
Happy reading...
Siapa yang dapat merubah takdir hidup kita? Karena semua telah diatur oleh Sang Maha Pencipta. Dengan takdir juga, Mahen dan Nayla dipertemukan. Tapi takdir juga memisahkan Nayla dengan Ayahnya, Hadi Suherman. Pria yang sangat berjasa dalam hidupnya.
Pasangan suami istri yang telah mengadopsi nya dari sebuah panti asuhan yang menjadi tempat berteduh untuk Nayla selama ini, sebelum diangkat anak oleh pasangan suami istri yang belum juga dikaruniai buah hati dalam buduk rumah tangganya. Dengan kehadiran seorang bocah kecil yang mengemaskan yang juga telah memberikan warna warni keceriaan dalam istana kecilnya. Keluarga Suherman sangat berbahagia dan menerima sepenuhnya dengan keikhlasan hati putri kecilnya yang bernama Nayla Suherman.
Namun kebahagiaan keluarga Suherman terenggut oleh seorang wanita yang bernama Giska. Mantan istri dari Mahen Wijaya karena keteledorannya lah yang mengakibatkan sebuah kecelakaan lalu lintas tidak bisa terhindari.
Sebuah tabrak lari yang dilakukan oleh pasangan selingkuh yaitu Giska dan Pram. Menabrak mobil yang ditumpangi oleh Ayah Nayla dan membawanya untuk menjadi istri siri seorang pewaris tunggal dari keluarga Wijaya.
Dan kini satu bulan sudah berlalu.
Wanita yang memasuki usia dua puluh tahun sedang berdiri di depan cermin rias di hadapannya, dengan memakai gaun putih yang indah pada tubuhnya yang masih terlihat ramping. Kehamilan nya belum membuat perutnya yang rata menjadi maju ke depan.
Betapa cantik dirinya. Ia berputar ke kiri dan ke kanan seraya memegang gaun yang didesain khusus untuk dirinya. Seolah dia melihat dalam mimpi saat kecilnya. Impian seorang Nayla Suherman kala itu adalah menikah dengan seorang pangeran tampan yang sangat mencintai diri nya dengan menunggang kuda putih untuk menjemput nya sebagai pengantin wanita yang berbahagia. Tapi dengan beriring nya waktu impian Nayla telah berubah. Ia hanya menginginkan seorang laki-laki yang mencintai dan tanggung jawab padanya dan juga keluarganya seperti pahlawan hidupnya yaitu Ayah Hadi Suherman, yang selama ini sangat menyayangi dan memanjakan nya juga mendidik dirinya menjadi seorang wanita yang mandiri dan juga rendah hati.
Dan hari ini, hari yang telah ditunggu-tunggu dan telah dipersiapkan semuanya oleh Keluarga Wijaya. Sebuah pesta pernikahan Mahen dan Nayla yang di adakan di ballroom hotel bintang lima di kotanya.
Wanita setengah baya berdiri di ambang pintu melihat sang putri sedang berdiri di depan cermin. Wanita itu menatap kagum pada sang putri semata wayangnya, ia tak pernah menduga bahwa keluarga Wijaya akan menerima putri angkatnya itu untuk dijadikan menantu dalam keluarga Wijaya. Papa dan Mama Mahen menerima Nayla dengan keikhlasan hati dan legowo tanpa memandang bibir bebet bobotnya. Papa dan Mama Mahen hanya ingin melihat kebahagiaan putranya bersanding dengan wanita yang dicintainya.
"Kau cantik sekali, putriku," suara yang sangat familiar di rungu Nayla itu masuk ke dalam indera pendengaran nya lembut sekali.
Perlahan Nayla memutar tubuhnya menoleh ke arah sumber suara.
Nayla menatap wanita setengah baya itu dengan tatapan sendu.
"Ibu," suara Nayla tercekat.
Ia menyeret langkah nya melangkah ke arah ibu yang telah membesarkan nya. Memberikan waktu untuknya. Kini dua wanita yang berbeda usia itu tengah berpelukan dan merasakan kebahagiaan yang tak pernah ia duga sebelumnya.
"Putri Ibu, sangat cantik," Wanita itu menoel ujung hidung Nayla. "Tak terasa waktu telah merubah dirimu menjadi seorang istri. Bahkan sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu," ucap Ibu Nayla sendu sembari mengelus perut Nayla yang masih rata belum ada perubahan sedikit pun, lalu mencium kepala Nayla, lembut.
"Jadilah seorang istri yang baik dan selalu menuruti perintah suamimu selagi perintah itu masih di jalan Allah. Dan selalu bertanggung jawab dengan apa yang telah menjadi kewajiban seorang istri. Jika ada sebuah masalah segera lah diselesaikan bersama dengan suami, jangan bebankan segalanya di pundakmu sendiri. Karena kini kamu telah memiliki seorang pendamping hidup dan penjaga dirimu. Dan dia juga adalah seorang pemimpin dalam rumah tangga, hormati dan hargai selalu suamimu. Niscaya dia akan memperlakukan dirimu sama dengan apa yang kamu lakukan padanya. Selalu menjadi alarm pengingat suami dan menutup rapat aib keluarga jangan sampai diumbar di publik. Dan juga didik dan besarkan buah hatimu dengan kasih sayang dan kelembutan kedua tanganmu."
__ADS_1
Nayla tidak tahan lagi dengan buliran air mata nya yang sedari tadi telah terkumpul di sudut matanya. Dan akhirnya luruh juga buliran kristal itu ke merembes ke pipinya. Ia menangis tersedu-sedu.
