
Di penghujung subuh, ketika semburat langit nampak begitu cantik berikan kesan damai pada semesta
Jauh dari polusi udara kota yang membuat sesak
Langit begitu nampak cerah, bersih dan memutih
Awan bergerak beriringingan begitu lincah
Kabut-kabut masih hinggap menutupi rerumpunan, menutupi pucuk-pucuk daun pohon di pegunungan
Gundukan embun masih saja bergelayut manja pada setiap dedaunan dan rerumputan, enggan untuk melebur ke bumi, enggan pula untuk menguap menyatu bersama arakan awan yang bergelombang melukiskan diri pada hamparan langit.
Dua anak manusia sedang berjalan menyusur dinginnya pagi, menembus kabut menuju jarak yang siap diarungi. Dialah Riza yang sedang menoleh pada adiknya yang sejak pulanh dari Mesjid berusaha jahil padanya
"Apa sih kamu kepo dek" ucap Riza pada Rois yang sedang menunggu jawaban dari Riza
"Bukan kepo aku ka, tapi penasaran he..he.." Jawab Rois sambil cengengesan
"Sudahlah ayo dek jalannya dinpercepat, kamu belum mandikan?, Sudah mau jam 6.00 ini" Ajak Riza sembari menunjukan jam tangan dipergelangan tangan kirinya.
"Iya aku belum mandi tapi kan aku masuk sekolah jam 8.00 jadi masih cukup waktu untukku mandi bahkan aku bisa sarapan dulu" Ujar Rois
"Ah, sudah ayo jalannya dipercepat" ungkap Riza sambil menarik lengan adiknya.
"Ih, kakak aku pake sarung, susah kalau jalannya cepat-cepat kaya gini, awas yah aku akan tetap nanyain ynag tadi" ujar Rois sambil berjalan mengikuti Riza.
🍃🍃🍃
Sesampainya di rumah, Rois ngos-ngosan dan tanpa mengucap salam Dia masuk begitu saja. Rois langsung duduk dan meneguk teh manis yang terhidang di atas meja. Sementara Riza langsung ke kamarnya untuk menyimpan sarung dan sajadahnya.
Selagi Rois mengatur nafasnya, tiba-tiba Bundanya datang
"Eh anak bunda baru datang yah, Kakakmu mana?" Tanya khoirunnisa pada anaknya
"Hmm..sudah ke kamar bund" jawab Rois singkat
Sejurus kemudian Khoirunnisa mengambil gelas yang tadi ditaruhnya di atas meja, saat diangkatnya gelas itu, Khoirunnisa menatap Rois
__ADS_1
"Lho teh manis punya bunda kok sudah habis?" Ungkapnya bertanya pada Rois
"He..he..maaf bund, aku pikir itu buat aku, karena aku haus banget bunda jadi langsung teguk ajah, makasih ya bund, teh nya top markotop" ucap Rois sambil terkeukeuh dan pamit pergi untuk ke kamar.
Khoirunnisa hanya tersenyum dan menggelengkan kepala, atas kelakuan anaknya itu.
🍃🍃🍃
Pukul 7.00 semua sudah bersiap untuk sarapan, Khoirunnisa sudah menyiapkan menu sarapan pagi sesuai selera Suami dan anak-anaknya. Di atas meja sudah terhidang nasi goreng spesial sarapan pavorit Rois, ada sandwich dengan isian daging pavoritnya Raisya dan Riza, sementara Rizal dan Khoirunnisa makan nasi goreng. Sebagai pelengkap Khoirunnisa menyediakan salad buah segar, jika tidak habis bisa di bawa buat bekal ke kantor dan kadang di makan diperjalanan saat Raisaya dan Rois berangkat ke sekolah.
Khoirunnisa membawa susu murni dari dapur, lalu menyimpannya di atas meja.
"Ayo sarapan yang banyak ya, kalian kan harus mengeluarkan energi banyak buat bekerja dan berpikir" ucap Khirunnisa pada suami dan anak-anaknya.
Kemudian Khoirunnisa pun duduk bergabung untuk menyantap nasi goreng yang sudah terhidang di piring dihadapannya.
Khoirunnisa yang males makan, pun mencari-cari alasan supaya tidak menghabiskan makannaya
"Bund, kalau sarapan itu justru harus sedikit, kalau kebanyakan nanti kita bisa ngantuk di kelas" ungkap Raisya sambil menyikut Rois yang duduk di sebelahnya, seolah Raisaya minta dukungan dari Rois
"Apaan sih dek, aku lagi khusu makan nih, jangan di ganggu nanti nasinya tumpah" ujar Rois pura-pura tidak memgerti dengan apa yang Raisay lakukan.
