Pendekar Delapan Mata Arah Angin

Pendekar Delapan Mata Arah Angin
Part 21. BALAS DENDAM


__ADS_3

Pangeran Cao Pi sungguh terkesan dengan hadiah yang diberikan Shen Zhou. Setelah mengantarkan Shen Zhou masuk ke pusat Desa Api Jindan, Pangeran Cao Pi segera pulang ke pusat kota kekaisaran. Tentunya untuk meminta dekrit Kekaisaran untuk Desa Api jindan yang langsung masuk dalam wilayah di bawah kepemimpinan Kekaisaran Wei.


“Ru Xou! Yang Kung! Gun Ting! Aku akan pergi mencari seseorang di kerajaan Api Selatan. Kalian urus dengan baik desa ini.”


Shen Zhou menjentikan jari dan mengeluarkan uang 100 juta koin emas dan 10 bongkahan besar batu roh senilai 100000 batu roh. “Gunakan dengan baik untuk meningkatkan Desa. Ingat! Jika ada yang berkhianat aku tidak segan-segan menghancurkan kepala kalian dari jarak jauh. Aku bisa mengawasi kalian!”


Lalu Shen Zhou mengeluarkan Pedang Bai Hu dan Pedang Zhu Que yang sedang melayang dalam keadaan horizontal. Lalu menginjakan kedua kakinya ke bilah pedang tersebut untuk membawanya terbang ke arah Kerajaan Api Selatan yang berbatasan langsung dengan Kerajaan Angin Utara.


......................


...Paviliun Sisik Naga, Kerajaan Api Selatan....


Bangunan dengan warna hitam tersebut merupakan tempat perjudian dan merupakan salah satu aset dari Organisasi Sisik Naga yang dipimpin Yu Shuan.


Shen Zhou duduk di depan salah meja judi dadu sambil memperhatikan semua pelayan disana. Semuanya memiliki tato Naga Hitam di lengan kanan dalamnya.


“Tuan, Anda sungguh bermurah hati. Sudah 100.000 koin emas yang Anda taruh di meja ini dan Anda selalu mengalah,” kata bandar judi dadu yang menjaga.


“Entahlah, aku sedang hampa dan ingin membalaskan dendam. Akan tetapi tangan ini tidak mampu."


Shen Zhou tampak menghela nafasnya. "Ya, uang segitu tidak berarti bagiku, jika bisa membunuh orang yang telah membunuh saudaraku,” balas Shen Zhou dengan berpura-pura mengulas raut muka sendu.


Bandar judi itu berkedip tiga kali pada pelayan yang berada di seberangnya dan pelayan itu mengerti lalu menghampiri Shen Zhou, “Tuan, sepertinya Anda kelelahan. Bagaimana kalau Anda bersenang-senang di dalam?” pintanya dengan sopan dan ramah.


Shen Zhou langsung berdiri dan diarahkan menuju sebuah ruangan yang dijaga dua orang berbadan kekar, botak dan memiliki kumis melintang dengan tatapan mata nyalang ke arah Shen Zhou.


“Tuan, izinkan,” pinta pelayan laki-laki itu dengan menunduk hormat ke arah kedua penjaga botak tersebut.


Kedua penjaga botak tersebut menarik tuas pintu kiri dan kanan untuk membuka pintu. Lalu Shen Zhou mengekor di belakang pelayan tersebut untuk masuk ke dalam ruangan yang hanya disinari api yang sangat kecil.

__ADS_1


Sesuai informasi dari Yang Kung, Organisasi Sisik Naga hitam bisa terpancing jika memberikan alasan untuk membalas dendam dan akan membawa target masuk ke dalam ruangan khusus di Paviliun Sisik Naga untuk bernegosiasi harga.


“Selamat datang, Tuan!” sapa Yu Shuan dari atas lantai dua dengan tersenyum lebar ke arah Shen Zhou. “Kami bisa menyelesaikan apapun keinginan Tuan.”


“Dasar tikus bodoh. Kalian memang ceroboh, berani membawa masuk malaikat maut yang akan mengambil nyawa kalian,” batin Shen Zhou dengan tersenyum licik.


“Tentu, aku ingin kalian membunuh seseorang. Aku dengar reputasi kalian memang sangat hebat mampu membunuh Pangeran Lu Bu,” kata Shen Zhou dan mengeluarkan 10 juta koin emas dari cincinnya. “Aku ingin kalian membunuh Raja Lu Qian! Seperti kalian membunuh Pangeran Lu Bu.”


Yu Shuan pria yang memiliki tanda silang di pipi kirinya melambaikan jari untuk memanggil semua bawahannya dari balik bayangan. Anak buahnya langsung muncul dari balik bayangan dan mengepung Shen Zhou.


“Oh, jadi kalian tidak mau uang ini dan mau membunuhku seperti kalian membunuh Pangeran Lu Bu?” Shen Zhou menyimpan kembali uangnya ke dalam cincin ruang dengan tersenyum sinis. “Jurus auman naga emas. Roaaar …!”


