Pendekar Delapan Mata Arah Angin

Pendekar Delapan Mata Arah Angin
Part 50


__ADS_3

BOOM!


Tubuh Sun Ce meledak. Tapi ledakannya tidak sampai melukai dan menghancurkan bangunan di pusat kota Kekaisaran Wu. Sebab, sebelum meledak, Jendral Lu Xun sudah menyadari dengan jurus kesadaran ilahi tingkat tinggi, bahwa ada yang tidak beres di wilayah udara pusat kota Kekaisaran Wu.


Jadi, Jendral Lu Xun langsung berteleportasi ke dekat tubuhmu Sun Ce dan langsung menendangnya ke langit, supaya ledakan tubuh Sun Ce tak berakibat fatal bagi semua warga di Kekaisaran Wu.


“Pangeran, kenapa kau melakukan ini?” tanya Lu Xun sambil mendongakan kepala melihat tubuh Sun Ce yang sudah lenyap menjadi bola cahaya ledakan di atas langit.


Jendral Lu Xun yang masih bingung dengan raut muka dipenuhi tanda tanya menghela nafas panjang. Lalu memejamkan mata untuk memindai setiap sudut wilayah pusat kota Kekaisaran Wu menggunakan persepsi pandangan kesadaran ilahi.


Persepsi pandangan kesadaran ilahi milik Jendral Lu Xun dilebarkan sejauh radius 100 km dan matanya langsung terbuka cepat sampai melotot, hingga keluar dari sarangnya.


“Ke-kerajaan Api Selaatan?! Kerajaan Api Timur?! Kerajaan Api Ba-barat?!” gumam Jendral Lu Xun dengan ubuh gemetar.


Pasaknya, dia melihat dari persepsi pandangan kesadaran ilahi, ketiga wilayah kerajaan tersebut telah terbakar dan sebagian wilayahnya rata dengan tanah. Ditambah lagi, dari ketiga arah tersebut puluhan ribu pasukan Kekaisaran Han telah mendekat ke arah pusat kota Kekaisaran Wu.


Shen Zhou yang sudah menyadari jika penyerang Sun Ce gagal, dia segera berpindah tempat dengan jurus mata berkedip yang telah ditirunya dari Liu Chan. Hanya dalam satu kedipan mata, Shen Zhou sudah berteleportasi dan tiba di ketinggian 700 meter di atas pusat kota Kekaisaran Wu.


Saat jendral Lu Xun akan turun ke pusat kota Kekaisaran Wu untuk melaporkan temuannya pada Kaisar Sun Quan, Shen Zhou langsung menjegalnya.


“Tunggu, salam hangat selalu dariku Naga Putih. Orang yang telah membuat Sun Ce bunuh diri dengan meledakan dirinya sendiri,” sergah Shen Zhou dan sudah berpindah tempat di depan Jendral Lu Xun.


“Kau?!” Jendral Lu Xun langsung menghunuskan kedua belatinya ke arah Shen Zhou dengan mata melebar dan menggertakan gigi. “Bukankah kau Shen Zhou. Sampah keluarga Shen? Apakah kau tahu hukuman orang yang memprovokasi pangeran untuk melakukan pembangkangan terhadap Kekaisaran? Hah!”


“Pembangkangan? Lalu siapa wanita yang sedang berada di Paviliun lik kaisar itu? Bukankah Jendral Lu Xun tahu?” tanya Shen Zhou dengan melirik sinis ke arah Jendral Lu Xun.


Jendral yang memiliki rambut merah pekat tersebut bungkam seribu bahasa mendengar penuturan fakta yang dilontarkan oleh Shen Zhou.


“Sekarang kau pilih, minggir jangan halangi aku atau kau mau melawanku?”


Shen Zhou mengeluarkan keempat pedang surga dan terbang mengelilingi tubuhnya dengan melayang secara vertikal disertai deru angin yang sangat kencang di sekitar tubuhnya.


