Pemuda Bermata Elang

Pemuda Bermata Elang
Rois Membaik


__ADS_3

Di ruangan PIV Rois terbaring, selang infus terpasang di tangan sebelah kirinya. Roismembutuhkan banyak cairan infus sebagai pengganti makana. Rois sedari pulang dari penculikan itu, dia belum ada satu sendok nasi pun yang berhasil masuk ke dalam perutnya.


Di ruangan yang cukup nyaman itu di sediakan fasilitas yang lumayan ruangannya ber Ac, ada Tv, ada lemari pakaian, ada kulkas, ada meja khusus penyimpanan obat, ada Shofa dan kamar mandi yang bersih.


Ada ranjang khusus juga yang disediakan untuk istirahat keluarga yang menemani. Kini Pak Rizal masih terlelap tidur di Ranjang itu, Rizal ngantuk karena semalaman berjaga menunggui Rois, sekarang Khoirunnisalah yang sedang berjaga menunggu anaknya duduk diatas kursi tepat di depan ranjang Rois.


Kini waktu menunjukan pukul 03.20, melihat anaknya tertidur, Khoirunnisa bangkit dari duduknya bermaksud mau ke kamar mandi untuk berwudhu.


Setelah selsai berwudhu Khoirunnisa menggelar sajadah ke arah kiblat, lalu Ia mengenakan mukena yang sudah ia pinjam sejak waktu isa dari pihak rumah sakit. Khoirunnisa pun berdiri dan mengangkat kedua tangannnya, Ia bertakbir memgawali sholat tahajudnya.


Khoirunnisa begitu khusu dalam setiap gerakan sholatnya, terlebih saat dia sujud, Khoirunnisa begitu menikmati saat sujudnya sehingga ia memperpanjang sujudnya untuk berdo'a terutama saat sujud terakhirnya.


Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Sedekat-dekatnya seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika dia sedang sujud, maka perbanyaklah doa  [HSR. Muslim, no. 482]


Dalam hadits lain dari ‘Abdullah bin ‘Abbâs Radhiyallahu anhu, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Adapun (di waktu) sujud maka bersungguh-sungguhlah untuk berdo’a padanya, karena pantas untuk dikabulkan doamu (pada waktu itu)


Begitu juga dengan khoirunnisa berharap do'anya disujud terkahirnya bisa Allah terima, karena Ia meyakini bahwa Allah sesuai dengan prasangka hamba_Nya


Sebagaimana Allah berfirman dalam Qs. Al-Baqarah ayat 186 yang artinya:


"Dan apabila para hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku maha dekat. Aku akan mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku."


Tepat saat Khirunnisa mengucap salam dirakaat terakhir sholat tahajudnya, Khoirunnisa mendengar Rois memanggil-manggil dirinya


"Bund..Bunda .." lirih Rois masih lemas


Khoirunnisa langsung bangkit dan bergegas tanpa melipat sajadahnya dia menuju ke arah ranjang Rois


"Ada apa nak, kamu haus, kamu lapar?" Tanya Khoirunnisa saat melihat anaknya terbangun dari tidurnya

__ADS_1


Khoirunnisa mengusap-ngusap kepala anaknya sambil menunggu jawaban darinya


"Bund..Raisya mana bund..Raisya bagaimana kabarnya, Raisya baik-baik saja kan bund?" Tanya Rois pada Khoirunnisa


Tiba-tiba Khoirunnisa mengerutkan dahinya seperti teringat sesuatu, ia baru sadar dari semalam dia belum menghubungi Riza untuk memberikan kabar tentang kondisi Rois.


"Astagfirullah nak, bunda lupa belum ngasih kabar sama kakakmu dan adikmu di rumah, hmm..Raisya baik-baik saja ko sayang, lebih baik kamu sekarang istirahat lagi yah, Bunda mau menghubungi kak Riza dulu yah" ungkap Khoirunnisa sambil berjalan menuju shofa dan duduk di atasnya.


Khoirunnisa mengambil ponselnya dan mencari sebauh nama, setelah ditemukannya Khirunnisa pun langsung memencetnya, tuut..tuut..tuut bunyi ponselnya menunjukan telepon darinya belum diangkat. Berkali-kali di cobanya namun sayang tak ada jawaban, akhirnya Khoirunnisa menyerah dan kembali pada Rois yang sedari tadi memperhatikannya.


