
Riza
Khorirunnisa senang saat dapat kabar dari Riza kalau Kinan lah yang telah menghubunginya. Khoirunnisa merindukan Kinan yang sudah lama tidak mengunjunginya.
Khoirunnisa juga sangat bahagia karena malam ini akhirnya bisa makan malam bersama. Kebahagiaannya terpancar dalam raut mukanya yang berseri. Makan malam sebelumnya biasanya hanya Ia lewati bersama Raisya dan Rois, sementara Rizal suaminya sering makan malam di luar karena urusan kantor. Sementara Riza kadang makan malam di rumah kadang bersama Ayahnya di kantor.
Khoirunnisa pun hanya bisa memendam rasa rindu pada anaknya yang kuliah di Bandung. Reinaldy baru saja liburan, tidak mungkin Ia pulang lagi dan tidak mungkin juga Khoirunnisa menjenguknya ke Bandung karena Rei baru saja liburan dan belum sampai sebulan di Bandung.
"Za, apa kamu sudah menghubungi adikmu di bandung, apa kabar Dia sekarang di sana?, dia belum ada menghubungi Bunda sejak dia kembali ke Bandung. Bunda hubungi juga pasti nomor nya sibuk terus" ungkap Koirunnisa pada Riza.
"hmm..belum juga sih bund, tapi kayanya dia lagi sibuk sama julalan di onlinenya deh, soalnya aku sering lihat story di Instgramnya tentang jualan mulu bund" jawab Riza sambil tersenyum
"Anak itu, mau kuliah apa mau julan sih sebenarnya. Aku sudah izinkan dia kuliah di bandung, aku jadi menyesal sudah setuju untuk tidak memberikannya lagi uang bulanan padanya, jadinya dia malah sibuk jualan" ucap Rizal dengan nada kesal
Riza dan bundanya saling menatap
"Sudah lah yah, bagus dong anak kita jadi mandiri. Lagian Rei juga tetap belajar ko yah, iya kan Za?" Ucap Khoirunnisa sambil mengedipkan matanya pada Riza seolah meminta dukungan untuk membela Reinaldy.
"I..iya yah, Rei meskipun sibuk jualan dia tetap rajin kuliah dan belajar kok" jawab Riza ikut membenarkan kata bundanya.
"darimana kalian tahu Rei rajin belajar?"
__ADS_1
"Hmm..ya pokoknya tahu lah Yah, sudah lah yah ayo ini makan lagi pudingnya, Raisya spsial membuatnya untuk kita" ungkap Khoirunnisa berusaha mengalihkan pembicaraannya."
🍃🍃🍃
Makan malam sudah usai, saatnya mereka beristirahat. Semua masuk ke kamar nya masing-masing. Kecuali Riza, Riza memilih keluar ke atas balkon untuk menyapa Bintang.
Riza duduk di kursi sambil meminum kopi. Riza mengedarkan pandangannya ke atas, ke langit yang bertabur bintang.
"Alhamdulillah hari ini cerah, sehingga aku bisa menatapmu dengan jelas, wahai engkau ciptaan Allah yang membuatku terpesona karena keindahanmu" gumam Riza sambil menunjuk bintang-bintang di langit.
Terdengar cicitan anak burung Cweet..cweet..cweet..ponsel Riza berbunyi. Riza mengambil ponselnya dan treng layarnya terbuka.
"Assalamu'alikum Za, kamu sedang apa?"
"Za, aku mau kasih tahu kamu, kemungkinan akhir bulan ini aku akan ke Indonesia, tapi tidak bersama kedua orang tuaku, karena mereka masih sibuk dengan kerjaan di Sini, jadi aku minta izin untuk tinggal di rumahmu selama aku di Indonesia, boleh yah, bilangin juga sama Bundamu" balasan Chat dari Kinan.
Riza tersenyum membacanya, lalu membalasnya lagi
"Aduh non, apaan sih kamu pake Izin-izin segala, kaya sama siapa saja, kalau mau ke rumah ya tinggal datang saja. Bunda juga pasti senang kamu bisa tinggal bersama kami di Sini"
Riza membalasnya dengan santai, lalu tiba-tiba mimik wajah Riza berubah
__ADS_1
"Tapi kita tidak bisa sedekat dulu Kinan, sekarang aku sudah tahu batasannya, meskipun kamu saudara dekatku tapi kamu bukan mahromku, sepupu bukanlah mahrom. Dulu kita begitu dekat, karena aku juga sudah menganggap mu adik sendiri." Gumam Riza bicara pada dirinya sendiri.
Di sisi lain Riza penasaran, dengan Kinan yang sekarang, dulu kinan adalah wanita tomboy. Riza penasaran dengan ceritanya nanti, saat dia berbicara tentang kehidupannya di Australia.
Waktu Riza satu kelas dengan Kinan, Riza bisa dikatakan tempat kinan untuk berbagi cerita tentang apa pun, Kinan selalu terbuka pada Riza, karena Riza juga adalah saudaranya, makanya Kinan tanpa caggung kalau curhat pada Riza.
🍃🍃🍃
Setelah Riza puas memandangi Bintang, akhirnya dia masuk ke kamarnya untuk tidur.
Seperti biasa jika Riza belum bisa tidur maka dia akan membaca buku terlebih dahulu. Riza mengambil bukunya ke atas ranjang, dan Riza mulai membaca bukunya sambil duduk di atas ranjang.
Riza tertarik dengan judul bab dari buku yang di bacanya, judulnya yaitu jadikan buah lemon itu minuman yang manis!
Riza menyimpulkan tulisan yang dibacanya,
"bahwa orang yang cerdik itu akan mengubah segala sesuatu yang menurutnya merugiakan menjadi sesuatu yang menguntungkan. Dalam artian berusaha untuk mengambil hikmah dari setiap kejadian." Gumam Riza setelah membaca isi buku yang dipegangnya.
Lalu Riza menutup bukunya, karena dirasanya sudah ngantuk, kemudian menyimpan buku di atas meja yang terletak di smaping tempat tidurnya.
Riza pun mengambil selimutnya dan menariknya hingga kebawah ke atas lehernya. Perlahan Riza pun menutup matanya, lambat laun Riza tertidur pulas.
__ADS_1
suasana di rumah Riza benar-benar sepi, semua penghuninya telah lelap dalam tidurnya.
(🌻🌻😊 Terimakasih sudah setia membaca. like & comen mu aku tunggu, krisan membangunnya jangan sungkan ya. Salam Literasi untukmu Readers sukses selalu untuk kita semua😊🌻🌻)