sebentar lagi juga datang" ungkap Khoirunnisa sambil mengusap-ngusap kepala Raisya yang dibalut jilbab.


☘️☘️☘️


Di atas Ranjang, Rois masih tertidur, epek dari obat sehingga membuat Rois lebih sering tidur. Rois masih harus di rawat karena kondisinya masih lemah dan belum diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit.


Di ruangan VIP tentu saja Rois mendapatkan penanganan yang sangat bagus, ruangan yang cukup luas dengan segala fasilitas di dalamnya, pelayanan yang baik. Dokter sangat intens sekali hampir setiap 4 jam sekali Rois diperiksa, belum lagi perawatnya yang ramah-ramah dan selalu menyajikan makanan yang lezat untuk di santap bahkan bisa reques yang penting aman bagi pasien.


Senyaman apa pun tempat di rumah sakit tetap saja tidak akan ada yang betah berlama-lama tinggal di sana dan selezat apa pun makanannya tetap saja susah di telan jika kondisi sedang sakit. Begitu juga dengan Rois, dia meraskan hal yang sama dia ingin segera pulang dan ingin segera menikmati masakan Bundanya yang selalu menggundang selera makannya.


Dari Amru bin Maimun bin Mahran sesungguhnya Nabi Muhammad Saw berkata kepada seorang pemuda dan menasehatinya, “Jagalah lima hal sebelum lima hal. (1) Mudamu sebelum datang masa tuamu, (2) sehatmu sebelum datang masa sakitmu, (3) waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu, (4) kayamu sebelum miskinmu, (5) hidupmu sebelum matimu.


Tiba-tiba saja Rois terbangun saat bermimpi di kasih wejangan sama guru agamanya waktu di sekolah.


"Bunda..Bunda..aku mau pulang" ucap Rois dalam remang matanya belum sempurna terbuka, kesadaranny belum penuh, masih setengah sadar dia memanggil-manggil Bundanya.


Khoirunnisa langsung bangkit dan bergegas menuju ranjang anaknya

__ADS_1


"Rois..Rois bangun nak, kamu bermimpi yah" gumam khoirunnisa sambil menepuk-nepuk pipi anaknya dengan lembut.


Semenit kemudian Rois telah penuh kesadarannya, dia membuka matanya lebar-lebar dan nafasnya masih memburu seolah Rois habis lari maraton, keringat bercucur membasahi sekujur tubuhnya


"Alhamdulillah aku masih bisa melihat bunda, kak Riza dan Raisya" lirihnya sembari mengulum senyuman yang terlihat dipaksakan.


"Sudah dek, kamu jangan banyak gerak dulu, kamu atur dulu nafasnya biar lebih rilex" ucap Riza sembari mengusap-ngusap pundak adiknya.


"Bunda aku mau pulang, aku gak betah di sini, aku gak suka makanan di sini, aku mau makan masakan bunda" ungkpa Rois dengan nada yang masih lemah.


"Iya sabar sayang, kamu pasti akan pulang tapi tidak sekarang, yang penting kamu sekarang harus pulih dulu yah nak" ungkap Khoirunnisa sambil tersenyum memberikan api semangat pada anaknya.


Saat sedang berbincang tibalah datang dokter untuk memeriksa Rois, seperti biasa rutinitas dokter itu selalu memeriksa detak jantung Rois dengan stetoskop nya, lalu membuk amata Rois dan mengamatinya dengan serius, memeriksa detak nadi di pergelangan tangannya dan meminta Rois untuk membuka mulutnya untuk diperiksanya.


"Kamu anak yang kuat, besok kamu sudah bisa di bawa pulang" ucap dokter muda itu sambil memberikan seyum termanisnya


"Terimakasih pak dokter ganteng" celutuk Raisya membuat Riza tersentak kaget


"Terimakasih dek, saya permisi dulu yah semuanya" ucap dokter itu membalikan badannya menuju pintu keluar.


Setelah dokter keluar dari ruangan, Riza melirik kembali Raisya


"Ish...kamu tuh yah berani-beraninya bilang kaya tadi, centil tau, malu-maluin kita aja" ucap Riza sembari memencet hidungnya Raisya.


"Eh bund, aku permisi dulu ya aku mau cari udarasegar dulu sambil jalan-jalan di sekitar sini ko" ungkap Riza tiba-tiba minta izin keluar pada Bundanya


"Ikuuuut.." kata Raisya sambil narik tangan Riza


"Kamu kan kangen sama kak Rois, sana temenin, hibur kak Rois biar bisa cepet pulang" bujuk Riza sembari melepaskan tangan Raisya dari tangannya.

__ADS_1


☘️☘️☘️


Di luar Riza mencari-cari perawat untuk menanya kan ruang kerja dokter Farhan, dokter yang menangani Rois. Riza mengetahui namanya tak sengaja ia melihat papan namanya di bagian dada sebelah kiri dokter saat memeriksa adiknya.


Setelah bertemu perawat dan dikasih tahu ruang kerja dokter farhan, Riza langsung saja menuju ruangan itu.


Tok..tok..tok.."permisi" ucap Riza sambil mengetuk pintu


Terdengar suara dari dalam menyaut


"Iya..siapa..silahkan masuk" ucap dokter yang sedang ada di dalam.


Riza pun masuk dan langsung duduk ketika sudah dipersilahkan duduk oleh dokter. Kebetulan siang itu dokter tidak ada jadwal ke luar.


"Hmm..sepertinya kita pernah bertemu" ucap dokter Farhan saat melihat Riza duduk dihadapannya


"Maaf dok kalau mengganggu, perkenalkan saya Riza, saya kakak dari pasien yang bernama Rois yang baru saja anda periksa di ruang VIP" ucap Riza menjelaskan


"Oh ya ya..ada yang bisa saya bantu" jawab dokter farhan dengan ramah


"Begini dok, saya mau menanyakan prihal adik saya, sebenarnya Rois itu kenapa ya dok, setiap kali melihat penjahat atau mendengar kata penjahat pasti dia menggigil dan badannya jadi lemes dok" Riza tho the poit dengan yang dimaksud


"Begini Za, adik kamu itu sepertinya mengalami trauma di masa kecil dan epeknya memang masih bisa terjadi hingga dia dewasa seperti sekarang ini, tapi kamu jangan khawatir setiap penyakit pasti ada obatnya, Rois akan baik-baik saja, dia akan sembuh jika dia berada dilingkungan yang menyayanginya" ungkap dokter mencoba menjelaskan


Salah satu cara untuk mengatasi trauma adalah dengan fsikotrapi dan ada sejumlah metode psikologi yang dirancang untuk membantu Anda menemukan masalah dan mengenalinya dengan tepat, seperti terapi kognitif, terapi paparan, dan desensitisasi pergerakan mata.


Terapi kognitifmembantu Anda mengenali apa yang terus tertanam di dalam ingatan. Terapi paparan membantu Anda menghadapi hal menakutkan dengan aman sehingga Anda mampu belajar mengatasinya secara efektif.


Desensitisasi pergerakan mata dan proses ulang dengan serangkaian pergerakan mata yang terpandu membantu Anda memproses ingatan traumatis dan mengubah cara Anda bereaksi terhadap ingatan traumatis.

__ADS_1


(😊🌻🌻🌻Terimakasih sudah setia membaca karyaku, like dan comenmu aku tunggu yah. Jangan sungkan berikan Krisan membangunnya. Salam Literasi untukmu Reader dan sukses selalu untuk kita semua 🌻🌻🌻😊)


__ADS_2