"Eh kalian, makan kok sambil sikut-sikutan, kaya mau berantem aja" ungkap Riza sambil terkeukeuh
"Hmm..biasa Za, pasti itu ulah Raisya, Raisay malas sarapan. Ayo Raisya habisin sarapannya, kalau gak di habisin berarti Riasya harus minum susu double yah?" Ungkap Khorunnisa mencoba menjaili Raisya
Raisya memonyongkan mulutnya lalu menyantap sandwichnya dengan lahap hingga mulut nya penuh
"Nih Bund, sudah aku habisin" ungkap Raisya sambil menunjuk ke mulutnya yang penuh terisi makanan.
"Lagian kamu dek, kalau Kak Riza jadi kamu, kakak malah mau minum susunya double, susu murni kan sehat dek" ungkap Riza sambil melanjutkan mengunyah makanannya.
Kemudian ruang makan sepi karena semuanya sedang mengunyah makanannya dan menghabiskan makanan di piringnya masing-masing, setelah itu mereka minum satu gelas air putih kemudian di susul dengan satu gelas susu, maka selsai sudah sarapan mereka.
🍃🍃🍃
Riza dan Ayahnya berangkat beriringan dengan menggunakan mobil yang berbeda. sebelum berangkat mereka pamit pada Khoirunnisa
__ADS_1
"Bund aku pamit berangkat dulu yah" ungkap Riza pada bundanya sambil mencium punggung tangan bundanya dengan takzim
Riza keluar rumah lebih dulu, lalu di susul oleh Rizal, Rizal pun pamit pamit pada Istrinya
"Bund, ayah bernagkat kerja dulu yah, bunda jangan terlalu kecapean, jaga kesehatan ya bund, kalau bunda cape, urusan rumah tangga biar Bi Inah saja yang ngerjain, nanti Ayah hubungi BinInah" ungkap Rizal menunjukan perhatiannya kepada isterinya sambil mencium kening Khoirunnisa.
"Gak usah Yah, lagian hari ini pekerjaan di Butik gak terlalu banyak ko yah, makasih atas perhatiannya, ayah juga jaga kesehatan yah" Ungkap Khoirunnisa, menolak tawaran suaminya.
tiba-tiba dari belakang mereka muncul Rois dan Raisaya, mereka yang melihat adegan romantis ayah bundanya merasa bahwa itu menggelikan, dan mereka dengan kompaknya mengatakan sesuatu
"ciee..Ayah dan Bunda ehmm..ehmm" ungkap keduanya kompak
Khoirunnisa kaget dan memutar badannya ke arah belakang
"Astagfirullah, kalian jangan begitu sama bunda, nanti kalian kulat lho, bunda do'akan kalian jadi anak yang cerdas" ungkap khoirunnisa yang diakhiri dengan do'a untuk anak-anaknya
"sudah sana kalian berangkat sekolah, nanti kesiangan lho, tuh Pak Amin sudah nunggu dari tadi kasian" ungkap Rizal
"siap bos" kata Raisya sambil menirukan orang yang sedang hormat.
Raisya pun sembari menengadahkan tangannya pada bundanya
"Apa, mau salim?" kata Khirunnisa
"uang jajan bund biasa" ungkap Rizal menimpali
Raisya tersenyum
"Ayah tahu banget deh he..he.."
Khoirunnisa pun lalu mengambil uang di dompetnya dan memberikan 1 lembar uang Rp.50.000 pada Raisya dan Rp.50.000 pada Rois. setelah Raisya dan Rois mendapatkan uang jajannya, mereka pamit dan salim pada ayah dan bundanya. saat mereka keluar rumah mereka pun salim pada Riza yang sedang duduk di kursi di teras depan.
"Asslaamu'alaikum" ungkap Raisya dan Rois bersamaan
"wa'alikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, hati-hati yang dek, semoga hari kalian menyenangkan" ungkap Riza pada kedua adiknya yang telah berlalu.
(🌻🌻😊 Terimakasih sudah setia membaca. like & comen mu aku tunggu, krisan membangunnya jangan sungkan ya. Salam Literasi untukmu Readers sukses selalu untuk kita semua😊🌻🌻)
__ADS_1