
Selamat membaca..
💖
💖
💖
"Huaaaah.. Apa sih maunya mereka?" Nayla melempar ponsel pemberian Mahen di atas ranjang king size nan mewah.
Komen para netizen +62 yang sangat pedas, membuat dada Nayla semakin terasa panas. Para fans berat Giska Hutomo yang menyalahkan dirinya dengan sekata-kata yang tidak pernah tahu awal permasalahannya. Mereka membela idolanya seolah-olah hukum di Negara ini tidak berlaku. Ada yang komen menggunakan kata-kata kasar hingga kata sindiran, tapi sangat menyakitkan jika membaca semua komentar yang ada di Instagram milik Giska. Ada pulah yang memberikan semangat dan doa agar Giska bersabar dalam menghadapi ujian dari TuhanNya.
Dia hanya pelakor kecil, sebentar lagi akan dibuang ke laut oleh mantan suamimu. (komen dari akun Triliun)
Cari penggantinya. Di dunia ini, laki-laki bukan hanya dia saja. Sama aku saja Giska, aku juga sultan agung. Xixixixi (akun aku lelakimu, berkomentar).
Kecil-kecil sudah jadi velakor!! Sekolah dulu yang pinter. (akun Sruntul).
Dan masih banyak lagi komentar-komentar pedas lainnya, yang membuat panas bercampur pedih indera penglihatan Nayla.
"Aahhhh.." Nayla berteriak kencang yang membuat kaget Mahen. Ketika tubuhnya masih separuh memasuki ruangan kedap suara itu.
"Pingin aku cekik! Aku sleding! Aku tendang! Aku gantung di pohon toge!" umpat Nayla dengan gerakan menonjok ke udara.
Mahen yang berdiri di depan pintu, hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Makan dulu, biar kuat baca komentar di instragram Giska," pintu coklat berbahan kayu mahal itu, ditutup Mahen. Lalu dia menghampiri istri kecilnya yang mengerucutkan bibirnya.
"Jahat banget mereka! Asal jeplak kalau ngomong!" belum sempat Nayla melanjutkan kalimatnya, sudah terpotong oleh suara bariton Mahen.
"Bukan ngomong, tapi ketikan saja" ujar Mahen sambil menyambar ponsel Nayla yang tergeletak di atas ranjang. Lantas segera meng off kan ponsel Nayla.
"Hadiih.. Kenapa dimatikan!" protes Nayla.
"Mending dimatikan! Daripada sakit hati! Bikin darting! Es Moni tiba-tiba!" ucap Mahen sembari meletakkan benda pipih milik Nayla di atas nakas di samping ranjang.
"Ambil tindakan dong! Masa kita harus ngalah!" Nayla berbicara dengan nada penekanan. Seolah-olah Nayla menginginkan Mahen menyumpal para netizen yang membully nya.
__ADS_1
"Sabar.. Kita jangan ikutan emosi juga."
"Tetap saja, Nae tak terima dikatakan begitu! Siapa juga yang jadi pelakor? Jelas-jelas dia yang berselingkuh duluan!" cibiknya.
"Terus..?"
"Terus.. Terus.. Nabrak! Ya, bertindak Tuan Mahendra Wijaya yang punya kuasa!" cecar Nayla.
"Pasti! Aku akan bertindak! Tapi bukan sekarang! Semua sudah dihandle oleh Gala!"
"Gala.. Gala.. Gala! Selalu dia yang turun tangan! Yang suami Nae, situ. Apa Gala?" tanya Nayla dengan wajah kesal.
"Lupa, siapa suami Nae?" ucap Mahen dengan tatapan tajam. "Apa perlu dibenturin dulu ke tembok itu kepala, biar ingat siapa suami Nae!" hardik Mahen yang membuat melongo Nayla dengan wajah bingung dan nyali yang seketika mengerut.
Dengan gerakan yang canggung Nayla melorotkan tubuhnya hingga terduduk di atas ranjang dan bersandar di kepala ranjang yang berbahan kayu jati yang kuat dan tangguh.
Kini pandangan Nayla mengarah pada wajah tegas nan tampan di hadapannya. Mahendra Wijaya yang memiliki rahang kokoh dilengkapi dengan mata berwarna biru dan selalu menyorot dengan tajam dan dipadukan dengan alis tebal, hidung mancung bak prosotan juga bibir yang membuat candu si istri kecilnya, berwarna pink tua.
Sadar jika wajahnya yang tampan sedang ditatap oleh istrinya. Mahen sengaja menggoda Nayla dengan wajah juteknya.
