
Shen Zhou membagi-bagikan uang daa berkata, “Kalian telah bekerja terlalu lama. Lebih baik pulang dan beristirahat!”
Mereka heran, sebab Jiang Nan berbah sangat baik. Tidak seperti biasanya selalu kejam dan mencambuk siapapun yang bekerja malas-malasan.
Dengan raut wajah sumringah setelah menerima uang dari Shen Zhou, semua pegawai Jiang Nan yang berada di dalam gudang beras milik keluarga Jiang berbondong-bondong keluar.
Shen Zhou langsung beraksi menukar karung-karung beras mili keluarga Jiang dengan krung-krung beras milik keluarga Yuo.
“Satu bisnis keluarga Jiang, jatuh.” Shen Zhou tersenyum lebar dan bertepuk tangan. dia sadar telah diawasi oleh Liu Chan yang matanya sedang melebar, sebab Shen Zhou bisa jurus seribu wajah.
Untuk memancingnya, Shen Zhou melesat keluar dengan bersiul, “ Wiiitwiiiw …! Kejar aku!”
Pria berambut hijau itu langsung berpindah tempat ke depan Shen Zhou yang sudah terbang di udara di atas ketinggian 100 meter.
BAM!
Kedua pukulan beradu di udara dan sama-sama kuat. Kiu Chan matanya membola, dia tak menyangka Shen Zhou mampu mengimbangi kekuatannya, “Apa?! Tidak mungkin?!”
“Jangan terkejut begitu?! Apa mata punyamu katarak ya? Hahaha …. Kau hanya melihat diriku di tingkat Guru Perang bintang tiga, makanya kau mau mengejarku bukan?” tanya Shen Zhou dengan tersenyum sinis.
“Aku ini di tingkat Kaisar Perang bintang dua. Bagaimana mungkin pukulanku bisa seimbang denganmu? Hah!”
Liu Chan masih tak percaya dan bertambah kesal dengan urat otot di dahinya menonjol besar disertai rahangnya yang mengeras.
“Ingat! Daratan Xia saja masih dari alam yang lebih tinggi. Bukankah kau sudah bertemu salah satu orang yang dari alam tersebut?” tanya Shen Zhou dengan tatapan tajam dan aura membunuh yang sangat pekat.
Dia mencium bau Kai Yue di tubuh Liu Chan. Makanya dia berani mengatakan hal tersebut.
“Itu bukan urusanmu! Aku akan membunuhmu disini!” Li Chan mengeluarkan sebilah pedang Neraka bernama Qiong Qi berwarna hitam pekat dan melesat ke arah Shen Zhou.
__ADS_1
TRANG! TRANG!
Shen Zhou pun tidak kalah cepat dan mengeluarkan pedang Neraka Tao Tie untuk menangkis setiap tebasan Liu Chan. Percikan api muncul di sekitar tubuh mereka berdua.
Keduanya memiliki gerakan yang sangat cepat dan tak bisa dilihat oleh mata biasa. Ribuan gerakan jurus mereka peragaan hanya dalam 10 hembusan nafa. Tapi belum ada tanda-anda siapa yang akan kalah atau mati.
BAM!
Keduanya terpundur di udara sejauh lusinan meter dan memegangi dada masing-masing. Baru kali ini Shen Zhou menghadapi lawan yang seimbang, baik dari segi kecepatan maupun kekuatan.
“Guhak!” Shen Zhou dan Liu Chan serentak memuntahkan seteguk darah dan memegangi dada mereka yang seperti terbakar api yang sangat membara.
Kedua pedang itu beresonansi satu sama lain. Tapi ketika pedang Qiong Qi akan melesat ke arah Shen Zhou arena tertarik dengan energi chi iblis tingkat atas yang dimiliki Shen Zhou, Liu Chan langsung menyimpan pedang hitam tersebut ke dalam cincin ruangnya.
“Aku akan kembali untuk membunuhmu. Jalan Naga darah!” ancam Liu Chan dengan tatapan mata yang tajam. Lalu tubuhnya berkedip hilang dari pandangan Shen Zhuo.
Shen Zhou pun mengacungkan jari tengah ke arah Liu Chan yang sudah hilang dari pandangannya. Lalu melesat ke arah kios beras Yuo untuk memulihkan lukanya.
