
Raisya mendekati ketiga kakaknya yang sedang berkumpul di ruang serbaguna dikosan Rei. Raisya sebenarnya cuek saja nyelonong duduk di tengah-tengah Ketiga kakaknya dan ketiga teman kos Rei.
"Permisi-permisi, tuan putri mau lewat" ungkap Raisya berjalan sambil membungkukkan setenagh badannya saat melewati teman-teman Riza.
Lalu Raisya duduk disamping Rei, dan langsung ikut nimbrung dengan pembicaraan yang sedang mereka bicarakan. Melihat sikap Raisya yang cuek dan polos, Rei mendelik ke arah Raisya dan kemudian mengangkat-ngangkat alisnya.
Melihat tingkah Rei, Raisya tidak mengerti apa maksudnya dia hanya tersenyum polos tanpa dosa.
"Rei, lucu juga adek mu" ungkap Arzaq sambil memberikan senyuman termanisnya pada Raisya.
"Huss...awas aja kamu berani godain adek aku, dia masih kecil tahu" ungkap Rei merasa keberatan dengan kata-kata Arzaq
"Lha..Kok sewot mas bro, aku kan cuma bicara jujur lho yah, parah kamu Rei" ungkap Arzaq protes berusaha membela diri
Raisya memang masih berusia 15 tahun tapi perawakannya tinggi sekitar 162 cm, sehingga wajar jika orang yang baru melihatnya menganggap Raisya sebagai perempuan dewasa. Bahkan mungkin pernah ada yang naksir sama Raisya. Padahal kalau sudah tahu aslinya pasti kabur, karena Raisya manja tapi sedikit galak, maklumlah anak bungsu tapi tomboy, jadinya manja-manja tapi mengerikan ha..ha..
Melihat perdebatan Rei dan Arzaq, akhirnya Riza mengambil insiatif untuk pergi jalan-jalan.
"Rei, kapan nih kamu mau ngajak jalan-jalan, mumpung masih pagi nih" ungkap Riza menghentukan perdebatan yang terjadi
"Hmm..gimana kalau untuk hari ini kita pergi ke puncak lembang ka, soalnya kalau besok pasti padat banget, jadi sekarang aja, kalau jalan-jalan sekitar sini gampang bisa besok ko." Ungkap Rei penuh dengan semangat.
"Tapi ka, masa aku bidadari sendirian, kan kasian, nanti jadinya bidadari kesepian, masa Raisya pergi bareng enam laki-laki kak, ajaklah teman perempuan kakak, masa sih kak Rei gak punya teman perempuan satu pun" ungkap Raisya benar-benar menohok bagi Rei.
Ketiga teman Rei saling berpandangan dan tidak lama setelah itu mereka tertawa bareng bha..ha..ha..
☘️☘️☘️
Sesampainya di puncak, mereka langsung saja menyimpan barang-barang mereka di pondok bambu. Mereka sengaja tidak menginap di hotel karena menurut mereka tidur di pondok bambu lebih menyenangkan.
Tadi pagi mereka akhirnya bersepakat untuk menginap di Lembang, karena kalau harus cepat pulang, sayang perjalanannya yang lama karena macet dan juga sayang jika keindahan puncak Lembang harus dilewatkan begitu saja.
__ADS_1
Tempat wisata yang mereka datangi adalah Grafika Cikole, sebuah taman wisata yang menawan dan terletak di Jalan Tangkuban Prahu Km 8, Cikole, Lembang. Objek wisata Lembang ini mengkombinasikan beberapa tema, mulai dari wisata alam, outbound, kuliner, hingga wisata kekinian dan juga penginapan.
Karena fasilitas itulah akhirnya mereka menyepakati untuk liburan di Grafika. pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai jenis aktivitas liburan yang seru dan menyenangkan.
Apalagi Raisya, sangat bersemangat setelah dikasih tahu ada paket Outbound regular yang disediakan seperti Flying Fox, Paint Ball, turun tebing, Jembatan Burma dan Jembatan dua tali.
☘️☘️☘️
Raisya ditemani oleh Indah, Rara dan juga Iren, mereka tidur dalam satu kamar. Jaraknya cukuo jauh dari kamar Riza, dan yang lainnya.
Sebelum jalan-jalan Raisya memilih untuk istirahat sejenak, karena meras sedikit kelelahan selama diperjalanan yang cukup jauh dna semakin terasa jauh karen macet.
