Penakluk Cinta Sang Pewaris

Penakluk Cinta Sang Pewaris
Keluarga Hutomo


__ADS_3

Selamat membaca...


🍒


🍒


🍒


Beberapa tahun berkecimpung di dunia entertainment yang melambungkan namanya, membuat Giska semakin gelap mata. Di industri hiburan itulah malapetaka yang menghancurkan biduk rumah tangganya dengan Mahendra Wijaya menjadi retak semakin terlihat ketidak harmonisan pernikahannya. Giska berubah menjadi pribadi yang sombong serta materialis. Hidup glamour dan *** bebas sudah biasa bagi Giska. Pundi-pundi materi yang fantastis ia dapat kan, juga nama banyak mendapatkan job-job.


Menjadi aktris terkenal, bahkan beberapa kali namanya masuk di jajaran penghargaan untuk sebuah bintang pelakon yang di perankan. Semua itu membuat dirinya berbangga hingga lupa status sebagai istri dalam rumah tangganya bersama Mahendra.


Memang kalau dilihat dari sisi lainnya. Seorang Giska tidak dengan mudah dia mendapatkan itu semua. Kertasnya perjuangan dari awal karirnya yang sering mendapatkan penolakan dan bully-an para netizen yang maha benar. Namun, Giska tidak berputus asa dan berpangku tangan. Ia melewati proses yang penuh liku, bahkan kerikil-kerikil tajam sering menghampiri nya. Kucuran keringat serta air mata sudah biasa menemani perjalanannya. Hingga akhirnya dia dipertemukan dengan rumah produksi milik Pramudya Adiswara. Pengusaha muda yang berkecimpung dengan dunia entertainment. Menghasilkan aktris dan aktor yang bertalenta. Hingga suatu saat Giska ikut bergabung di dalamnya, dan menjadi artis andalan dan kesayangan. Giska sering mendapatkan peran utama yang diajukan oleh Pramudya di setiap produksi filmnya. Namun, sayangnya. Mahen tidak pernah tahu judul film apa saja yang diperankan oleh Giska, istrinya. Karena bagi Mahen tidak ada pentingnya.


Pramudya Adiswara, pria muda dengan usia mendekati kepala tiga. Memiliki perawakan tinggi tegap dan raut wajah tampan, nyaris sempurna . Hidung mancung, kulit sawo asli Indonesia dengan alis tebal hitam dan bibir tipis dengan garis tepi kecoklatan. Itulah yang membuat Giska terpesona pada pandangan pertama.


Wajah sang produser mampu memanjakan penglihatan dan menenangkan perasaan para artisnya. Sorot tajam bola mata kecoklatan yang sanggup melumerkan hingga klepek-klepek nyungsep hati para kaum hawa. Bahkan pria-pria yang bertubuh atletis, namun berjiwa alay.


Awal hubungan hanya antara pemilik rumah produksi dengan artisnya. Semakin lama kedekatannya, berubah menjadi sepasang kekasih. Tapi kebahagiaan keduanya hanya sementara saja. Karena keluarga besar Giska berniat menjodohkan dengan Mahendra Wijaya.


Rencana balas dendam yang lama terpendam Keluarga Hutomo pada Keluarga Wijaya.


Setelah hampir satu jam beradu kecepatan membelah jalan raya, saling menyalip dan mengklakson di tengah atmosfere siang hari yang begitu terik. Pajero putih itu memasuki halaman luas gedung pencakar langit yang begitu megah. Pak Hendro, supir pribadi Giska, memberhentikan mobil pajero putih itu tepat di depan pintu lobby perusahaan Wijaya Group. Pak Hendro melirik angka panjang dan pendek di arlogi yang melingkari tangannya, tepat berada di angka 12 siang. Waktu istirahat para karyawan Wijaya Group.

__ADS_1


Duduk di kursi penumpang, ada Giska dan sang manajer, Helena. Keduanya sibuk dengan benda pipih masing-masing. Menatap serius ke arah layar ponsel, namun sesekali suara kekehan terdengar dari bibir dua anak manusia yang berkelakuan absurd.


Menggelikan sekali jika melihat kelakuan mereka. Masih dalam satu mobil dan duduk bersebelahan, tapi berkomunikasi lewat aplikasi hijau. Membingungkan!


