Pendekar Delapan Mata Arah Angin

Pendekar Delapan Mata Arah Angin
Part 52


__ADS_3

8 bulan kemudian, penjara bawah tanah Kerajaan Angin Utara.


Saat ini adalah saat tergenting Yun Zishan untuk melahirkan seorang putra. Wajahnya meringis kesakitan menahan perutnya yang sedang kontraksi.


Selama 8 bulan di penjara bawah tanah, Yun Zishan hanya dijadikan pelampiasan hasrat oleh Shen Zhou dan dia tidak boleh memakai sehelai benang pun.


Shen Zhou memberikan Yun Zihan racun Naga Hitam yang membuatnya terus hidup selama satu tahun dan tahan terhadap semua penyakit.


“Suamiku, tolong!” rintih Yun Zishan memanggil Shen Zhou yang duduk di sampingnya dengan menatap sinis ratu ular itu.


“Kenapa? Sakit? Bunuh saja anakmu itu jika mampu. Lagipula dia anak Shen Xin, bukan anakku, Jadi aku tak peduli, hahaha ….” Shen Zhou benar-benar tak peduli pada Yun Zishan dan tertawa jahat melihat penderitaan Yun Zishan saat ini.


“Aku mohon suamiku —”


“Suamimu? Bukankah kau sudah mencampakan dan menceraikanku waktu itu,” potong Shen Xin dengan menggertakan dirinya mengingat kejadian lampau saat Yun Zishan mencampakkannya dan lebih memilih Shen Xin.


“Aku mohon suamiku. Aku mohon, aaakh …,” pekik Yun Zishan memegangi perutnya yang bertambah sakit.


Ada rasa kasihan di hati Shen Zhou lalu bertepuk tangan untuk memanggil penjaga wanita untuk membantunya melahirkan.


Pria bermanik mata biru tersebut masuk ke robekan celah dimensi dan keluar di depan Diao cha yang sedang berendam di bak mandi.


“Sial, salah masuk,” gumam Shen Zhou melebarkan mata dan langsung menutup pandangan matanya dengan telapak tangan kanannya.


“Aku tahu kamu di belakangku. Jika ingin menikmati tubuhku, aku sudah siap walaupun kita belum menikah —”

__ADS_1


“Tidak, aku tidak akan melakukannya sebelum aku menikahimu. Tapi sebelum aku menikahimu, sejujurnya aku ingin menikahi seorang wanita dari alam nirwana. Jika kamu ingin menyerah, maka aku tidak akan memaksamu,” potong Shen Zhou langsung ke intinya.


Tak sadar Diao Cha menjatuhkan air matanya karena diduakan oleh Shen Zhou, “Aku memang mencintainya tapi juga sebagai balas budi pada ayahnya yang telah menolongku dari rasa putus asa yang sangat dalam. Aku dahulu hanyalah sampah, dantiannya hancur dan juga lumpuh permanen juga kau sudah tahu bukan masa laluku?” sambung shen Zhou.


“Ya, aku tahu.” Diao Cha menyeka air matanya dan melanjutkan, “Kita mempunyai penderitaan yang sama, walaupun cara takdir membuat diri kita menderita itu berbeda. “Kamu sudah mempunyai segalanya, lalu apa yang kamu inginkan lagi?”


“Belum, aku ingin semua Kekaisaran tunduk di bawah kakiku. Lagu aku akan menyusul Kai Yue ke alam nirwana,” tegas Shen Zhou dan melanjutkan, “Aku juga ingin membawamu.”


“Aku akan ikut kemanapun kamu pergi, karena aku mencintaimu. Aku rela menjadi istri keduamu, karena aku sangat menyayangimu. Pernikahanku dengan Lu Bu hanya pernikahan simbolis antara keluargaku dan keluarga Kekaisaran Lu.”


Diao Cha keluar dari b mandi dengan tubuh tanpa sehelai benang. Kulitnya yang sangat mulus dan putih membuat ShenZHou meneguk salivanya dalam-dalam. Ditambah lagi kedua gunung kembarnya yang cukup besar dan padat, serta tubuhnya yang sangat seksi membuat benda pusaka Shen Zhou berontak dalam s*****.


"Aku mencintaimu," sambung Diao Cha dengan mendesah dan langsung memeluk Shen Zhou dengan kepala mendongak ke arah wajah pria bermanik mata tersebut. Lalu mencium bibirnya hingga terjadi pergulatan anta bibir yang cukup panas.