"Jangan nangis, Nayla. Nanti luntur itu bedaknya, jadi belang-belang itu wajah kamu. Nanti tak cantik lagi," goda Ibu Nayla untuk mengalihkan suasana haru saat ini.
Nayla menggerucut.
"Biar aja jelek, Bu," bibir Nayla semakin monyok.
"Biar jelek, aku tetap cinta kok pada istri kecilku yang candu ini, Bu," tiba-tiba Mahen nyelonong masuk ke dalam kamar dan memeluk istrinya.
"Aduh-aduh.. Mata Ibu ternodai ini," kekeh wanita setengah baya itu. Diikuti oleh Nayla dan Mahen.
"Ibu titip Nayla ke kamu ya, Nak Mahen. Ibu harap kamu adalah orang yang bisa menggantikan Ayahnya untuk selalu bisa bersama Nayla. Menjaga dan mencintainya setulus hati . Juga didik Nayla agar menjadi istri yang lebih baik lagi. Tapi jika suatu hari nanti kamu tidak mencintainya lagi, tolong segera beritahukan ke Ibu biar Ibu segera menjemput Nayla pulang kembali ke rumah Ibu," pesan wanita setengah baya yang kini mulai berkaca-kaca.
"Mahen akan selalu mengingat pesan Ibu dan Mahen tidak bisa menjanjikan yang muluk-muluk pada Nayla, Bu. Tapi Mahen yakinkan pada Ibu, putri ibu yang cantik ini akan bahagia bersama saya hingga menua nanti."
Nayla dan Mahen berbarengan memeluk tubuh ringkih wanita setengah baya itu.
"Berbahagialah kalian berdua, Ayah pasti melihat kalian dengan tersenyum, sekarang ini."
-
-
Bahkan sang asisten andalan Mahendra Wijaya, yaitu si Gala Hilton yang sedang tebar pesona mengelilingi gedung tempat resepsi pernikahan bos nya itu untuk mencari pasangan agar dia tidak dikatain jomblo sejati oleh bosnya.
Senyum indah tersungging sedari tadi di kedua bibir pengantin yang menyalami para tamu undangannya. Ada kedatangan anggota club marmut yang diketuai oleh Nayla sang pengantin wanita, dengan pasangan masing-masing. Dan yang membuat kaget Nayla adalah kedatangan pria yang telah move on darinya, dia adalah Rahardian, pria yang telah lama menaruh hati pada sang pengantin wanita tapi belum rejekinya untuk bersanding dengan Nayla. Kini dia datang bersama wanita cantik yang menggandeng erat lengan.
"Jangan bilang kamu jatuh cinta pada pandangan pertama, bro?" ledek Mahen pada Rahadian yang diamini oleh Nayla.
Hanya kekehan yang terdengar di atas pelaminan. Saling sindir, saling olok lalu tertawa berbarengan.
Setelah mendapatkan waktu duduk sesaat, namun tiba-tiba pasangan pengantin itu dikejutkan kembali dengan kehadiran pasangan yang kehadirannya tak diharapkan oleh kedua mempelai.
__ADS_1
"Sayang, kenapa wanita itu bisa hadir di sini? Apa kamu mengundangnya?" lirih Nayla yang menggenggam erat jari panjang Mahen.
"Tenang, sayang. Dia tidak akan berani macam-macam di sini," Mahen menenangkan Nayla istri kecilnya.
Tapi tidak bisa dipungkiri Nayla tampak tegang. Di saat Giska menyalami Mahen dan bergantian pada Nayla.
"Selamat menempuh hidup baru, Mahendra Wijaya dan Nayla Suherman," seru Giska menampilkan senyum terbaiknya.
"Terimakasih," sahut Nayla juga tersenyum balik pada wanita di depan nya.
"Selamat juga atas kehamilannya, Nayla. Kamu sangat beruntung mendapatkan Mahendra Wijaya," ucap Giska mengerlingkan sebelah matanya. "Tapi aku juga beruntung akhirnya bisa mendapatkan cintaku," Giska langsung mengapit tangan pria yang berdiri di sebelahnya.
"Hmm," sahut Mahen.
"Sayang," lirih Nayla.
Mahen menghela napas. "Ya.. Ya.. Selamat juga buat kalian berdua. Jaga hubungan kalian baik-baik jangan ada lagi perselingkuhan. Tidak baik buat kesehatan ginjal dan saraf!" celetuk Mahen.
Dan mendapatkan kekehan dari ketiga orang yang berdiri di dekatnya.
"Ternyata, suamiku bisa juga ngelawak, ya," timpal Nayla meledek Mahen.
-
-
Ya, itulah takdir kita tidak bisa menebak, pada siapa kita jatuh cinta dan pada siapa kita akan menjalin biduk rumah tangga. Jodoh, mati, rezeki dan juga takdir sudah ada yang mengaturnya.
"Terimakasih, suamiku telah melabuhkan cintamu pada dermaga hatiku, I love you Mahendra Wijaya," lembut di rungu pria yang mendekap erat tubuh istri kecilnya.
"Aku sangat mencintaimu sampai akhir waktu, Nayla Suherman. Istri kecilku," Mahen mengecup lembut bibir Nayla.
TAMAT.
__ADS_1
Terimakasih pembaca semuanya di mana pun berada. Yang telah membaca dan selalu memberikan dukungannya pada karya recehku ini. Maaf jika cerita recehku ini tidak sesuai dengan ekspektasi masing-masing pembaca. Saya mohon maaf sebesar-besarnya. 🙏🏻🙏🏻