
Kabut-kabut sudah siap menyelimuti pepehonan dan sekitarnya, pinus-pinus berjejer rapi seakan sedang upacara. Serangga hutan mulai berteriak saling memanggil, asap-asap dari mulut keluar bergerombol seperti kepulan asap rokok, gerombolan asap itupun meyatu dengan kabut.
Para wisatawan bertebaran ke sekeliling daerah wisata Grafika, ada yang berfoto di deretan pinus , memang hutan pinus itu lebih terkesan menarik dibandingkan menakutkan seperti hutan lain pada umumnya.
Mungkin juga karena Hutan pinus adalah hutan lindung jadi terkesan lebih tertata, sehingga mengurangi kesan angker.
Ada pula para wisatawan yang sibuk mencari ranting-ranting pohon, mungkin untuk persediaan membuat pesta api ungun saat malam tiba atau mungkin hanya untuk sekedar menghangatkan badan saja.
Ada juga yang memilih untuk tetap berada dibpondok penginapan, menikmati teh hangat dan makanan yang mereka bawa atau pesanan dari Retoran terdekat.
Satu lagi, ada pula yang memilih memanfaatkan waktu sorenya untuk kuliner di Retoran yang sudah disediakan.
Sedangkan apapun kegiatan mereka dan dimana pun mereka menjalani aktifitasnya, selama masih di arena Grafika, baju yang mereka kenakan sama, yaitu sama-sama tebal dan serba tertutup.
Dengan menggunakan jaket super tebal yang ada tutupan kepalanya, dilengkapi dnegan syal dan kaos tangan. Stelan bawahnya juga baju tebal dilengkapi dengan kaos kaki.
Begitu juga dengan Riza dan ketiga adiknya, mereka sama-sama mengenakan baju yang tebal saking dinginnnya.
"Kuy jalan-jalan, mumpung lagi ada di puncak, sayang banget kalau hanya diam saja di kamar" Ungkap Raisya sambil memauskan kedua tangannya di saku jaketnya.
"Semangat banget kamu dek, dingin tahu" Ucap Riza sambil sesekali bergidik karena kedinginan.
"YA ampun Kak Rizaku yang baik hati, namanya puncak dimana-mana ya dingin, di Bogor juga kalau di puncak ya sama aja kak, Diiingiiin" Ungkap Rasiya sambil menggigil.
Akhirnya mereka berjalan-jalan mengitari sekitar hutan pinus yang terdekat dengan pondok mereka. Saat mereka sedang jalan melewati satu pondok Riza menghentikan langkahnya karena melihat di depan pondok itu ada Firas yang sedang duduk di bangku.
"Hei Firas, Assalamu'alaikum, kita ketemu lagi" Teriak Riza spontan saat melihat Firas,
Firas tidak kalah spontas, dia langsung bangkit dan berhambur buat menyalami Riza,
__ADS_1
"wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Kak Riza" Jawab Firas.
"Sini Kak Riza kenalin sama adik-adik ka Riza yang cute-cute kaya permen karet bha..ha..ha.." Ungkap Riza sambil memperkenalkan ketiga adiknya dan juga teman-teman yang lainnya.
"Eh Kakak-kakak ini pada mau kemana kok rame gini?" Tanya Firas
"Kita mau jalan-jalan sore, kan bagus tuh pemandnagannya" Jawab Raissya.
"Eh kamu sama siapa liburan di sini?" Tanya Rois
"Aku sama kakakku Kak, dia ada di dalam lagi bikinin mie buat aku he.." Jawabnya sambil cengengesan.
Tiba-tiba Firas narik tangan Riza,
"Kak Riza, ayo main dulu di sini, aku mau kenalin kakak sama kakak aku" Ungkap Firas sedikit manja.
"Ehm..Kayanya kita jadi nih punya kakak baru" Ungkap Rei ikut angkat bicara
"Lha apa aku salah bicar kak, kan aku gak bilang kakak ipar lho, cuma bilang kakak baru" Jawab Rei malah bicara semakin ditekan dan di kencangkan mengarah ke pondoknya Firas.
"Rei..." Ungkap Riza sambil mata elangnya menatap tajam wajah Rei.
"Btw jadi gak nih kita jalan-jalan sorenya?" Tanya Indah yang sedari tadi hany menjadi pendengar setia.
"hmm..kak Indah, jalan-jalan nya bareng kami juga dong, bentar yah aku masuk ke dalam buat ngajak kakak supaya jalan-jalannya tambah rame" Ungkap Firas bermaksud ikut bergabung untuk jalan-jalan.
Firas pun masuk ke pondok untuk mengajak kakak perempuannya untuk jalan-jalan. Terdengar terjadi perbincangan sebentar dari dalam, tidak lama kemudian Firas datang dengan menggandeng kakak perempuannya.
"Kenalkan ini kakak Firas, ayo kak kenalan" Ungkap Firas sambil menuntun tangan kakaknya ke arah Riza lebih dulu.
__ADS_1
Saat berdiri di depan Riza, sontak kakaknya firas sedikit kaget, karena merasa tidak asing dengan lelaki yang ada dihadapannya, meskipun saat itu Riza sedang memalingkan wajah karena melihat pemandangan sekitar.
"Perkenalkan saya.." kata-kata Kakak firas menggantung saat melihat wajah yang ada di hadapannya berbalik tepat ke arahnya.
"Ce..ceri?" Tanya Riza dengan sorot mata yang kaget
Mendengar Riza menyebut nama Ceri, ketiga adiknya sontak ikut menirukan gaya Riza dengan mengulangi nama Ceri.
"Kak Ceri..?" Ungakap Ketiga adik Riza secara bersamaan.
"Hai, assalamu'alikum, perkenalkan aku Ceri, hmm..kalian pasti adik-adiknya Riza yah?" Tanya Ceri sambil mengulurkan tangan pada Raisya dan menangkupkan tangan di dada saat hendak kenalan dengan yang laki-laki.
Diantara mereka tentu Firas tak kalah heran, saat melihat Kakaknya di kenali oleh Riza dan ketiga adiknya.
"Kok Kak Ceri kenal sama mereka? ah kakak curang, kak Ceri gak pernah cerita sama aku kalau kakak kenal sama mereka" Ungkap Firas merajuk.
"Hmm..jadi gak nih jalan-jalannya?" Ungkap Riza mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Jadi dong" Jawab semuanya serempak, kecuali Ceri, yang masih terlihat canggung ada di tengah-tengah mereka.
☘️☘️☘️
Hai-hai maafkan aku yah akhir-akhir ini jarang up, aku lagi sibuk dengan dunia nyataku.
makasih yah buat kalian yang sudah baik ngasih vote, ngasih semangat, boomlike dan comen di ceritaku yang masih begini adanya😂
salam semangat selalu dariku buat klaina semua, kalian datang aku juga akan datang menghampiri untuk baca dan comen, bahkan kalian gak datnag pun aku datang pada karya kalian buat like dan comen.
salam literasi, mari terus berkarya, meski karya kita masih belum ada apa-apanya yah😂😂.
__ADS_1
(😊🌻🌻🌻Terimakasih sudah setia membaca karyaku, like dan comenmu aku tunggu yah. Jangan sungkan berikan Krisan membangunnya. Salam Literasi untukmu Reader dan sukses selalu untuk kita semua 🌻🌻🌻😊)