
Keakraban Riza dan Ceri yang kembali tiba-menjadi hangat menjadi perhatian adik-adik Riza dan teman-temannya Rei yang sama sekali tidak mengerti dengan hubungan mereka yang terlihat seperti sudah akrab.
Dari kejauhan Firas menarik tangan Raisya,
"Kak, kak Raisya sinih deh, lihat kak Riza sama kak Ceri kok akrab banget yah, memangnya mereka pacaran yah kak?" Tanya Firas dengan polos.
Raisya memicingkan matanya menatap ke arah yang ditunjukkan oleh Firas,
"Hmm..kak Rasiya juga gak tahu dek, tapi setahu kakak mereka itu sudah kenal lama, mungkin sebelum kamu lahir kali mereka sudah temenan" Jawab Raisya ngasal.
"Ih kak Raisya jahat, aku serius kak, lihat deh mereka cocok kan kak, aku gak keberatan kalau kak Riza jadi kakak iparku" Ungkap Firas terus terang.
☘️☘️☘️
Di barisan Rei, ada Indah nyelak dari belakang,
"hei tunggui aku napa sih, hmm..Rei kak Ceri itu emangnya pacar kakakmu yah, kok sudah alrab kaya gitu, kaya sudah kenal lamaaaaa banget padahal tadi pas awal ketemu mereka diam-diam aja" Ungkap Indah mengutarakan isi hatinya.
"Hmm..wajarlah mereka akrab, mereka itu teman lama, sudah sejak Tk mereka sudah temenan" Jawab Rei mantap.
"Kok kak Rei tahu?" Tanya Rois yang datang tiba-tiba berjalan disebelah Rei.
"Kamu ngagetin aja dek, ya tahu lah kan aku saksi sejarah pertemanan mereka wk..wk..wk.." Jawab Rei sambil terkikik.
Akhirnya semuanya ikut terkikik menertawakan tingkah Rei.
☘️☘️☘️
Sementara Riza di belakang masih asyik bernostalgia dengan Ceri sahabat masa kecilnya. Riza tidak menyadari kalau mereka berdua tengah diperbincangkan oleh ketiga adiknya dan juga teman-temannya Rei.
Kekakuan itu benar-benar sudah hilang, sehingga Riza dan Ceri bisa tertawa lepas mengenang masa kecil mereka yang indah.
"Hmm..ri sekarang kegiatan kamu apa?" Tanya Riza dengan sedikit tidak enak.
Nama ri adalah panggilan kecil Riza pada Ceri saat mereka masih TK dan Kini Riza menyebut lagi nama itu. Riza meras telah menemukan kembali sahabat kecilnya.
"Aku pengangguran Za, hehe, hmm..aku lagi menekuni hobiku menjadi penulis Za dan sambil mengelola perusahaan ayah yang di Bandung, hmm kamu sendiri Za?" Ungkap Ceri mengawali dengan candaan.
__ADS_1
"Ya hampir sama lah ri, aku juga mengelola perusahaan Ayah" Jawab Riza singkat.
"Hmm..oh iya kok kamu bisa kenal sama firas, dan firas bilang kamu guru ngajinya deh kalau gak salah denger kemarin saat dia cerita sama aku," Tanya Ceri sambil menengok ke arah Riza.
"Oh itu, aku kenal karena Firas ikut ngaji sama aku he..iya begitulah, di komplek tempat kita tinggal ada beberapa anak yang tinggalnya dekat komplek, mereka minta aku ngajarin mereka ngaji. Tahu dong aku dari dulu gak tegaan dan aku kan orang baik, jadi aku terima ajakan mereka." Jawab Riza dengan berbangga dihadapan Ceri.
Berbangga tentu bukanlah watak Riza yang sebenarnya, dia hanya mencoba bercanda dihadapan teman masa kecilnya.
"Ish..dari dulu narsisnya gak pernah ilang, tobat atuh Za tobat, sudah tua juga ah" Ungkap Ceri sambil terkikik.
"Iya atuh neng, kamu sudah jadi orang sunda tulen yah, tinggal di Bandung, gaya bahasanya pale atuh he..he.." Ungkap Riza
Riza merasa lucu saat mendengar kata atuh dari mulut Ceri sehingga dia berani melontarkan kata-kata itu dihadapan Ceri.
"Oh iya Ri mumpung inget nih, boleh aku minta nomor ponselmu?" Tanya Riza sambil menyodorkan ponsel miliknya pada Ceri.
