Pemuda Bermata Elang

Pemuda Bermata Elang
Masbuq


__ADS_3

Gelap malam membuat para penghuni bumi lelap dibuainya


Lelap hingga tenggelam ke alam mimpi


Melupakan nyata walau hanya sejenak


Gelap yang memyelimuti malam


Hadirkan nuansa damai yang tidak mudah dipungkiri


Rumah-rumah tertutup rapat, dihiasi lampu-lampu di setiap teras yang berjejer


Lampu-lampu jalan memperlihatkan pesonanya


Berikan aman bagi para penggunanya


Pohon-pohon pun tertidur, sesekali bangun karena terpaan angin


Serangga malam pun tidur, setelah lelah mereka berpesta


Suasana tengah malam tanpa kata dan suara


Hanya sunyi yang menemani


Riza yang sedang menikmati sunyi malam, dia melihat sesosok bayangan, bayangan itu semakin mendekat hingga jelas dinetra elang milik Riza. Mata elang Riza menelisik siapa dia yang ada dalam pandangannya. Sosok itu semakin mendekat terus mendekat hingga jelas sudah mata elang Riza mampu menangkap sosok bayangan itu.


Terlihat dengan jelas, sosok dihadapanny itu adalah seorang permpuan mengenakan gamis putih dan berjilbab lebar hingga menutupi lututnya, jilbabnya berwarna biru muda. Dari kejauhan perempuan itu nampak mengulas senyuman.


Riza pun membalas senyumnya, Riza berusaha mendekat, namun perempuan itu tak bergeming, dia hanya diam seperti patung. Jarak Riza dan wanita itu sekitar 5 merter, saat Riza berusaha untuk semakin mendekat, kaki Riza terasa begitu kaku, Riza merasa berat mengangkat kakinya. Akhirnya Riza urungkan niat untuk mendekati perempuan itu. Riza berteriak meminta sebuah penjelasan


"Hei kamu yang di sana, siapa pun kamu, tolong jawab pertanyaanku, kenapa kamu datang padaku?" Teriak Riza


Namun perempuan itu tak bergeming, sedikit pun dia tak bersuara


Riza kembali berteriak

__ADS_1


"Kamu sebenarnya siapa?, Kenapa kamu selalu datang padaku? Dan kenapa kamu selalu diam?" Teriak Riza penuh pertanyaan


Riza selalu mendapatkan hal yang sama, perempuan itu hanya diam.


Riza pu menyerah, dia pun kini ikut membisu, mata elangnya tetap menatap ke arah perempuan itu.


Lama mereka dalam kebisuan, hingga akhirnya perempuan itu memudar dan hilang dari pandangan Riza. Riza berusaha untuk mengejar namun terlambat dia sudah menguap bagai air yang diserap matahari.


"Kak..Kak..Kak Riza, bangun" suara Rois membangunkan Riza sambil tangannya menepuk-nepuk pipinya Riza. Riza sudah berkali-kali dibangunkan namun tidak bangun juga akhirnya Rois iseng untuk menciprati kakaknya dengan air.


Rei mengambil air dalam gelas di atas meja, lalu dituangkan ke tanggannya sedikit dan crettt..airnya sudah berlabuh di wajah Riza yang putih.


"Jangan, jangan pergi, tunggu aku" teriak Riza yang baru terbangun dari tidurnya


Rois yang menyaksikan tingkah Kakaknya tersenyum heran


"Apaan sih kak, tenang saja aku gak akan pergi sebelum kakak ke kamar mandi untuk berwudhu, aku akan tetap di sini menunggu kakak, karena aku disuruh ayah berangkat sholat bareng kakak ke mesjid" ungkap Rois sambil terkeukeuh sambil mengisyaratkan kakaknya untuk ke kamar mandi


"Astagfirullah dek, kamu ngagetin aja ah" ucap Riza sambil mengusap wajahnya yang basah karena cipratan air.


"he..he..maafin aku kak, habis sih dibangunin gak bangun-bangun dari tadi, maafin yah" ungkap Rois merasa bersalah


Riza pun bangun dan berjalan gontai menuju kamar mandi, sebelum masuk ke kamar mandi Riza berteriak


"Dek, makasih yah sudah bangunin kakak" teriak Riza sambil menutup pintu kamar mandi


"Meskipun caramu gak sopan sih, masa kakakmu dicipratin pake air" gumam Riza di dalam kamar mandi


Sementara Rois menunggu di shofa di kamar tidur Riza.