Shen Zhou langsung melepaskan pagutan bibir Diao Cha yang sudah hilang kendali dan masuk ke dalam celah dimensi menuju kamar penjara Yun Zishan.


Yun Zishan saat ini merasakan sepuluh kali lipat rasa sakit di perutnya dan beberapa kali berteriak kencang. Bayinya akan lahir tapi terjadi tarik ulur antara sanga bayi dan para penjaga yang membantu persalinan Yun Zishan.


Bayi di lubang benda pusaka Yun Zishan kepalanya sudah keluar dan sedang ditarik oleh kedua penjaga wanita dan ditambah lagi 10 penjaga wanita. Karena proses persalinannya berjalan sangat alot.


“Anak inni seperti bapaknya, selalu saja menyusahkan,” gumam Shen Zhou melihat kerumunan para penjaga wanita yang bergantian menangani proses persalinan Yun Zishan


Dengan teknik kesadaran ilahi, Shen Zhou sudah melihat bayi didalam rahim Yun Zishan, tidak memiliki kedua tangan dan kedua kaki. Shen Zhou benar-benar ingin membuat Yun Zishan menderita lahir dan batin.


“Aaaaaakh …!” Yun Zishan memekik lagi dan tubuhnya mulai berontak lagi. Keempat penjaga wanita memegangi kedua tangan dan kedua kaki Yun Zishan agar tidak terus berontak.

__ADS_1


Perutnya semakin lama semakin sakit seperti ditusuk ribuan pedang dan jarum disaat bersamaan, lalu dicabut dan ditusukan lagi berulang-ulang.


Yun Zishan seperti mati segan dan hidup pun tak mau. Dia sudah diambang rasa ptus asa yang sagat dalam dan ingin mengakhiri hidupnya.


Shen zhou tersenyum puas melihat Yun Zishan terus meronta-ronta menahan perutnya yang sangat sakit.


“Semua perbuatan itu ada konsekuensinya. Kau berbuat jahat padaku, maka aku akan lebih jahat lagi padamu dan ini hanyalah permulaan,” gumam Shen Zhou dengan tersenyum licik.


Detik demi detik, menit berganti menit dan jam berganti jam, hingga hari berganti hari. Yun zishan terus berteriak kesakitan hingga suaranya menjadi serak dan parau, keringat dingin mengucur deras di sekujur tubuh Yun Zishan dan sudah 100 orang penjaga wanita silih berganti mengurus proses persalinan ratu ular itu.


Shen Zhou sudah beberapa hari duduk di depan pintu kamar penjara Yun Zishan untuk memperhatikan jalannya proses persalinan yang berjalan sangat alot.


Pria berambut hitam tersebut sangat kesal karena sudah hampir satu minggu Yun zihan belum juga melahirkan. Akhirnya dia mengeluarkan pedang Xuan Wu dari kehampaan dan berjalan cepat ke arah kerumunan penjaga wanita yang sedang beratina membantu proses persalinan Yun Zishan.


“Minggir!” teriak Shen Zhou dan membuat para penjaga wanita segera menyingkir dengan raut wajah seputih kertas. Sebab Shen Zhou menyeret pedang Xuan Wu di permukaan lantai dengan wajah garang.


Kemudian pedang Xuan Wu ditusukan oleh Shen Zhou tepat mengenai pusar Yun Zishan dan langsung membuat bayi itu keluar dari ubang benda pusaka milik Yun Zishan.


“Aaaakh …!” peiki Yun Zishan dengan suara serak dan langsung terkulai lemas.


Bayi itu langsung dimandikan oleh salah satu penjaga wanita dan semuanya merinding ketakutan. Sebab bayi tersebut cacat tanpa kedua tangan dan kedua kaki, serta memiliki manik mata hitam dengan sklera berwarna merah, bukan putih seperti umumnya mata bayi manusia.


Setelah dimandikan, bayi itu dibungkus kain agar tetap hangat dan ditaruh di samping Yun Zishan.


“A-anakku,” lirih Yun Zishan dan memeluk bayi itu dan menaruhnya di dada untuk disusui. Tapi saat mulut bayi itu sudah menghisap butiran jagung berwarna merah muda, Yun Zishan kemali berteriak dengan suara parau, “Aaakh …! Sakit …!”

__ADS_1


Bayi itu bukan hanya menghisap ASI di salah satu gunung kembar Yun Zishan, tetapi juga menghisap darahnya. Tentu saja membuat wanita ular itu kesakitan.


__ADS_2