
Pak Amin tersadar
"Astagfirullah, aduh non, aden hampura kuring teu bisa nulungan. Aduh kudu kumaha ieu kuring emak, naon nu kudu dibejaken kanu jadi dunungan" ucap Pak Amin menggunakan bahasa sunda
***Artinya
"Astagfirullah, Neng dan Raden maafkan saya tidak bisa menolong, harus bagaimana ini saya emak, apa yang harus saya katakan kepada majikan saya"
Pak Amin diam sejenak, sambil memegang kepalanya yang dirasanya masih sakit, Pak Amin mencoba berpikir. Akhirnya Pak amin memutuskan untuk menghubungi Bu Khoirunnisa terlebih dahulu karena jika menghubungi Pak Rizal jarang di angkat karena sibuk di kantornya.
Pak Amin mulai memijit nomor di ponselnya, dan tidak lama terhubung pada Bu khoirunnisa
"Assalamu'alaikum Pak, Hallo..Pak .." ucap Khoirunnisa di sebrang telepon sana
"I..iya bu..maaf saya mengganggu wakty istirahatnya. Anu bu..hmm.." ungkap pak Amin memggantung kata-katanya karena takut Khoirunnisa syok
"Hallo pak..anu pak?..bicaranya yang jelas jangan sepotong-sepotong" ungkap Khoirunnisa semakin penasaran
__ADS_1
"Maaf sebelumnya bu, den Rois dan non Raisya di culik" ungkap pak Amin mencoba bicara dengan sangat hati-hati.
"A..Apaaaa...pak di culik?" Ungkap khoirunnisa disebrang telepon sana.
"Iya bu, maafkan saya" ungkap Pak Amin sedih karena merasa bersalah
Sejurus kemudian Khoirunnisa pingsan.
☘️☘️☘️
"Diam loe bocah, jangan banyak cingcong" ucap si Gondrong sambil melakban mulutnya Riasya"
Di tengah perjalanan mobil yang mereka kendarai berhenti, para penjahat itu bermaksud membeli minuman karena cuacanya sangat panas.
"Bokir, loe gak usah turun, loe jagain saja tuh bocah dua itu, nanti aku bawakan minuman untukmu" ucap si plontos pada Bokir
"Eh gareng, gue jangan dibeliin minuman yang beralkohol yah, gue panta saja, kata emak gue gak boleh minum minuman yang beralkohol, katanya itu gak baik untuk kesehatan" ungkap si bokir pada si plontos
__ADS_1
"Dasar loe anak emak bha..ha..ha.." kata si Acung samabil tertawa terbahak-bahak.
Melihat hal tersebut, Raisya punya ide, Raisya memberi isyarat kepada Rois untuk pura-pura tidur. Dia menggerkan matanya lalu menutupnya kembali. Rois pun mengerti, dia pura-pura tidur, demikian juga dengan Raisya. Bahkan Raisya mengeluarkan suara dengkuran dari mulutnya supaya sinpenjahat percaya bahwa Rois dan Raisya sudah tertidur nyenyak.
"Ggrrrrrr...ggrrrrrrr...hiiiiiik...hiiiiiiik" bunyi aneh dari mulut Raisya.
Si bokir pun merasa berisik, dia menampar-nampar keduanya untuk memastikan mereka tidur atau hanya pura-pura. Raisya pun tidak berhenti berpura-pura, saat si Bokir menampar-nampar pipinya, Raisya pura-pura tidak merasa dan tetap bersuara seperti orang yang mendengkur. Setalah yakin keduanya tertidur, Bokir keluar mobil untuk menyusul kedua temannya.
Setelah dirasa Bokir menjauh dari mobil, Raisya perlahan membuka matanya, Ia memyipitkan matanya dan ternyata si Bokir sudah masuk ke warung di sebrang sana. Lalu Raisya melancarkan aksinya, Raisya meminta Rois untuk mengambilkan gunting yang terdapat di jok dekat Rois.
Rois perlahan menggeser guntingnya dengan tangannya yang masih terikat dan akhirnya Rois meraihnya dan mencoba membuka ikatan ditangan Raisya dengan menggesekan gunting ke tali yang digunakan untuk mengikat tangannya. perlahan lahan talinya hampir terputus, Rois semakin semangat untuk membukakan ikatan di tangan Raisya dan tidak lama setelah itu Rois berhasil membuka ikatan dari tangan Raisya.
Setelah tangan Raisya terbebas dari ikatan, Raisya mula-mula membuka lakban di mulutnya lalu Ia mengambil gunting dari tangan Rois, lalu berusaha menggunting ikatan di kakinya. Selsai membuka tali ikatan di kakinya, Raisya membuka lakban di mulut Rois lalu menggunting ikatan tali di tangan dan di kaki Rois.
"Yes, kita berhasil ka, saatnya kita beraksi" ungkap Raisya
(🌻🌻😊 Terimakasih sudah setia membaca. like & comen mu aku tunggu, krisan membangunnya jangan sungkan ya. Salam Literasi untukmu Readers sukses selalu untuk kita semua😊🌻🌻)
__ADS_1