
Raja Lu Qian terduduk lemas memegangi perutnya dengan pandangan mata yang sudah buram. Kemudian shen Zhou melayang ke udara dan melepaskan energi berbentuk siluet Harimau berwarna emas dengan jumlah 100.000 siluet Harimau emas dan melesat ke arah Raja sombong tersebut.
Tubuhnya diserang satu persatu oleh siluet Harimau Perak dengan mencabik-cabiknya. Bukan hanya itu, siluet Harimau perak membombardir pusat kota Api timur dan membuatnya rata seperti permukaan tanah.
Untung saja semua warga sudah diungsikan oleh pasukan Jendral Yang Ku, karena Shen Zhou memerintahkan tidak membunuh warga yang tak berdosa.
Kali ini Shen Zhou bertindak nekat dengan menghabisi semua keluarga Kerajaan Api Timur dan menjadikan wilayah Kerajaan Api Timur menjadi Kerajaan Api Jindan.
Raja Lu Qian tubuhnya tidak tersisa karena dimakan oleh siluet-siluet Harimau Perak.
“Cuih! raja sombong sepertimu memang pantas untuk mati digigit oleh Harimau!” hardik Shen Zhou dengan meludah ke arah bekas berdirinya Raja Lu Qian.
***
Keesokan paginya.
Shen Zhou langsung mengirimkan gulungan surat berisi dekrit Raja ke seluruh Kekaisaran, bahwa Desa Api Jindan menyatakan menjadi bagian dari wilayah Kekaisaran Han dan menjadi Kerajaan Naga Putih.
Dia mulai memikirkan kekuasaan, ekonomi dan politik dengan caranya sendiri, yakni jika tidak bisa bernegosiasi dengan baik, maka habisi.
“Kun Lun, bagaimana nasib Kerajaan Angin Utara?” tanya Shen Zhou yang sedang berbaring di atas dahan pohon. Sebagai Raja baru dia tidak suka hal yang mewah dan malah menggunakan salah satu pohon besar di tengah pusat desa Api Jindan sebagai Istananya.
“Buruk, ekonomi mereka jatuh, rakyat kelaparan akibat salah seorang telah membeli semua sumber daya dan membawanya kabur entah kemana,” jawab Kun Lun yang berlutut satu kaki di bawah pohon besar yang menjadi Istana Naga Putih.
__ADS_1
“Hahaha ….” Shen Zhou tertawa terpingkal-pingkal dan membuat Kun Lun heran. “Bawa uang ini dan ancam semua pedagang untuk menjual semua stok bahan makanan mereka ke Paviliun Sisik Naga dan dirikan markas cabang di keempat Kerajaan di Kekaisaran Wu.”
Shen Zhou masih belum puas mengurusi masalah ekonomi di Kekaisaran Wu yang harus membuat mereka bangkrut. Kemudian melemparkan sebuah cincin berisikan uang 1 milyar koin emas pada Kun Lun.
“Baik, yang mulia!” Kun Lun mengangguk dan tubuhnya berkedip hilang dari pandangan Shen Zhou.
Dari jauh, Shen Zhou melihat kereta kuda yang dikawal banyak prajurit berkuda dan dia mengenalinya. Itu adalah kereta kuda milik Kekaisaran Han yang biasa digunakan oleh Diao Cha.
“Dasar pak tua. Terlalu girang sekali melihat aku menundukan wilayah Kerajaan Api Timur menjadi wilayah Kekaisaran Han, sampai-sampai dia datang kemari” gumamnya tersenyum simpul.
Kereta kuda sudah sampai di depan dinding pembatas desa Api Jindan yang sekarang bertransformasi menjadi pusat kota Raja Naga Putih.
Shen Zhou menjentikan jari dan langsung berpindah tempat ke depan pintu gerbang kota Naga Putih.
“Dasar pak tua gila. Kau saja yang sudah ubanan, aku tak mau plang takut tertular ubanmu,” blasa Shen Zhou dengan berteriak juga dan membuat prajurit yang sedang berjaga di pintu gerbang tertawa terpingkal-pingkal.
Mereka merasa Shen Zhou adalah Raja yang konyol, karena berani memanggil Hua TUo sang alkemis nomor satu di keempat Kekaisaran dengan pria tua gila.