Karena artis dan manajer itu, sedang menghibahkan Mahendra Wijaya dan Pramudya Adiswara, sosok pria yang sama-sama tampan. Namun hati Giska sudah terlanjur terpatri dengan satu nama Pramudya Adiswara. Tapi mengapa Giska bersedia menikah dengan Mahendra Wijaya. Jawaban adalah semua itu sudah diatur oleh keluarga besar Hutomo sebagai dalangnya. Giska hanya sebagai boneka pemerannya saja yang telah disiapkan untuk menjebak keturunan Wijaya.


"Inilah kisah yang sangat rumit dengan kamu sebagai lakonnya! Sungguh malang nasibmu, Giska. Terlahir dalam keluarga besar yang menyimpan dendam kesumat! Semoga kamu baik-baik saja dan bisa segera menyelesaikan semua ini. Antara kamu atau Mahendra Wijaya yang sebagai korbannya!" chat yang dikirimkan dari ponsel Helena untuk sang majikan Giska.


Langsung mendapatkan centang dua biru, sekaligus decakan disertai sorot mata yang menghunus tajam ke arah sang manajer.


Plak..


Giska mendaratkan pukulan ke punggung Helena. "Enak aja kamu bilang!"


"Awas kamu! Aku nggak gaji kamu, bulan ini!" ancam Giska bersungut-sungut.


"Nggak percaya," sahut Helena.


Sedangkan pak Hendro dengan segera membukakan pintu samping kanan untuk nona mudanya.


****


Gala Hilton harus bisa menutup rapat pernikahan siri dari publik. Belum saatnya berita itu muncul ke permukaan. Saat ini tugas dia adalah mengurus perceraian Tuannya Mahendra dengan istrinya Giska Hutomo. Dan segera mendaftarkan pernikahan siri Tuannya Mahendra dengan istri kecilnya, yaitu Nayla Suherman.

__ADS_1


Dia harus melangkah sangat hati-hati. Satu kata yang terlontar dari bibirnya tentang adanya pernikahan siri antara Mahendra dan Nayla, bisa membuat kacau rencana sang Bos dan berakhir dengan pemecatan dirinya sebagai assisten pribadi yang dipercaya dan diandalkan oleh Mahendra Wijaya.


Bukan wewenangnya untuk berkata jujur kepada Giska Hutomo, tentang siapa istri siri dari Tuannya. Karena ide bagus saat ini adalah mengunci rapat-rapat bibirnya dari masalah itu.


Di saat kepalanya mulai dipenuhi tugas-tugas penting dari Tuan mudanya itu. Tiba-tiba pintu ruangan kerjanya dibuka kasar oleh seseorang dari luar.


Brakk..


"Di mana kau sembunyikan Mahendra!" lantang seorang wanita yang menatap tajam ke arah Gala yang duduk di kursi kerjanya.


"Selamat siang Nyonya Giska, yang terhormat," sapa Gala sopan pada wanita yang membuka kasar pintu ruang kerjanya.


"Aku tidak sedang berbasa-basi, Gala Hilton! Di mana suamiku!" hardik Giska dengan amarah yang memuncak.


"Kenapa nyonya menanyakan Tuan Mahendra, kepada saya? Sedangkan Nyonya yang seharusnya lebih tahu keberadaan suaminya, Nyonya," jawab santai Gala, dengan tetap berposisi duduk dengan menompang dagu dengan kedua tangannya di atas meja kerja.


"Jaga sikap dan bicara kamu, Gala Hilton! Kamu hanya seorang bawahan di kantor ini! Jangan berlagak sok berkuasa!" serang Giska dengan melontarkan kata-kata yang merendahkan Gala Hilton.


"Maaf, Nyonya Giska. Saya sadar diri, kantor ini bukan milik saya pribadi. Akan tetapi Tuan Mahendra Wijaya telah memberikan kuasanya kepada saya untuk meng-handle segala urusan di kantor Wijaya Group. Dan tolong jaga sikap dan nada bicara Nyonya Giska. Seorang wanita yang cerdas dan berpendidikan tinggi tidak mungkin berkelakuan mines seperti itu. Apalagi ini kantor suaminya, Nyonya Giska," Gala tampak emosi kali ini, tapi dia tetap menjaga agar tidak meledak keluar.


Giska masih memutar otak. Ia benar-benar murka saat ini. Sudah beberapa hari terakhir ini, dia tidak bisa menemui suaminya sendiri. Setelah pria tampan itu memutuskan untuk menikah siri.


🍒🍒🍒🍒🍒

__ADS_1


__ADS_2