Dengan berjalan agak limbung dan menumpu pada dinding sebagai sandaran, Shen Zhou berjalan dengan sekuat tenaga menuju ruangan tempat penyimpanan semua beras.
“Sial, pedang itu dan Pangeran Liu Chan sungguh sangat kuat. Kalau saja dia tak melepaskanku, mungkin aku bisa mati.”
Shen Zhou duduk bersila lalu mengeluarkan pedang surga Xuan Wu dari kehampaan, lalu menusuk perutnya untuk memulihkan semua luka dalamnya yang sangat fatal.
Setelah lukanya pulih dalam 3 jam, untuk mengantisipasi hal yang tidak diduga. Shen Zhou mengeluarkan batu roh cukup besar dari cincin ruang untuk menaikan tingkat kultivasinya secepat mungkin.
Tapi kali ini Shen Zhou menyerap batu roh tersebut dibantu dengan menggunakan pedang neraka Tao Tie.
Pedang putih tersebut ditusukan ke batu roh dan mulai menyerap energi chi dengan kepadatan tinggi dari batu roh tersebut. Kemudian disalurkan melalui bila pedang Tao Tie dan diteruskan ke dantian milik Shen Zhou melalui gagang pedang tao Tie yang sekarang dipegang oleh Shen Zhou.
__ADS_1
Batu roh sebesar 5 meter tersebut terserap cepat hanya dalam 4 jam. Seharusnya batu roh tersebut akan terhisap habis energi chi-nya paling cepat 6 bulan.
BOOF!
Dantian Shen Zhou meledak, menunjukan jika dirinya naik kultivasi ke tingkat Guru Perang bintang empat atau setara dengan Kaisar Perang bintang empat.
Shen Zhou melanjutkan meditasinya untuk menguatkan pondasi kultivasinya yang terlalu cepat naik hanya dalam empat jam. berkat pedang neraka tao Tie juga, pondasi kultivasi Shen Zhou langsung menguat hanya dalam satu jam.
Dengan tubuh segar bugar Shen Zhou keluar dari dalam kios beras Yuo dengan terbang melesat melalui jendela. Lalu berpura-pura berdiri di depan kios beras yang sudah dikerumuni banyak wanita menunggu 10 penjaga keamanan yang membawa kunci kios.
“Naga Putih, berasmu sangat enak. Aku menyesal cuma membeli 1 kg. Bagaimana kalau kau memberiku 100 kg dan datanglah ke rumahku,” goda seorang nenek berumur 75 tahun, tapi memasuki masa puber ketiga setelah melihat ketampanan wajah Shen Zhou.
“Wow, Nona muda. Kamu memang punya mata yang jeli dan lidah yang sangat baik. Baiklah, aku akan berkunjung malam nanti setelah aku menutup kios ini,” balas Shen Zhou dengan mencolek dagu nenek tersebut dan membuatnya tersipu malu.
Pelanggan wanita lain iri dan cemburu melihat nenek itu di colek dagunya oleh Shen Zhou.
“Dasar nenek bau tanah.”
"Aku robek saja kulitnya yang suah kaya kulit sapi itu. Mati sana!"
"Benar-benar nenek-nenek kegatelan. Aku hajar kau, hmph!"
"... …."
Suasana semakin memanas gara gara Shen Zhou mencolek dagu nenek Lui Yan yang merupakan Nyonya besar di keluarga Lui.
Shen Zhou pun tak hilang akal. Dengan senyum tulus menciumi pipi kanan semua wanita dari berbagai zaman tersebut satu persatu, supaya meredakan suasana panas yang terjadi saat ini.
“Ah, lumayan. Dapat rejeki nomplok. Kapan lagi bisa mencium semua wanita ini. Jurus wajah tampan memang bi menghanguskan hati wanita manapun, hahaha …,” batin Shen Zhou sambil tersenyum cabul.
__ADS_1
Para wanita itu mukanya langsung memerah semerah kepiting rebus, karena dicium oleh Shen Zhou dengan ciuman yang mesra. Untung saja para suami wanita yang memiliki suami itu tidak melihatnya. Kalau saja melihatnya, benda pusaka Shen Zhou sudah dijadikan bakaran sate daging.