☘️☘️☘️


Kumandang Adzan telah menggema mengisi setiap penjuru yang terasa hampa meskipun berhamburan udara. Riza menyudahi tilawahnya dan bergegas ke kamar Raisya untuk membangunkannya, karena sudah teebiasa bangun subuh tidak membutuhkan waktu lama untuk membangunkan Raisya.


Riza dan Raisya Sholat berjama'ah, selsai menunaikan sholat Riza dan Raisya pun tidak lupa untuk membaca alma'surat pagi. Sejurus kemudian Riza masuk ke kamarnya dan mengecek ponselnya, Riza berpikir siapa tahu ada yang menghubunginya.


"Tuut..tuut..tuut..Assalamu'alaikum Za" terdengar di sebrang telepon sana Bundanya duluan mengucap salam


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh bund, bunda tadi sebelum subuh nelepon Riza yah, maaf ya bund gak ke angkat, hp Riza di taruh di kamar sedangkan Riza semalam tidur di shofa ruang tengah untuk menunggui Raisya takut terbangun malam membutuhkan sesuatu" jawab Riza mencoba menjelaskan meskipun tanpa diminta Bundanya.


"Oh begitu Za, pantesan tadi kamu gak angkat telepon dari bunda, iya gak apa-apa. Bunda tadi nelepon mau kaaih kabar kalau Rois sudah membaik. Maafin bunda juga karena bunda semalam saking paniknya lupa ngasih kabar sama kamu kalau Rois harus menginap di rumah sakit." Ungakap Kboirunnisa memberikan penjelasan pada anaknya


"Alhamdulillah kalau Rois sudah membaik, salam buat Rois ya bund, nanti siang Riza ke sana sama Raisya ya bund" ucap Riza.


"Baik Za, hati-hati di jalan yah nanti, oh iya Bunda juga minta dibawain mukena ya Za, mukenanya ada di lemari bunda. Za sudah dulu yah, ini ada dokter mau periksa adik kamu. Assalamualaikum" ucap Khoirunnisa mengakhiri perbincangannya.


lalu setelah bundanya menutup teleponnya, Riza pun kembali ke ruang tengah untuk menui Raisya yang masih menunggu di sana.


"Dek, kamu sudah selsai Alma'surat nya?" tanya Riza pada Khoirunnisa

__ADS_1


Raisya menoleh ke arah Riza yang baru datang dari kamarnnya


"hmm..iya sudah lah kak, lagian kakak darimana saja sih kok lama?" Raisya balik bertanya pada Riza


Riza kembali duduk di samping Raisya


"Tadi kakak nelepon Bunda dulu, nanyain kabarnya Rois.."


belum selsai Riza menjelaskan, Raisya menyelanya dengan pertnayaannya


"terus ka, kak Rois bagaimana, kak Rois baik-baik saja kan, kenapa Kak Rois vak dibawa pulang semalam?" renter pertanyaan Raisya


Riza terkeukeuh


"Aduh dek, makanya orang lagi ngomong tuh didengerin dulu jangan nyela gitu aja, gak baik itu namanya" kata Riza sembari mencubit hidung bangirnya Raisya.


"dengerun nih, dan jangan disela ok, bunda bilang tadi keadaan Rois sudah membaik dan kenapa semalam gak pulang karena semalam Rois harus di rawat di sana. Terus Bunda juga bilang semalam lupa ngabarin kita di sini." ungkap Riza dan mengakirinya dengan senyum khasnya


"oh iya satu lagi dek, bunda bilang kamu harus bersihin rumah dan semua kamar mandi.." ungkap Riza sambil menahan tawanya


Raisya mengerutkan keningnya sangat dalam, dia menatap kakaknya penuh tanya


"Serius ka, masa sih kan selama ini Bunda gak pernah ngasih tugas untuk beresin rumah kak apalagi bersihin semua kamar mandi?" Raisya tak percaya dengan ucapan kakaknya


Riza mengangguk lalu..


"iya dek..tapi..boong bha..ha..ha..satu sama" ungkap Riza sambil tertawa


(😊🌻🌻🌻Terimakasih sudah setia membaca karyaku, like dan comenmu aku tunggu yah. Jangan sungkan berikan Krisan membangunnya. Salam Literasi untukmu Reader dan sukses selalu untuk kita semua 🌻🌻🌻😊)

__ADS_1


__ADS_2