Pemuda Bermata Elang

Pemuda Bermata Elang
Main Flaying Fox


__ADS_3

Setelah Riza selsai makan spesial ala adiknya, Riza kembali menanyakan soal Indah pada Rei.


"Rei kamu belum cerita, itu gimana cerita Indah bisa ikut sama kita" tanya Rei seperti sedang mengintrogasi adiknya.


"Haddeh, kakakku yang satu ini ternyata kepo juga yah melebihi emak-emang rempong yang suka bergosif" ungkap Rei sambil tersenyum


"Enak aja kamu samain kakakmu yang ganteng ini dengan emak-emak" ungkap Re sambil mencubit pelan perutnya Rei


"Aww....Aih kakak ini makin sempurnalah watak emak-emak menjelma pada kak Riza" ungkap Rei meringis namun kemudian dia berdiri pindah posisi duduk menjauh dari Riza.


"Hmm..jangan-jangan Indah itu.."belum sempat Riza menyelsaikan omongannya eh yang dibicarakan tiba-tiba datang mengetuk pintu.


Tok..tok..tok "Assalamualaikum.." ucap Indah sambil mengetuk pintu.


Semua yang di dalam serentak menengok ke arah pintu.


"Wa'alaikummussalam warahmatullahi wabarakatuh..masuk" ungkap Riza


Indah pun masuk setelah pintu dibukanya, lalu menyembul dari belakangnya Raisya membawa cemilan.


"Hai..kakak-kakak yang ganteng, aku datang bawa cemilan, ada yang mau?" Ungkap Raisya sambil menawarkan cemilan yang ada digenggamannya.


"Sini dek, bawa ke sini kak Riza mau" ungkap Riza.

__ADS_1


Raisya dan Indah pun masuk lalu duduk di kursi yang masih kosong. Riza mengambil makanan yang ditawarkan oleh Raisya. Raisya mulai mendekati Riza sambil senyum-senyum gak jelas.


"Kak, kak Riza baik deh, hmm..kak Raisya bosan ayolah main keluar, kita jalan-jalan di hutan pinus tuh, indah banget tahu kak, atau kita main apa gitu, kan di sini banyak wahana kak, sayang kalau dilewatkan gitu aja." Ungkap Raisya sambil menyandarkan kepalanya dibahu Riza dengan manja.


"Ih adek kakak yang satu ini ternyata manja yah, baru tahu aku" ucap Rei yang datang tiba-tiba menjitak kepala Raisya yang dibalut jilbab marun.


Raisya memanyunkan mulutnya,


"Ih kak Rei jahat, kakak harus ganti rugi, karena sudah menjitak kepalaku seenaknya, pokoknya Kak Rei wajib traktir aku main flaying fox" ungkap Raisya mengikuti langkah Rei.


"Wah seru tuh, ayolah kita semua main flaying fox aja, mumpung masih siang ini, kalau sudah sore biasanya sudah gak bisa." Ungkap Arzaq antusias.


"Iya deh iya, ayo siang ini kita main flaying fox dulu yah, besok baru lanjut wahana yang lain" ungkap Rei.


☘️☘️☘️


"Wah seru kak tingginya 25 meter dan panjangnya 125 meter kak, waduh kayanya itu sangat menantang kak" ucap Raisya semakin bersemangat setelah mendengar penjelasan petugas di wahana Flaying fox.


Lalu Raisya melirik Indah dan temannya.


"Gimana kak Indah berani gak"ucap Raisya dengan nada menantang.


Indah memang wanita yang jarang main ke arena alam seperti sekarang, apalagi untuk main flaying fox Indah sama sekali belum pernah mencobanya dan Indah tidak ingin mengambil Resiko.

__ADS_1


"Hmm..bukan gak berani yah dek, tapi kak Indah lagi kurang fit nih, masih pusing kepala kakak, jadi kakak gak ikut dulu yah, hmm..mungkin lain kali" ungkap Indah mencoba mencarj alasan.


Setelah berunding akhirnya semua ikut main flaying fok kecuali Indah, karena Indah takut ketinggian. Mereka benar-benar menikmati alam Cikole. Saat mereka meluncur mereka disuguhi pemandangan yang Indah, sehingga rasa tegang saat meluncur terkalahkan dengan keindahan alam sekitarnya.


"Aaaaaaaaaaaaaaa.."teriak Raisya benar-benar merasakan kebebasan saat meluncur di angkasa.


di bawah menanti yang lainnya sambil ikut menyoraki memberikan semangat.


"Raisyaaaaaaaaa semagaaaaat" teriak Riza berbangga memiliki adik seberani Raisya.


☘️☘️☘️


Di pondok yang berbeda, Firas sedang ngobrol dengan kakak perempuannya.


"Kak tahu gak, tadi adek ketemu sama guru ngaji adek yang di Bogor lho" ungkap Firas dengan semangat


"hmm..terus kenapa?" tanya Kakaknya dengan santai


"tadinya tadi adek mau bawa Kakak ganteng itu ke sini buat dikenalin sama kakak, eh tiba-tiba ada yang manggil kakak ganteng dari pondoknya, akhirnya aku gagal deh ngenalin kakak sama kakak ganteng" ucap Firas


Kakaknya Firas mengerutkan keningnya, aneh melihat adeknya bersiakap seperti itu.


"ya ampun dek, gak usah kesel kaya gitu, kan nanti di lain waktu bisa dikenalin sama kakak, mungkin nanti sore atau besok" ucap Kakaknya Firas dengan mengukas senyuman.

__ADS_1


😊🌻🌻🌻Terimakasih sudah setia membaca karyaku, like dan comenmu aku tunggu yah. Jangan sungkan berikan Krisan membangunnya. Salam Literasi untukmu Reader dan sukses selalu untuk kita semua 🌻🌻🌻😊)


__ADS_2