Begitu kereta kuda berhenti, Hua Tuo yang kesal dipanggil pria tua beruban gila langsung keluar dan memeluk leher Shen Zhou, lalu memukul pantanya berkali-kali, “Rasaan ini! Rasakan ini! Rasakan, hmph!”
“Ampun pak tua! Eh, ampun guru jangan pukul lagi. Kalau guru memukul pantanta benda pusaakaku tidak akan bisa membuat nikmat Diao’er,” rengek Shen Zhou meminta ampun agar jangan dipukul lagi.
Diao Cha yang mendengarnya, hanya bisa terkekeh sambil menutupi mulutnya dengan kedua pipi merona. Bagaimanapun juga, Dia Cha sangat rindu dengan Shen Zhou, laki-laki yang belum mau menikahinya.
__ADS_1
Tanpa disuruh, para penjaga membukakan pintu gerbang pusat kota Naga Putih dan tampak bangunan yang terbuat dari batu logam emas dan setiap tiangnya terbuat dari batu roh, supaya memudahkan para penduduk kota Naga Putih untuk berkultivasi.
“Kamu sangat jenius, muridku.” Hua Tuo berjalan beriringan dengan Shen Zhou dan menepuk pundaknya. Tanda kalau pria tua itu mengakui bahwa Shen Zhou memang akap dalam hal apapun termasuk menata bangunan. “Berapa banyak koin meas yang kau habiskan untuk membuat desa kecil menjadi kota semegah ini?”
“Jangn ditanya guru. Aku malu karena tak sebanding dengan Kekaisaran Han —”
“Matamu,” potong Hua Tuo dan memukul kepala Shen Zhou pakai kipas kecil miliknya. “Kekaisaran Han saja ana mampu membangun kota dengan bahan bangunan kelas tu seperti ini. Apalagi di seluruh tiang dan lantainya menggunakan batu roh.”
“Hehehe ….” Shen Zhou terkekeh pelan dengan menutup mulutnya. “Lalu didatangi guru kemari untuk apa? Apakah ada masalah di Kekaisaran Han?”
“Tidak ada masalah. Apakah salah jika guru menjenguk muridnya. Utamanya sih karena … hmph!” Hua tuo melirik ke arah kereta kuda yang sedang berjalan pelan berdampingan dengan Hua Tuo. “Ya, kamu tahulah.”
Kemudian Shen Zhou menceritakan semuanya yang terjadi sampai dia mau pergi menemui Hua Tuo untuk menyembuhkan Kai Yue, wanita yang disukainya juga. tetapi ditengah jalan Kai Yue malah diculik oleh Kai Shin.
Diao Cha yang mendengarnya sedikit cemburu tapi juga kasihan pada Kai Yue. Dia tidak mempermasalahkan jika Shen Zhou menikahi lebih dari satu wanita, karena dia super tampan dan jenius.
Shen Zhou mengantarkan Hua Tuo dan Diao Cha ke Paviliun Bunga Amara untuk beristirahat. Paviliun yang dipimpin oleh Xie Lan itu, selain memiliki bisnis dalam pelelangan juga memiliki bisnis penginapan di pusat kota Naga Putih.
Dengan ornamen banguanan yang mempesona, Paviliun Bunga Amara menjadi tempat favorit banyak pengunjung dari Kerajaan lain berkunjung. Ditambah lagi, tingkat keamanan kota Naga Putih sangat ketat dan tidak ada yang berani macam-macam.
Selain itu, jika terjadi keributan, maka langsung dihukum di tempat dengan jurus derita seribu tahun yang diajarkan Shen Zhou pada semua orang yang berada di kota Naga Putih.
Seorang pria memakai topi caping dengan tudung kain mengawasi Shen Zhou dari lantai dua sebuah restoran di kota Naga Putih. Dia juga mengawasi setiap gerak-gerik warga kota Naga Putih dan mencari celah serta kelemahan kota baru tersebut.
__ADS_1
Dia adalah pangeran Liu Chan dari Kekaisaran Shu yang bekerja sama dengan Kai Shin untuk memburu dan membunuh semua hal yang berkaitan dengan Shen Zhou.