Pemuda Bermata Elang

Pemuda Bermata Elang
Telepon dari Rei


__ADS_3

Tibalah hari kepulangan Rois dari rumah sakit, setelah semua administrasinya telah diselsaikan keluarga Riza langsung saja pamit pada dokter untuk pulang


"Pak, makasih karena telah membantu merawat anak kami, kami permisi pulang ya pak" ungkap Rizal mewakili keluarganya


"Baik pak, semoga Rois cepat pulih dan bisa kembali ceria seperti sedia kala, jangan lupa obatnya diminum ya Rois" jawab Dokter Farhan pada Rizal dan tangan kanannya sembari menepuk pundak Rois yang berada di sebelahnya.


☘️☘️☘️


Sesampainya di rumah Rois langsung protes saat di suruh untuk ke kamar


"Bunda aku bosan, jadi aku jangan disuruh untuk ke kamar, terus istirahat dan tidur. Sudah tiga hari aku di rumah sakit, aku hanya bisa berbaring dan tidak ngapa-ngapain. Jadi izinkan aku hari ini untuk duduk duduk lah bunda di sini sebentar" ucap Rois sambil duduk di ahofa di ruang keluarga


Khoirunnisa dan yang lainnya saling melemparkan senyuman


"Baikalah, apa pun itu yang penting membuatmu bahagia sayang" ucap Khoirunnisa sambil mengecup kening anaknya.


"Riza dan Raisya temani Rois yah, bunda dan ayah mau istirahat dulu sebentar yah" ungkap Khoirunnisa


Khoirunnisa merasa badannya letih, dia kurang tidur, selama di rumah sakit dia selalu bergadang menunggui anaknya itu. Begitu juga dengan Rizal, akhirnya Khoirunnisa dan Rizal memutuskan untuk tidur supaya bisa memulihkan energinya.


☘️☘️☘️


Di ruang keluarga Rois benar-benar di perlakukan seperti Raja, di ambilkan minuman, dan makanan


"Baik tuan raja, di sini aku Raisya siap untuk melayani tuan, jika tuan butuh sesuatu silahkan katakan saja tuan" ungkap Raisya sambil membungkuk dan mengangkat gamisnya ke atas sedikit, bergaya seperti seorang putri sedang memberikan hormat pada rajanya.


Riza dan Rei tertawa menyaksikan kekonyolan Raisya, tiba-tiba saat sedang asyik mereka tertawa, drttt..drttt..drtt ponsel Riza bergetar dan terdengar bunyi suara anak burung cweet..cweet..cweet..


Riza meraih ponselnya di atas meja dan treng...bunyi ponselnya saat layarnya disentuh oleh Riza


"Stt...ada telepon dari Rei si Bandung" ucap Riza merapatkan telunjuknya pada bibirnya saat tahu yang meneleponnya adalah Rei adiknya.


"Hallo..Assalamu'alaikum ka" terdengar Rei mengucap salam dari sebrang telepon sana


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh dek, apa kabarmu?" Jawab Riza

__ADS_1


"Alhamdulillah aku baik ka, hmm ka gimana kabar Rois, dia sudah baikan kan?" Tanya Rei


"Alhamdulillah Kita semua di sini sehat Rei, begitu juga dengan adikmu Rois, dia juga sudah pulang kok dari rumah sakit" jawab Riza


"Syukurlah kak, kalau begitu, mana kak aku mau ngomong sama adik-adik akau, aku kangen ka" ungkap Rei


"Nih mereka ada di sini, ngomong aja Rei, ini sudah kak Riza lodspicer ko" jawab Riza


Lalu Riza memberikan isyarat kepada kedua adiknya untuk mendekat kearahnya. Raisya dna Rois pun langsung menggeser duduk mereka, merapat pada Riza.


"Assalamualaikum dek Rois, dek Raisya apa kabar?" Tanya Rei


"Alhamdulillah Kami baik ka, aku kangen kakak" teriak Raisya sama Rois pada ponsel di depannya.


Rei bahagia mendengar adik-adiknya dalam keadaan baik, Rei sempat khawatir ketika tahu dari Riza kalau Rois di rawat di rumah sakit. Rei tidak tahu tentang kasus penculikan itu, Riza hanya memberitahuakan kalau Rois sakit karena kelelahan. Riza sengaja merahasiakannya dari Rois karena atas saran dari Bundanya, supaya Rei tidak begitu khawatir.


