Penakluk Cinta Sang Pewaris

Penakluk Cinta Sang Pewaris
PROMO NOVEL BARU


__ADS_3


Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh..


Yuk mampir di karya baru recehku yang berjudul Pesona My Hot Bodyguard.


Preview


Jonathan membelalakkan mata begitu mendengar kasir butik mengembalikan kartu yang diberikannya beberapa menit yang lalu.


"Maaf Pak, apa tidak ada kartu yang lain? Kartu ini tidak bisa digunakan," tanya wanita pegawai butik Butterfly, tetap dengan kata sopan.


Jonathan tak percaya bahwa kartu saktinya itu tidak bisa digunakan untuk alat pembayaran di kasir. Ia mengeluarkan Kembali satu kartu sakti lagi dari dompetnya, lalu menyerahkan benda tipis itu pada petugas kasir butik Butterfly.


"Coba kartu ini, bisa nggak?" ucap Jonathan pada petugas kasir.


"Baik, Pak. Saya coba dulu, mohon ditunggu sebentar," sahut wanita yang berdiri di depan meja kasir.


Lantas memproses benda tipis yang diberikan oleh pria tampan yang membelanjakan wanitanya di butik butterfly.

__ADS_1


Jonathan memutar badannya dari hadapan meja kasir, selama beberapa detik ia membiarkan otaknya mencari jawabannya. Kenapa benda tipis itu tidak bisa digunakan.


Beberapa saat kemudian, petugas kasir itu menyerahkan kembali kartu sakti milik pria tampan dan macho itu, dengan raut wajah yang suram.


"Mohon maaf, Pak. Kartu ini juga tidak bisa digunakan lagi. Karena kartu ini sudah diblokir," jelas petugas kasir dengan mimik wajah yang tetap tersenyum dan profesional.


"What? Diblokir? Mana bisa! Yang benar saja? Siapa yang berani blokir kartu ini?!" pekik Jonathan tak percaya. Ia meraup kasar wajahnya dan menggeser langkahnya sedikit menjauh dari meja kasir.


"Sayang, ada apa?" tanya Jessica menggelayut manja di lengan Jonathan.


"Sebentar, kamu tunggu di sini dulu," Jonathan melepaskan jemari Jessica yang menggenggam erat lengannya.


Asher Edward.


Panggilan terhubung.


"Ada apa kamu hubungi Papa?!" .pertanyaan yang penuh penekanan diucapkan oleh pria paruh baya di sebrang telepon.


"Kenapa bisa kartuku diblokir? Apa itu semua perintah dari Papa?" berondongan kata yang mengejar pria di sebrang telepon.

__ADS_1


"Kenapa kalau Papa yang memblokir? Keberatan kamu!" hardik Papanya. "Keterlaluan kamu, Jonathan! Papa benar-benar kecewa sama kamu! Pulang dari London tidak langsung pulang ke rumah, malah membelanjakan pacar matre kamu itu! Seorang pengusaha muda yang sukses telah melupakan Papanya, hanya demi wanita penjilat seperti Jessica!


Papa menyekolahkan kamu menjadi seorang master bukan untuk menyenangkan wanita berhati iblis seperti dia! Apa Papamu ini tidak berarti di hidupmu, Jonathan Edward! Harus berapa digit lagi kamu akan menghabiskan isi kartumu itu, hanya untuk memenuhi keinginan wanita yang tak pernah mencintai mu dengan tulus?" Asher menyerang terus pada Putra semata wayangnya itu.


"Please, Papa. Jangan blokir kartu debitku. Aku bisa menjelaskan semuanya nanti di rumah. Kumohon jangan sekarang marahnya. Kalau Jonathan sudah sampai rumah, bolehlah Papa marah padaku," Jonathan berusaha membujuk Papanya untuk tidak memblokir kartu saktinya.


"Lucu sekali putraku ini! Di mana kau letakkan otak encermu, Jonathan Edward! Kau lebih memilih wanita itu daripada Papamu!" seru Asher penuh kekesalan.


"Ayo lah, Papa," Jonathan kekeh merayu Papanya.


Asher terkekeh sinis mendengar kekonyolan putranya.


"Pulang sekarang! Atau Papa cabut semua fasilitas kamu! Kamu benar-benar mengecewakan, Papa, Jonathan Edward!"


Tut....


💖💖💖💖


Yuk langsung cus ke kisah nya di bab dua

__ADS_1


__ADS_2