Pemuda Bermata Elang

Pemuda Bermata Elang
Obrolan Ringan Riza dan Ceri


__ADS_3

Setelah Riza menyapa Ceri, maka mereka pun joging bersama mengelilingi hutan pinus di grafika. Mereka menikmati suasana pagibynag masih sejuk, meskipun dingin menusuk hingga ke tulang rusuk tapi keindahan alam puncak di Grafika sayang jika mereka lewatkan begitu saja.


Ceri berjalan bersama Indah dan Iren juga Raisya dan komplotan Laki-laki berjalan bersama Riza di barisan pling depan. Saat Rasiya sedang asyik menikmati keindahan pagi tiba-tiba dia berlari mengejar firas yang begitu semangat.


"Firas tunggu aku, kita balapan yuu." Teriak Raisya sambil berlari melewati komplotan Riza dan yang lainnya.


Riza kaget saat mendengar teriakan Raisya, dan dia berusaha mengingatkan adiknya itu.


"Sya hati-hati jangan sampai terlalu keasyikan yah, perhatikan pijakan." Teriak Riza pada Rasiya yang sudah cukup jauh jaraknya dari Riza.


Sebelum Raisya melesat lebih jauh, dia sempat menoleh pada kakaknya,


"Siap kak." Jawab Rasiya sambil teriak.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Saking dinginnya udara puncak sehingga menimbulkan kepulan asap dari mulut setiap mereka berbicara. Indah memulai pembicaraan sambil berjalan disamping Ceri.


"Kak Ceri asli mana kok bisa kenal dekat sama kak Riza?" Tanya Indah berbasa basi pada Ceri.


Ceri menoleh ke arah Indah sambil tersenyum,


"Aku asli Bogor sebenarnya Ndah, aku dan Riza temanan sejak kami TK, makanya mungkin kami terkesan begitu cepat akrab saat bertemu kemarin." Ungkap Ceri sambil kembali menatap jalanan di depannya.


"Oh begitu tah kak, pantesan. Eh tapi kok kak Ceri sekarang tinggal di Bandung, apa kakak pindah ke sini?" Tanya Indah lagi penasaran.


"Hmm..gimna yah dibilang pindah bisa, dibilang enggak juga bisa, karena ayah ibuku masih tinggal di Bogor, sementara aku di Bandung tinggak bersama nenek dan membantu menjalankan bisnisnya ayahku. Ah entahlah aku juga bingung sebenarnya aku orang mana." Jawab Ceri sambil teris berjalan dan tatapannya penuh dengan ketidakmengertian.


"Hmm..tapi kalau menurut aku yah kak, justru bagus itu jadi kakak punya dua tempat tinggal kak." Ungkap Indah polos mencoba menghibur Ceri yang mulai terlihat murung.


"Iya Ndah walau bagaimana pun aku tetap harus bersyukur karena kenyataannya aku ada di Sini sekarang." Ungkap Ceri tanpa menghentikan jalannya.


"Oh iya kak Ceri, kapan-kapan kalau kakak mau main ke Bogor ajak aku yah he..he.." Ungkap Indah apaadanya sambil cengengesan.


"Ok Ndah tenang aja nanti kakak ajak sekalian juga kakak ajak main ke rumah Rei deh." Ungkap Ceri mencoba menggoda Indah.


Mendengar perkataan Ceri muka Indah tiba-tiba saja berubah memerah seperti tomat.


"Ih kak Ceri ini apaan sih," Ungkap Indah sambil mencolek lengan Ceri.

__ADS_1


πŸƒπŸƒπŸƒ


Perjalanan pagi yang cukup menyenangkan, mereka sudah cukup jauh berjalan dari pondok tempat mereka menginap. Dibarisan paling depan Riza memberikan kode untuk berhenti.


"Ok teman-teman kayanya kita bisa lesehan jih di sini, ada gazebonya. Bisa buat makan-makan atau kalau mau fhoto-fhoto juga bisa nih di Sini posisinya bagus pemandangannya terlihat menyeluruh dan jelas." Ungkap Riza sambil mengawasi sekitar.


"Iya nih kak Riza bener banget, di Sini cakep banget deh pemandangannya. kak Riza memang pintar deh untuk cari tempat yang bagus." Ungkap Hafidz sambil mengacungkan kedua ibu jari tangannya ke arah Riza.


