
Setelah Rois di rumah sepertinya Rois sudah baik-baik saja, keadannya sekarang sudah seperti sedia kala, seolah tidak terjadi apa-apa pada Rois. Rois benar-benar kembali ceria pikir Riza saat melihat kedua adiknya sedang asyik main game.
Riza menghampiri kedua adiknya,
"Hei tuan dan nyonya, apa sih yang kalian mainkan itu, kenapa kalian begitu serius seperti itu memandangi ponsel kalian, kakak jadi penasaran" ucap Riza sambil nyelonong menggeser Raisya dan Rois lalu duduk di tengah-tengah mereka
"Ishh...Kakak nih ganggu aja, orang lagi asyik begini, nih lihat nih jadi mati kan gara-gara kakak" ucap Raisya cemberut sambil menunjukan ponselnya ke arah pandangan Riza
Riza tergelak melihat game yang sedang mereka mainkan
"Bha..ha..ha..ternyata main cacing dek dari tadi, kakak pikir kamu lagi main apa, ampun dah tuh permainan makin hari makin dibuatnya kece aja, tapi kecean ular jaman kak Riza dulu waktu SD" ungkap Riza sambil menyandarkan badannya ke shofa.
Mendengar itu Raisya menyipitkan matanya, Raisya merasa penasaran dengan permainan yang di maksud kakaknya.
"Hmm..emang ada yah kak ular yang kece jaman kakak dulu, Raisya gak yakin" tanya Raisya dengan nada mengejek
"Adalah dek, bahkan lebih terkenal, dia dek ularnya yang tidak akan pernah mati jika dia makan maka akan bertambah panjang ukuran badannya. Dia tidak terkalahkan dan hanya akan mati jika dia memakan dirinya sendiri, serem kan dek" ucap Riza serius
Raisya dan Rois mengernyitkan dahinya, mereka belum sadar dengan apa yang Riza katakan.
"Emang ada kak ular kaya gitu, yang tidak akan mati kecuali dengan memakan dirinya sendiri, kakak pernah lihat ular itu? Kok kaya Zombi si kak" tanya Raisya penasaran
"Tahu gak dek ular itu adalah permainan kaya pernainan cacing di ponselmu itu uniknya permainan itu hanya ada di ponsel N***A" ucap Riza sambil terkekeh
Riasya kesal mendengar penjelasan Kakaknya
"Ishhh..kakak, aku pikir ular beneran, tahu-tahunya game juga" dengus Raisya kesal
"Lha siapa coba yang bilang ular beneran, di awal cerita gak ada tuh kakak bilang ular beneran, lagian kan tadi kita lagi bahas game masa kagak ngeuh juga sih dek" ucap Riza sambil kembali terkekeh.
Melihat kedua adiknya kembali fokus pada permainannya, Riza beranjak dan sebelum beranjak Riza berpesan pada keduanya.
__ADS_1
"Selamat bermain, tapi ingat yah jangan sampai lupa waktu, kalau dengar adzan sudahi main game nya ok" ucap Riza sambil berjalan menunju kamarnya
"Ok ka" dengan singkat keduanya menjawab dan mereka kembali fokus pada permainan mereka.
☘️☘️☘️
Sementara Riza masuk kamar, Riza merebahkan badannya di kasur, Riza merasa tubuhnya butuh Istirahat sejenak sambil menunggu adzan asar.
Tapi Riza tidak bisa memejamkn matanya, akhirnya Riza bangkit lagi dari tempat tidurnya
"Ah kenpa aku ini, badanku begitu letih tapi kenapa mataku tidak bisa aku ajak kompromi, aku sama sekali tidak bisa memejamkan mata" gumam Riza pada dirinya sendiri
Akhirnya Riza memilih untuk menggerakan badannya ke kamar mandi,
"sudah lah kalau gitu mungkin aku harus mandi dulu, biar badan ini segar lagi" ungkap Riza sambil membawa handuk ke kamar mandi.
