
Sementara itu, Shen Zhou terlempar dan kepalanya masuk ke permukaan tanah. Untung saja pukulan Kai Shin pelan dan tidak memberikan luka yang sangat fatal pada Shen Zhou. Sebab tingkat kultivasi kai Shn bukan tingkat kultivasi yang berada di alam bawah daratan Xia.
“Sial! Siapa yang berani menyerang tiba-tiba?” sungut Shen Zhou dan menoleh ke kiri serta ke kanan mencari keberadaan Kai Shin. Tapi yang ditemukannya hanya daratan padang pasir yang berada di perbatasan Kerajaan Api timur dan kerajaan Bumi barat. “Yue’er!”
Teriakan Shen Zhou menggema memanggil Kai Yue yang telah dibawa oleh Kai Shin tanpa sepengetahuannya. Menggunakan jurus kesadaran ilahi pun untuk mencari keberadaan Kai Yue juga percuma. Karena Kai Yue dibawa ke kediaman Klan Kai yang berada di alam Nirwana, alam tertinggi di daratan Xia.
Dar jauh terlihat asap yang membumbung tinggi ke langit dan asap tersebut mengepul dari pusat kerajaan Api timur yang sedang diserang oleh pasukan Desa Api Jindan yang dipimpin oleh Jendral Yang Kung.
Des Api Jindan juga mendapatkan bantuan dari Keluarga Gun, Paviliun Bunga Amara dan juga Paviliun Sisik Naga untuk menggempur Kerajaan Api timur yang sudah lama menjadi target balas dendam Shen Zhou.
Walaupun berat hati telah kehilangan jejak Kai Yue yang dibawa entah kemana oleh sosok yang tak dikenal oleh Shen Zhou.
Pria bermanik mata biru tersebut terbang melesat cepat ke arah Kerajaan Api timur untuk meluapkan kemarahannya karena Kai Yue telah diculik oleh Kai Shin.
Sesampainya di wilayah udara pusat kota Api timur, Shen Zhu melihat banyak banguan runtuh dan hancur juga terbakar oleh ulah anak buahnya.
Akan tetapi, dia melihat Jendral yang Kung, Ru Xou, Kun Lun, dan Gun Ting terkapar di tanah, serta akan dieksekusi oleh Raja Kerajaan Api Timur yakni Raja Lu Qian.
“Jendral tolol! Keluarga Gun sampah dan kau kepala desa kaya tahi Ayam!” Raja Lu Qian sambil menghunuskan pedang mengenang muka mereka satu persatu, hingga muka mereka babak belur. Kemudian mengayunkan pedangnya untuk memenggal leher Jendral Yang Kung. “Mati!”
“Mati!” Shen Zhou terbang ke arah Raja Lu Qian dan berdiri di depan Jendral Yang Kung untuk menghalangi tebasana pedangnya dan tepat mengenai leher Shen Zhou.
KLANG!
Pedang itu patah dan Raja Lu Qian terpental lusinan meter hingga menarka dinding Istana Angin Timur dan membuatnya retak.
__ADS_1
Shen Zhou menggunakan jurus wajra Zen untuk membuat Raja Lu Qian terpental. Jurus tu sangat ampuh untuk menyerang balik, walaupun tidak melakukan gerakan serangan balik. Cukup hanya diam, maka target yang menyerang akan terpental.
“Sial!” sungut Raja Lu Qian dan membuat dinding Istana Api Timur jebol oleh ledakan energi chi dari dalam dirinya. “Siapa yang berani macam-macam denganku?”
“Aku, kenapa?” Shen Zhou memicingkan mata dan sangat muak pada orang yang sombong seperti Raja Lu Qian. “Kau itu mau mati, sebaiknya minta maaf pada saudaraku!”
Raja Lu Qian melayang ke arah Shen Zhou dengan tatapan nyalang,”Minta maaf? Memangnya kau siapa berani menyuruhku? Kau itu hanya sampah busuk rendahan dan tak tahu diri berani memerintahku, hah!” hardiknya dengan mata melotot.
"Aku Naga Putih, orang yang telah membuat lumpuh Pangeran Cao Pi an membunuh Yu Shuan." Shen Zhou menunjukan kekuatanya dengan merubah dirinya menjadi Pangeran Cao Pi. Lalu memukul muka Raja Lu Qian yang memiliki kumis melintang tersebut.
BAM!