"Ngapain lihat-lihat, jatuh cinta baru rasa!" seloroh Mahen menahan tawanya.
Jantung Nayla mulai berdetak tidak normal. Ia tampak mengigit bibir bawahnya. Lalu menundukkan kepalanya cepat. Ia berusaha menormalkan kembali degup jantung yang tidak stabil dan menyembunyikan warna merah yang menghiasi wajahnya, kini.
"Jangan pernah mengintip akun media sosial Giska! Ataupun mencari berita tentang masalah itu! Jika kamu tetap bandel dan melawan! Tunggu hukuman dari aku!"
Suara bariton Mahen itu terasa sangat jelas di rungu Nayla. Refleks Nayla memejamkan kedua netranya, karena bius pesona wajah tampan pria yang memiliki perpaduan darah Indonesia dan Turki itu membuat gairah Nayla bergejolak.
Mahen menatap lekat wajah cantik Nayla, asli Indonesia. Mata yang terpejam dengan wajah nan polos itu, selalu menggemaskan di matanya. Tingkah lucu Nayla yang mampu meredam emosinya, tak pernah dilihat pada sosok Giska Hutomo.
Tanpa Mahen sadari, dia tampak mengulas senyum tipis di sudut bibirnya.
Dia merapatkan tubuh ke arah istri kecilnya. Tangannya terangkat untuk menoel ujung hidung bangir milik Nayla. "Kalau ngantuk, tidur berbaring. Jangan sambil duduk," bisiknya lembut.
Nalya mengerjapkan matanya, kaget. Wajah tampan Mahen sudah ada di depan matanya. Hampir tak berjarak.
__ADS_1
Pria itu mengulurkan tangan, lalu dengan lincah jemarinya menyisir lembut surai hitam milik Nayla.
Tanpa disadari keduanya, kini posisi mereka telah berbaring di atas ranjang besar nan mewah itu. Dengan posisi masing-masing saling memiringkan tubuhnya berhadapan.
Napas mint Mahen yang terasa hangat menerpa wajah Nayla. Mahen semakin mempererat pelukannya.
Nayla mengulas senyum, hatinya sangat berbunga-bunga malam ini.
Nayla mengulurkan tangan mengapit kedua sisi wajah sang suami dengan telapak tangan, lalu menekan pelan hingga bibir berwarna pink tua itu sedikit mengerucut. Lantas Nayla menempelkan dahinya ke bibir yang mengemaskan itu.
"Kalau aku tak boleh membuka media sosial, tak apalah. Tapi aku boleh lanjut kuliah, ya?" Nayla mulai melancarkan aksi nya.
Mahen menggenggam kedua telapak tangan istri kecilnya yang mengapit wajah tampan nya, lalu tangan kanannya terlepas untuk mengangkat dagu Nayla. Kini, tatapan penuh keseriusan milik pria tampan yang ada di hadapannya. "Buat apa lanjut kuliah?" tanyanya meradang.
Nayla melepaskan genggaman tangan Mahen, kemudian mengecup sekilas bibir yang menggodanya itu dan berkata, "Aku ingin menjadi istri Mahendra Wijaya yang ber attitude"
Nayla menghela napas. "Jika itu diizinkan suamiku."
"Hanya itu, bukan untuk yang lain?" ucap Mahen setelah mendengar keinginan istrinya.
Spontan Nayla memundurkan tubuhnya. Ia terkejut dengan ucapan suaminya. Nayla melihat jelas raut wajah sang suami yang posesif.
"Yang lain, apa?" tanya Nayla menyelidik.
"Cari cowok lain lagi, selain aku!" pekik Mahendra yang membuat tawa Nayla meledak seketika.
"Diih.. Malah ketawa!" kesalnya.
Nayla mengusap sudut netranya yang mengeluarkan buliran kristal bening, akibat tawanya yang terpingkal-pingkal. Ia tidak menyangka jika suaminya itu bakalan mengeluarkan kata-kata seperti itu.
Mahen mengernyitkan dahinya. "Ada yang lucu?" tanya keheranan, Mahen.
"Nggak lucu tapi mengemaskan," ucap Nayla sembari mencubit kedua pipi pria tampan di depan nya.
"Terimakasih sudah mengizinkan Nae untuk melanjutkan kuliah, lagi," goda Nayla yang mendapatkan respon berbeda kali ini dari suaminya.
__ADS_1
Mahen merasa gemas dengan banyolan istri kecilnya, hingga dia langsung mendaratkan bibirnya ke bibir ranum milik Nayla.
💖💖💖💖💖