Sambil duduk di kursi, tiba-tiba Raisya baru kepikiran, kok bisa Kakaknya kenal sama Kak Indah, daripada penasaran akhirnya dia bertanya langsung pada Indah.
"Kak Indah, kata kak Rei kak Indah teman satu kelasnya yah?, Hmm..kakak deket yah sama kak Rei?" Tanya Raisya
"Iya Sya, kak Indah teman satu kelasnya Kak Rei, hmm..kalau deket ya tanya aja sama kak Rei" ucap Indah membuat Indah tidak puas, maklum Raisya kan anak remaja, jadi dia kepo he..he..
Mendengar pertanyaan Raisya, Indah jadi terbayang kembali detik-detik saat Rei minta bantuannya supaya dia mau menemani adiknya ini,
waktu itu Rei datang ke bangku di kelas saat jam kuliah sudah berakhir,
"Assalamu'alikum Indah, hmm..kamu ada acara gak libur minggu ini?" tanya Rei saat itu, begitu to the point
jangan ditanya perasaanku bagaimana, jelas aku sangat senang dan aku jelas tidak akan menolaknya, andai dia mengajakku liburan. Tapi jangan sebut aku Indah jika menerimanya begitu saja, aku pasti akan memberikan dia syarat tentunya.
"Hmm..gak kemana-mana sih, emang kenapa Rei?" tanyaku saat itu
"Indah mau yah bantu aku, aku gak tahu mau minta tolong sama siapa lagi, keluargaku datang jauh-jauh dari bogor ke Bandung, masa sih aku gak ngjak mereka jalan-jalan" ungkap Rei lagi-lagi polos
__ADS_1
"Terus masalahnya dimana dan kenapa aku harus bantu kamu?" tanyaku
"masalahnya aku punya satu adik perempuan, nah dia kan kasian nanti kalau jalan masa perempuannya cuma sendiri, jadi maksud aku tuh aku mau minta tolong sama kamu supaya ikut liburan bareng kita sekalian nemenin adek aku itu" ungkapnya serius
"gimana yah, hmm.." belum selsai aku ngomong, eh dia motong pembicaraan gitu saja
"mau lah Indah, yah, kamu kan baik"ungkapnya
"ok lah aku ikut tapi kamu harus terima tawaran mamih untuk makan malam minggu depan, gimana?" ucapku pura-pura menolak.
Rei, terdiam cukup lama, namun akhirnya dia menyanggupi. Tiba-tiba cubitan kecil menyengat di lengannya Indah membuyarkan lamunanya.
"Awwww...apaan sih ih, sakit tahu" ungkap Indah sambil memukul tangan Iren.
"Habisnya tuh si Rasiya lagi ngomong sama kamu, kok malah dicuekin" ungkap Iren sambil matanyanya mendelik ke arah Raisya.
☘️☘️☘️
Di kamar yang berbeda Riza, Rei dan Rois juga ketiga teman Rei sedang asyik bercerita.
"Rei, kok kamu bisa ngajak teman perempuan ke sini, dia teman kamu?" tanya Riza pada adiknya
"teman tapi demen" celetuk Abror yang suka horor tiba-tiba
Rei menatap serius ke arah Abror, dan sejurus kemudian mereka baku hantam saling menjitak.
"Apaan kamu Abror, ngaco ngomongnya" sarkas Rei pada Abror
"Ya ampun Rei, kenapa kamu kaya bocah gitu, malu tuh sama teman-temanmu juga sama adikmu nih, kamu gak sadar apa di sini ada Rois" ungkap Riza menyadarkan tingakh adiknya
Riza pun sepertinya tidak ingin mengganggu Rei dan temannya, Riza memilih untuk keluar, menghirup udara yang masih terasa segar, padahal sudah siang.
Saat sedang berjalan-jalan di luar, Riza melihat ada sosok perempuan yang baginya sangat Famyliar, tapi jaraknya cukup jauh sehingga Riza tidak bisa melihatnya dengan jelas.
__ADS_1
(😊🌻🌻🌻Terimakasih sudah setia membaca karyaku, like dan comenmu aku tunggu yah. Jangan sungkan berikan Krisan membangunnya. Salam Literasi untukmu Reader dan sukses selalu untuk kita semua 🌻🌻🌻😊