Di belakang mereka menyusul Indah dan yang lainnya,


"Kenapa berhenti kak, apa kita mau makan di sini?" Tanya Indah.


"Iya Ndah kata kak Riza kita sampe sini saja, lihat tuh pemandangan di sini cakep banget kan?" Ungkap Rei pada Indah sambil menunjuk ke sekitarnya.


"Iya Rei bener ini indah banget, kaya namaku Indah he..he.." Jawab Indah sambil bercanda.


Setelah mereka bersepakat untuk berhenti di Gazebo itu, mereka mengatur posisi duduk untuk istirahat sejenak sebelum mereka makan dan beraktifitas yang lain.


Posisi duduk Ceri kebetulan bersebelahan dengan Riza hanya tersekat oleh dinding Gazebo yang tingginya sekitar 50 cm. Riza melirik Ceri lalu mengatakan sesuatu.


"Rie gimana menurutmu dengan tempat ini?" Ungkap Riza berbasa basi untuk mengawali pembicaraan.


"Hmm..tempatnya bagus Za, aku suka." Jawab Ceri singkat.


"Terus kapan kamu mau ke Bogor lagi?" Ungkap Riza berterus terang.


Ceri terdiam sejenak, lalu menatap Riza sepintas dan kembali tatapannya diarahkan ke sembarang.


"Aku kurang tahu Za, apa aku akan tetap di Bandung atau akan kembali lagi ke Bogor, kemungkinan aku akan menetap di Sini Za." Jawab Ceri datar.


"Yah kita gak bisa sering ketemu kaya dulu lagi dong Rie kalau kaya gitu." Ungkap Riza jujur.


"Kayanya sih Za." Jawab Ceri Singkat.


Saat Riza dan Ceri sedang ngobrol tiba-tiba Raisya dan Firas muncul dari belakang mereka.


"Cie-Cie yang lagi kangen-kangenan." Ungkap Raisya dan Firas dengan suara yang cukup keras sehingga mengagetkan Riza dan Ceri juga membuat yang lainnya menghentikan pembicaraannya.


Hening, dan muka Ceri memerah, lalu selang beberapa detik suasana menjadi rame dengan terikan dari adik-adik Riza dan teman-teman Rei yang ikut-ikutan mencie-ciekan Riza dan Ceri.

__ADS_1


Meliahat muka Ceri yang pucat Riza ambil suara.


"Sttttt..kalian ini apa-apan sih kaya anak-anak bocah aja." Ungkap Riza sambil memberikan isyarat untuk diam dengan telunjuknya yang ditempelkan ke mulutnya.


Semuanya mengerti maksud Riza, akhirnya mereka kembali lagi sibuk dengan aktifitas masing-masing. Begitu juga dengan Riza, dia kembali ngobrol dengan Ceri.


"Rie maafkan tingkah adik-adikku yah, oh ya nanti kalau sempat, kalau aku WA kamu, balas yah." Ungkap Riza sambil cengengesan.


Ceri kembali melirik Riza lalu tersenyum.


"Sip." Jawab Ceri sangat singkat.


"dih singkat amat jawabnya non." Ungkap Riza bercanda.


"Emang kamu mau jawaban sepanjang apa Za?" Ungkap Ceri sambil tersenyum.


Riza pun tersenyum


"hmm..yah enggak juga sih, cuma kok singkat banget gitu lho kaya kehabisan kata aja." Ungkap Riza sambil cengengesan.


Akhirnya Riza dan Ceri tertawa ringan dan Riza pun mengatakan sesuatu lagi pada Ceri.


"Rie nanti kabari yah kalau kamu sudah sampe rumah." Ungkap Riza dengan terbata.


Ceri hanya terssnyum mendengar kata-kata Riza.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Hai-hai ketemu lagi sama aku, maafkan aku baru up, dan terima kasih banyak bagi yang masih setia membaca, like dan comen ceritaku, pokoknya makasiiiih banyak yah.


salam semangat selalu dariku buat kalian semua


salam sukses dan semoga kalian senantiasa diberikan kesehatan.Aamiin


love love love u buat kalian pokoknya.


πŸƒπŸƒπŸƒ


(😊🌻🌻🌻Terimakasih sudah setia membaca karyaku, like dan comenmu aku tunggu yah. Jangan sungkan berikan Krisan membangunnya. Salam Literasi untukmu Reader dan sukses selalu untuk kita semua 🌻🌻🌻😊).

__ADS_1


__ADS_2