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Sejurus kemudian mereka berangkat ke mesjid untuk menunaikan sholat subuh berjama'ah. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mereka sampai di Mesjid. Sesampainya di sana mereka ternyata telat alias ketinggalan jama'ah.


Mereka masbuk karena ketinggalan satu Rakaat. Mereka terburu untuk masuk ke mesjid dan langsung saja mengikuti posisi imam di depan.

__ADS_1


Selsai sholat dan dzikir, ketika jama'ah yang lain satu persatu menghilang menelusuri nuansa subuh, Rois dan Riza masih duduk santai di mesjid.


"Kak, sebenarnya apa sih masbuk itu?" Tanya Rois pada Riza


"Masbuk itu merupakan keadaan dimana seseorang makmum terlambat shalat berjamaah setelah satu rakaat atau lebih. Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, beliau menyuruh umatnya untuk selalu menyempurnakan shalat dalam keadaan apapun.


โ€œApabila kalian telah mendengar iqamah, maka berjalanlah menuju shalat dan hendaklah kalian berjalan dengan tenang dan santai dan jangan terburu-buru. Yang kalian dapati maka shalatlah dan yang terlewatkan maka sempurnakanlah.โ€(HR. Al-Bukhari)


Jawab Riza mencoba menjelaskan


"Oh berarti kalau kita ketinggaln rakaat ya ka?Terus kalau kita masbuk kaya tadi gimana?, kan tadi posisi imam sudah Ruku, lalu apakah kita harus baca alfatihah dulu atau kita langsung ikut posisi ruku?" Selidik Rois penasaran


"Hmm..kakak sih kurang faham juga dek, tapi kakak pernah degar soal itu, ada perbedaan pendapat, jika menurut imam syafi'i kalau kita masih kedapatan rukuk maka dihitung satu rakaat tapi kalau kita tidak kedapatan ruku, misal imam sudah sujud maka kita ketinggalan satu rakaat dan kita harus menggantinya." Ungakap Riza mencoba menjelaskan


"Oh gitu yah kak, kalau caranya sama yah kaya sholat biasa kak?" Tanya Rois masih penasaran


"hmm..pertama jiika makmum terlambat datang ke masjid dan imam sudah dalam posisi rukuk, sujud, atau julus (duduk tasyahud), maka ia harus melakukan takbiratul ihram (dengan berdiri) untuk mulai salat, lalu mengucapkan takbir (Allahu Akbar) lagi untuk kemudian mengikuti posisi imam.


Jika imam masih membaca surat Al-Fatihah atau surat pendek, maka hanya takbiratul ihram saja.


yang kedua setelah imam selesai melakukan salam dan mengakhiri salat, ia tidak boleh melakukan salam, tetapi langsung berdiri untuk menambah rakaat yang telah terlewat" ungkap Riza berusaha menjelaskan..


"Hmm..dek untuk saat ini itu dulu yah, nanti kakak cari tahu lagi yah" ungkap Riza pada Rois


"Siap kak, makasih yah kak" jawab Rois


"ya sudah yuk kita pulang, nanti Bunda nyariin lagi karena kita telat" ungkap Riza sambil melipat sajadahnya


"enggaklah kak kan tadi Ayah tahu kita di sini, ngapain dicariin he..he..he.." ucap Rois sambil tersenyum


Setelah mereka melipat sajadah mereka, Riza dan Rois pun keluar Mesjid dan berjalan menuju ke rumah mereka.


di perjalanan Rois masih saja usilin Riza


"Kak, btw tadi kenapa kakak kaget gitu sih saat aku bangunin?" selidik Rois berharap mendapatkan jawaban.

__ADS_1


Riza hanya menatapnya sambil tersenyum sinis.


(๐ŸŒป๐ŸŒป๐Ÿ˜Š Terimakasih sudah setia membaca. like & comen mu aku tunggu, krisan membangunnya jangan sungkan ya. Salam Literasi untukmu Readers sukses selalu untuk kita semua๐Ÿ˜Š๐ŸŒป๐ŸŒป)


__ADS_2