Ceri mengerti dengan maksud Riza, dia pun mengambil ponsel dari genggaman Riza dan mengetikan beberapa angka di ponsel itu. Tidak lama kemudian Ceri kembali menyodorkan ponsel pada pemiliknya. Riza pun mengambilnya dan tanpa melihat apa yang Ceri Ketik, dia langsung saja memasukkan kembali ponselnya ke saku jaketnya yang super tebal.
Mereka pun sejenak menghentikan obrolan mereka dan segera menyusul ke depan untuk bergabung bersama yang lainnya.
Setelah mereka puas jalan-jalan mereka pun kembali ke pondok masing-masing untuk bersih-bersih dan menunaikan Shalat maghrib.
Posisi pondok Ceri lebih dulu dijumpai daripada pondok tempat Riza dan juga tempat Raisya, maka Ceri pun pamit untuk masuk pondok duluan.
"Riza dan semuanya aku duluan yah, hmm kalau mau mampir dulu boleh kok" Ungakp Ceri sambil terenyum.
"makasih Ri, kami mau siap-siap buat Shalat dulu," Jawab Riza.
Rei menimpali,
"Oh iya kak Ceri, nanti malam ada acara gak?" Tanya Rei
Ceri menoleh pada Firas lalu dia menjawab,
"hmm..kayanya enggak deh Rei, kita nanti mau di pondok aja, iya kan dek?" Jawab Ceri sambil bertanya pada adiknya.
"bagus kalau gitu, kak Ceri sama Firas bergabung saja sama kami, kebetulan kami nanti malam mau makan di Restoran dekat sini, gimana?" Ungkap Rei mencoba menawarkan ajakannya pada Ceri.
__ADS_1
"udah fak usah banyak mikir, ikut aja Ri" Ungkap Riza penuh semangat.
"Hmm..boleh juga sih, eh Za, aku yang diajak kenapa kamu yang semangat" Ungkap ceri sambil tersenyum.
"lha kan aku juga di ajak Ri, di sini kan tuan rumahnya dia nih, jadi aku juga di ajak sama dia nih, mau ditraktirin" Jawab Riza sambil menepuk pundak Rei.
Padahal yang mau neraktir itu Riza bukan Rei, dasar Riza aja bertingkah di hadapan Ceri.
"tenang aja boz selama aku punya kak Riza aku aman, aku yang neraktir kak Riza yang bayar" Ungkap Rei tidak mau kalah sambil terkekeh menertawakan ucapnnya sendiri.
"ya udah pokoknya insyaallah kami ikut, kami permisi dulu yah, kami mau masuk" Ungkap Ceri.
"Oh iya kak, silahkan, sampai jumpa nanti yah kak, insyaallah nanti kita berangkat bareng lagi." Ungkap Rei mempersilahkan.
"Jangan lupa pakai jaket ya Ri, disini dingin" Teriak Riza terkesan mm emberikan perhatian tapi itu saat Ceri sudah masuk.
mendengar hal itu, Rei dan yang lainnya dengan serempak berdehem.
"Ehm..ehmm.."
Riza pun jadi salting, dan mencoba mengajak mereka untuk segera ke pondok masing-masing.
"hmm..ayo kita ke pondok, sebentar lagi maghrib" Ungkap Riza sambil berjalan mendahului.
Ceri di dalam senyum-senyum sendiri mendengar teriakan Riza barusan tentang mengingatkannya untuk pakai jaket.
☘️☘️☘️
Hai-hai aku datang lagi, makasih, makasih banyak lho bagi kalian yang masih setia membaca karyaku dan kasih like juga comen, semoga kalian selalu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam mencari ide..
Hmm..kira-kira setelah babang Riza dapat nomor hp Ceri, dia bakal sering nelepon Riza atau Ceri duluan yang menghubungi, hmm..atau jagan-jangan mereka nanti jadian kali yah, ya jadi tokoh utama di novelku he..he..
Selamat membaca semoga suka, salam semangat dan salam literasi, salam sukses buat kita semua😘😍
☘️☘️☘️
(😊🌻🌻🌻Terimakasih sudah setia membaca karyaku, like dan comenmu aku tunggu yah. Jangan sungkan berikan Krisan membangunnya. Salam Literasi untukmu Reader dan sukses selalu untuk kita semua 🌻🌻🌻😊)
__ADS_1