Tubuh Raja Lu Qian kembali terpental dengan muka seperti kepala B*** dan semua giginya rontok.
Yang Kung, Ru Xou, Gun Ting, dan Kun Lun lukanya secepat kilat langsung sembuh. Kegunaan pedang Xuan Wu memang untuk menyembuhkan luka dalam maupun luka ringan, termasuk penyakit yang tidak bisa disembuhkan.
“Tunggu. Shen Zhou ingat sesuatu dan berteriak dengan mendongakan kepalanya ke langit, “Aku tolol …!”
Pria bermanik mata biru itu ingat jika pedang Xuan Wu bisa menyembuhkan segala penyakit. Seharusnya dia lebih peka dan berpikir jernih saat Kai Yue sakitnya tambah parah. Bukan membawanya ke Kekaisaran Han untuk menemui Hua Tuo yang berakhir Kai Yue harus diculik oleh Kai Shin.
“Aaaakh!” sungut Raja Lu Qian berapi-api dengan tubuh diselimuti aura perak yang mendesis seperti aura super saiya. “Gelombang Harimau Perak!”
Raja Lu Qian mengarahkan kedua telapak tangannya ke arah Shen Zhou dengan kuda-kuda yang sangat kuat.
Muncul ratusan, ribuan, puluhan ribuan siluet Harimau perak yang sangat banyak mengepung wilayah pusat kota Api timur.
__ADS_1
Siluet Harimau perak yang berjumlah tak terhitung tersebut melesat serentak ke arah Shen Zhou. Tapi pria bermanik mata biru itu hanya menyunggingkan senyum dan masih mendongakkan kepalanya ke langit.
BOOM! BOOM!
Tubuh Shen Zhou dibombardir siluet-siluet Harimau Perak tanpa henti dan membuat Jendral Yang Kung, Ru Xou, Kun Lun dan Gun Ting khawatir dengan menggigit ujung jari mereka dengan keringat dingin membasahi wajah mereka berempat.
Pasalnya, setahu mereka berempat jurus gelombang Harimau perak merupakan jurus pamungkas yang dimiliki Raja Lu Qian untuk membombardir pasukan Kekaisaran Wei dan akhirnya berhasil membunuh Pangeran Lu Bu.
Kepulan asap dan debu semakin tebal, sehingga menghalangi pandangan mereka berempat ke arah Shen Zhou.
Siluet-siluet Harimau perak iu terus menghantam tubuh Shen Zhou dan meledak. Raja Lu Qian yang melihatnya tertawa girang, “Hahaha …. Kamu memang sombong dan orang yang sombong panta matinya digigit Harimau, hahaha ….”
“Oh, iyakah?” Shen Zhou tersenyum licik dengan raut muka menyeringai dan sudah berada di belakang Raja Lu Qian. “Aku sudah memberikanmu kesempatan untuk bertaubat dan mengakui kesalahanmu telah membunuh Pangeran Lu Bu. Tapi tetap saja kau sombong. Pedang Hun Dun.”
JLEB!
Pedang berwarna ungu tersebut muncul dari kehampaan di belakang tubuh Raja Lu Qian dan langsung ditusukan oleh Shen Zhou ke pinggang pria yang mukanya sudah tak dikenali tersebut, hingga menembus perutnya.
"Ti-tidak mungkin?!Ba-bagaimana kau bisa selamat dari jurus pamungkasku?! Guhak!" Raja Lu Qian memuntahkan darah segar dari mulutnya dengan mata melebar, karena tidak percaya Shen Zhou bisa selamat dari jurus pamungkasnya tersebut.
"Itu mudah, jurus iu hanya seperti upil bagiku." Shen Zhou menarik upil dari hidungnya bersamaan dengan menarik gagang pedang Hun Dun dari pinggang Raja Lu Qian.
Kemudian dia berjalan perlahan ke depan Raja Lu qian dan menempelkan upil tersebut tepat di dahinya, "Kau tadi mengatakan orang yang sombong matinya digigit Harimau. Maka aku akan mengabulkannya untukmu. Gelombang Harimau Emas.”
Raja Lu Qian terduduk lemas memegangi perutnya dengan pandangan mata yang sudah buram. Kemudian shen Zhou melayang ke udara dan melepaskan energi berbentuk siluet Harimau berwarna emas dengan jumlah 100.000 siluet Harimau emas dan melesat ke arah Raja sombong tersebut.
__ADS_1