"Kak Rei juga kangen sama kalian, syukurlah kalau kalian sehat, hmm..makanya main ke sini dek kalau kangen sama kakak, nanti kakak ajakin kamu keliling di kampus kakak dan kakak ajakin kalian jalan-jalan di Sini, banyak jajanannya lho dek di sini, enak-enak dan murah-murah lho" ungkap Rei mencoba menghibur Rois


Mendemgarkan cara mereka komunikasi Riza hanya tersenyum.


"Ia kak, wa'alaikummussalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab Rois dan Raisya barengan


Tuut..tuut..tuut telepon terputus karena sudah di tutup oleh Rei. Raisya pun mengembalikan ponselnya pada Riza


"nih kak" ungkap Raisya singkat.


mendengar ajakan kakaknya saat di telepon, Raisya tiba-tiba merasa punya ide, dia berharap idenya bisa di setujui oleh kak Riza dan yang terpenting oleh orang tuanya.


Melihat Raisya diam saja, akhirnya Riza iseng kembali, dia mendekat pada Raisya lalu dia memencet hidung Raisya


"Hmm..kamu nih kenapa bengong, nanti ayam tetangga pada mati lho, kalau bengong kaya gitu" ungkap Riza sambil terkekeh


Raisya memonyongkan mulutnya


"Ih kakak, hidungku ini jangan dipencet-pencet mulu nanti jadi pesek, lagian siapa juga yang lagi bengong, aku tuh lagi mikirin sesuatu tahu" ungkap Raisya sambil memegang hidungnya yang sedikit memerah karena di pencet sama Riza.

__ADS_1


"emang kamu mikirin apa dek" tanya Rois yang duduk di sampingnya


"hmm..gimana kalau hari libur minggu depan kita main ke bandung, ke tempat kak Rei" ungkap Raisya dengan semangat


Riza mendelik pada adiknya itu, sambil mengangguk-nganggukan kepalanya


"boleh juga idemu dek, nanti pakai mobil kakak saja, tapi..jangan senang dulu, nanti kita harus bicarakan dulu sama ayah dan bunda" ucap Riza


Sebenarnya ide Raisya bagus menurut Riza, karena bisa sekalian dijadikan ajang psikotrapi buat Rois. Riza mengingat betul apa yang diperbincangkan olehnya bersama dokter Farhan saat di rumah sakit.


Roisharus mendapatkan lingkungan yang baik, kasih sayang dan sering-sering membuatnya bahagia supaya lambat laun trauma itu bisa hilang. Kalaupun tidak hilang minimal bisa mengendalikannya dengan baik.


Riza pun bangkit dari duduknya


"ayo kita siap-siap untuk sholat duhur, nanti berjama'ah di kamar kakak aja yah" ungkap Riza


"Terus ayah sama bunda?" Tanya Raisya


"mungkin ayah dan bunda sholatnya di kamarnya" ungkap Riza sekenanya


Riza pun pergi ke kamarnya


"kakak tunggu di kamar yah, jangan lama-lama di kamar mandinya, gak bagus, karena di kamar mandi itu sarangnya jin" ungkap Riza pada Raisya dan Rois


☘️"Sesungguhnya tempat buang hajat, didatangi setan. Jika kalian masuk WC, maka ucapkanlah; A'uuzu billahi minal khubutsi wal khabaits (aku berlindung kepada Allah dari setan laki dan perempuan)"


(Diriwayatkan oleh Abu Daud, no. 6. Dinyatakan shahih oleh Al-Albany dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 1070)


☘️Guhfroonaka alhamdulillahi alladzi adzhaba ‘anni al-adza wa ‘aafaani. Allahumma ij’alni minat tawwaabiina waj’alni minal mutathohhiriin. Allahumma thohhir qolbi minan nifaaqi wa hashshin farji minal fawaahisyi


Artinya, "Dengan mengharap ampunanmu, segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit dari tubuhku, dan menyehatkan aku. Ya Allah, jadikanlah aku sebagai bagian orang yang bertobat dan jadikanlah aku bagian dari orang yang suci. Ya Allah, bersihkan hatiku dari kemunafikan, dan jaga kelaminku dari perbuatan keji (zina)."


"ingat itu yah dek, oh iya dek kalau kamu merasa do'a pas keluar kamar mandi itu kepanjangan kamu gak apa-apa baca gufronaka 3x yah" ungkap Riza sambil masuk ke kamarnya.


(😊🌻🌻🌻Terimakasih sudah setia membaca karyaku, like dan comenmu aku tunggu yah. Jangan sungkan berikan Krisan membangunnya. Salam Literasi untukmu Reader dan sukses selalu untuk kita semua 🌻🌻🌻😊)

__ADS_1


__ADS_2