Shen Zhou meraung keras dan mematahkan jurus kebahagiaan iblis milik Yu Shuan yang mengendalikan semua anggota Organisasi Sisik Naga. Sekarang semua anggota Organisasi Sisik Naga yang berada di dalam Paviliun Sisik Naga telah menjadi budak Shen Zhou.


“Bedebah! Pukulan Naga Hitam!” hardik Yu Shuan sambi melesat dari lantai dua ke arah Shen Zhou untuk menghantamkan pukulan yang diselimuti siluet Naga Hitam.


...BAM!...


“Kau memang sampah! Sudah diberi hati minta jantung! Aku beri uang dan kau meminta nyawaku. Maka aku tidak sungkan lagi.” Shen Zhou mengeluarkan Pedang Qin Long yang diselimuti petir kuning yang bergemericik.


“Ti-tidak mungkin! Tingkat kultivasimu berada sangat jauh di bawahku yang memiliki tingkat Dewa Perang Bintang Lima! Ba-bagaimana bisa?” Yu Shuan bangkit dengan melebarkan mata dan memegangi dadanya yang sangat sakit akibat beradu pukulan dengan Shen Zhou.


"Baiklah, karena kau akan mati. Maka aku Naga Putih akan memberitahukannya. Aku memiliki dua kitab pusaka tingkat tinggi, yakni Kitab Samsara dan Kitab Delapan Arah Mata angin dan juga satu pusaka dari dewa bernama Naga Putih,” jelas Shen Zhou yang sudah berpindah tempat di depan Yu Shuan.


Leher pria berambut panjang dengan gaya rambut kuncir kuda tersebut dicekik oleh cengkraman tangan Shen Zhou, “Ma-maafkan aku. Ampuni a-aku,” lirihnya kehabisan nafas.


“Baiklah, aku akan mengampunimu. Katakan siapa yang menyuruhmu melakukan adu domba?” tanya Shen Zhou dengan raut muka yang mengancam.


“Ka-kaisar Sun Qu-quan —”

__ADS_1


...ZRASH!...


Kepala Yu Shuan hancur menjadi bubur darah dan menyembur darahnya ke Pusaka Naga Putih. Lalu darah itu terserap masuk ke dalam baju putih tersebut dan bersih seperti semula.


...BOOF!...


Terdengar suara ledakan teredam di dalam dantian Shen Zhou. Suara ledakan itu bukan suara ledakan kenaikan tingkat kultivasi, tetapi kenaikan tingkat ketiga dari kitab Samsara, yakni jurus seribu wajah.


"Hahaha … hahaha …." Shen Zhou tertawa jahat hingga suaranya menggema di dalam ruangan rahasia Paviliun Sisik Naga.


“Hormat pada Pemimpin Naga Putih! Panjang umur untuk Pemimpin Naga Putih!” Semua anak buahnya berlutut satu kaki ke arah Shen Zhou dan berkata untuk memujanya secara serentak.


“Habisi semua keluarga Kerajaan Api Selatan dan timpakan kesalahannya pada Kerajaan Angin Utara, hahaha ….” Shen Zhou tertawa jahat sambil melayang. Kemudian terbang menembus atap Paviliun Sisik Naga menuju pusat Istana Api Selatan dan merubah dirinya menjadi Yu Shuan.


Semua pasukan elit Organisasi Sisik Naga yang telah ditundukan oleh Shen Zhou juga ikut keluar dari Paviliun Sisik Naga dengan gerakan cepat mengikuti Shen Shou menuju Istana Api Selatan.


......................


^^^Kamar Raja Yuan Guan, Istana Api Selatan.^^^


Yuan Guan sedang memadu kasih bersama Permaisuri Yin Ling dan sudah dua ronde mereka lakukan. Namun Yuan Guan masih belum puas.


“Sayang, ayolah! Kita buat putri atau pangeran lagi. Aku masih belum puas melihat gerakan seksi tubuhmu,” goda Yuan Guan mengelus lembut tengkuk Yin Ling dan langsung membuatnya on fire.


“Nakal kamu sayang. Aku-aku tak tahan,” desah Yin Ling manja.


Tangan Yuan Guan kembali bergerilya ke dua benda kenyal milik Yin Ling yang membuat Yun Guan tergila-gila dan dibuat mabuk kepayang.


Mereka malah asyik melakukan perhelatan akbar. Padahal di dalam istana, semua prajuritnya dibantai oleh Shen Zhou dan anggota Organisasi Sisik Naga.

__ADS_1


Cairan merah membanjiri permukaan lantai di seluruh lorong Istana Api selatan. Tidak ada yang tertinggal, baik dayang, selir dan semua kerabat kerajaan dibantai sampai habis.


Tidak ada pekikan, raungan, ataupun jeritan yang terdengar di dalam wilayah Istana. Shen Zhou dan semua anggota Organisasi Sisik Naga melakukannya dengan sangat cepat dan tanpa suara.


__ADS_2