☘️☘️☘️
Rois dan Raisya ternyata mereka main game sampai mereka ketiduran di shofa, saat Riza mau mengajak mereka sholat ternyata itu yang Riza dapati.
Riza berusaha membangunkan kedua adiknya dengan klitikan supaya keduanya cepat bangun. Benar saja caranya Riza memang jitu, dalam sekejap Raisya dan Rois langsung terbangun.
"Ampun kak, jangan di klitikin ih geli, iya aku bangun nih" ungkap Raisya masih dalam keadaan memejmakan matanya.
Riza tertawa melihat tingkah adiknya, Riza memang sedikit usil dia mengambil makanan di atas meja lalu memasukan makanan itu ke dalam mulut kedua adiknya.
"Ih kakak nih apa-apaan sih" ucap Rois sedikit kesal
"makanya bangun, sudah asar tuh" ucap Riza sambil menepuk-nepuk pipi kedua adiknya itu bergantian
"iya kakak iya" ucap Raisya sambil mencoba untuk duduk tegak, dan mengunyah makanan yang Riza masukan tadi ke dalam mulutnya
__ADS_1
Raisya menikmatinya, matanya terbuka saat di rasa makanan itu enak
"hmm..kok enak sih kak..aku mau lagi dong" ungkap Raisya
Raisya mulai menjulurkan tangannya ke meja, bermaksud untuk mengambil makanannya. Namun keburu Riza mendelik pada Raisya dan langsung dengan sigap mengambil toples yang ada dihadapannya.
"Eit, tidak bisa nona, wudhu dulu sana, nanti baru kakak kasih lagi
Raisya Kesal, lalu dia memoyongkan mulutnya dan berlalu dari hadapan Riza. Sementara Rois dia masih tertidur. Jangan panggil Riza kalau tidak punya cara untuk membangunkan adiknya, Riza mengambil air lalu langsung mencipratkannya ke wajah Rois. Akhirnya Rois terbangun
"Kakak Ih, iya aku bangun" ungkap Rois dan langsung pergi meninggalkan Riza di ruang keluarga.
Riza berusaha untuk selalu mengingatkan keluarganya untuk selalu ada dalam kebaikan meskipun dia sadar dirinya pun masih perlu banyak belajar tapi inilah yang bisa Riza lakukan untuk kebaikan keluarganya. Riza ingin mengamalkan apa yang pernah dia dpatkan saat belajar pada gurunya,
"Allah Berfirman dalam Qur'an Surah Luqman ayat 17:
Dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallambersabda:
“Hak Muslim atas Muslim lainnya ada enam: jika engkau bertemu dengannya maka ucapkanlah salam kepadanya; jika ia mengundangmu, maka penuhilah undangannya; jika ia meminta nasihat kepadamu, maka nasihatilah ia…” (HR. Muslim no. 2162)"
☘️☘️☘️
Rois dan Raisya sudah kembali ke ruang keluarga menemui Riza yang sudah menunggu untuk sholat berjama'ah. Raisya sudah rapi dengan mukena bunga-bunganya dan Rois dengan koko warna putih disertai sarung kotak-kotaknya yang berwarna hijau lumut.
Riza tersenyum menyambut kedua adiknya itu
"nah kan kalau sudah wudhu kalian jadi cantik dan ganteng" ucap Riza sebelum mendirikan sholat
"ayo kamu sini Rois, berdiri di belakang kakak dan kamu Raisya berdiri di belakang kak Rois" ucap Riza sebelum takbir
__ADS_1
Bagusnya laki-laki memang sholat berjama'ah di Mesjid, tapi kali ini kondisi Riza dan Rois sedang sedikit kelelahan sehingga mereka sholat berjama'ahnya di rumah.
(😊🌻🌻🌻Terimakasih sudah setia membaca karyaku, like dan comenmu aku tunggu yah. Jangan sungkan berikan Krisan membangunnya. Salam Literasi untukmu Reader dan sukses selalu untuk kita semua 🌻🌻🌻😊)