Pemuda Bermata Elang

Pemuda Bermata Elang
Menjemput Raisya dan Rois


__ADS_3

Di kediaman keluarga Rizal, suasana masih terasa duka, Khoirunnisa masih menangis sedari tadi saat mendapatkan kabar penculikan kedua anaknya. Riza berusaha untuk terus menghibur Bundanya, karena untuk saat ini hanya itulah yang bisa dia lakukan. Untuk melacak penculiknya sangat susah karena tidak ada sedikitpun tanda.


Pak Amin pun tidak bisa memberikan informasi karena dia sendiri pingsan jadi tidak tahu kemana penculik itu pergi, bahkan Pak Amin pun tidak tahu nomor plat mobil penculiknya.


"Yah, gimana ini, mau sampai kapan kita menunggu?" Ungkap Khoirunnisa sambil terisak


"Ayah tahu kalau Bunda sedih, tapi masalahnya kita tidak punya bukti dan tanda-tanda dari penculik itu Bund, jadi kalau pun kita lapor polisi pasti di suruh nunggu sampai satu kali 24 jam, jadi untuk sementara ini kita bersabar saja dulu" ungkap Rizal berusaha menenangkan istrinya


"Benar kata ayah bund, kita tunggu saja sampai penculiknya menghubungi kita, secara logika, kenapa mereka menculik Raisya dan Rois pasti ada yang mereka inginkan dari keluarga kita Bund jadi sudah pasti mereka akan menghubungi kita" ungkap Riza berusaha menerka-nerka


"tapi Za, apa motif mereka, keluarga kita setahu bunda tidak punya musuh Za" tanya Khoirunnisa


"Wallahu'alam apa motifnya bund, Riza juga tidak tahu" ungkap Riza dengan suara pelan


"Lihat Za sudah jam berapa ini, Rois dan Raisya di culik sejak mereka berangkat sekolah lalu sekarang..?" Ucap Khoirunnisa dan kembali tangisnya meledak


Diliriknya oleh Riza jam di tangannya sudahenunjukan pukul 14.00, dan sampai detik ini belum ada informasi apapun terkait penculikan itu. Riza pun mulai khawatir

__ADS_1


Sementara Rizal sedari pulang dari kantornya, dia pun merasa tidak tenang takut terjadi apa-apa dengan kedua anaknya. Rizal mondar mandir berharap ada informasi dari penculiknya setidaknya dengan itu dia bisa tahu di mana keberadaan kedua anaknya.


Sejurus kemudian drtttt..drtttt..drtttt..ponsel Rizal yang diimpannya di atas meja bergetar, Rizal langsung mengambilnya, dan nampak di layar ponselnya nomor baru, tanpa basa-basi langsung saja Rizal mengangkatnya


"Assalamu'alikum yah, ini Raisya, Raisya mau pulang, Raisya mau ayah jemput sekarang juga, Raisya takut di sini yah" ungakap Raisya di sebrang telepon sana


Mendengar suara anaknya, Rizal mengucap syukur


"Ahamdulillah wasyukurilah" ucap Rizal sambil langsung menghentakkan lututunya ke lantai dan sujud syukur


"Wa'alikumsalam warahmatullahi wabarakatuh nak, bagaimana keadaanmu sekarang nak?"


"Aku lemes yah, aku lapar" jawab Raisya sekenanya


"Penculiknya mana nak, biar ayah marahin mereka kalau mereka menyiksa kalian" ungkap Rizal


"Gak ada yah, kami sudah kabur, sekarang kami ada di rumah warga, ini kami minjem ponsel yang punya rumah" ungkap Raisya melemah

__ADS_1


"Hallo..Hallo nak, kamu kenapa?" Ucap Rizal dengan cemas


"Maaf pak ini saya Ihsan saya yang punya ponsel ini, kedua anak bapak sepertinya kelelahan jadi mereka pingsan pak, tapi tenang saja mereka sudah di urus sama yang lain pak, insyaallah mereka baik-baik saja. Bapak di harap segera menjemput mereka ke sini karena khawatir penculiknya mencari mereka hingga ke sini" ungkap Ihsan di sebrang telepon sana


"Baik nak Ihsan, terimakasih atas informasinya, kami akan segera ke sana, kami titip dulu anak kami, tolong jaga anak kami yah nak Ihsan" ucap Rizal sembari mengakiri teleponnya.


Setelah perbincangan di telepon Rizal dan Riza segera bergegas menuju tempat yang telah disampaikan oleh Ihsan ditelepon tadi. Sementara Khoirunnisa diminta untuk tetap si rumah dan di jaga oleh Dewi yang setia dari pagienunggui Khoirunnisa.


"Dew, minta tolong temenin dan jagain Bu Nisa yah, dan tolong bujuk untuk makan, karena kata Riza dari tadi Ibu Nisa belum makan" ucap Rizal pada Dewi


"Baik pak, tenang saja saya akan menjaga Ibu Nisa dan akan mencoba untuk membujuknya makan pak" jawab Dewi


Setelah itu Rizal dan Riza pun pergi untuk menjemput Rois dan Raisya


"Hati-hati yah, tolong bawa anak-anak kita dengan selamat" ungkap Khoirunnisa pada suaminya sebelum berangkat.


(๐Ÿ˜Š๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒปTerimakasih sudah setia membaca karyaku, like dan comenmu aku tunggu yah. Jangan sungkan berikan Krisan membangunnya. Salam Literasi untukmu Reader dan sukses selalu untuk kita semua ๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐Ÿ˜Š)

__ADS_1


__ADS_2