“Hahaha … sampah tahi lalat sepertimu mau mengancamku? Walaupun puluhan ribu pasukan Kekaisaran Han datang dengan menghunuskan seribu pedang kepadaku, mereka semua akan mati berkalang tanah.” Jendral Lu Xun tertawa sinis untuk menghina Shen Zhou dan langsung hilang dari pandangannya.


Lu Xun muncul di belakang Shen Zhou, lalu langsung melesatkan pukulan cepat ke arah tengkuk pria bermanik mata biru tersebut.

__ADS_1


BAM!


Shen Zhou langsung membalikan badan untuk melesatkan pukulan pula, hingga kedua pukulannya beradu dan membuat keduanya terpundur di udara sejauh lusinan meter.


Tubuh Jendral Lu Xun dan Shen Zhou berkedip hilang dari pandangan masing-masing. Kemudian muncul serentak dan langsung menyabetkan senjata masing-masing ke arah satu sama lain.


TRANG! TRANG!


Kedua belati Jendral Lu Xun beradu dengan pedang surga Zhu Que milik Shen Zhou. Mereka beradu senjata dengan gerakan yang tidak dapat ditangkap oleh mata biasa.


Hanya terlihat gelombang kejut dan percikan api dari jejak-jejak yang mereka tinggalkan di berbagai arah.


Keduanya beradu senjata sambil turun ke arah pusat kota Kekaisaran. Shen Zhou sengaja melakukannya agar Jendral Lu Xun mengikutinya tanpa sadar.


Para Jendral Kekaisaran Wu yang lain pun merasakan jika Jendral Lu Xun sedang bertarung dengan kultivator yang sangat kuat di atas langit.


Jendral Taishi Chi, Jendral Huang Gai, dan Jendral Zhou Tai segera terbang melesat ke arah Shen Zhou yang sedang bertarung dengan Jendral Lu Xun untuk membantu Jendral yang memiliki rambut merah pekat tersebut.


Shen Zhou langsung dikeroyok oleh empat Jendral Kekaisaran Wu. Tapi itu bukan masalah untuknya dan untuk menangani hal tersebut, She Zhou melepaskan jurus pamungkas yang dimiliki oleh Shen Xin,”Jalan Naga Hitam!”


BAM! BAM!


“Uhuk!” Jendral Lu Xun, Jendral Zhou Tai, Jendral Huang Gai, dan Jendral Taishi Chi terpental ke berbagai arah sejauh lusinan meter dengan terbatuk darah.


Shen Zhou melanjutkan serangannya dan melemparkan keempat pedang ke arah


Jendral Lu Xun, Jendral Zhou Tai, Jendral Huang Gai, dan Jendral Taishi Chi yang masih terpental dalam keadaan melayang mundur sambil meringis kesakitan.


JLEB! JLEB!


Dada bagian jantung Jendral Huang Gai tertusuk pedang surga Bai Hu dan membuat tubuhnya membeku. Lalu terjun cept ke permukaan tanah dan hancur berkeping-keping menjadi kepingan kristal es.


Sedangkan Jendral Zhou Tai dada bagian jantungnya tertusuk pedang surga Zhu Que dan membuat tubuhnya terbakar hingga gosong dan tak dikenali wajahnya. Lalu meluncur cepat ke permukaan tanah, hingga membuat tubuhnya hancur berkeping-keping.


TRANG! TRANG!

__ADS_1


Untuk Jendral Lu Xun, dan Jendral Taishi Chi berhasil mementalkan sejauh mungkin pedang surga Qin Long juga pedang surga Xuan Wu yang akan menusuk jantung mereka.


Akan tetapi, semua itu hanya sementara, pedang surga Qin Long dai jauh menembakan petir yang sangat besar ke Jendral Zhou Tai yang terbang dengan tubuh tidak stabil.


BOOM!


Tubuh Jendral Zhou Tai meledak dan hancur menjadi kabut darah setelah tersambar petir emas bertegangan 10 juta volt tersebut.


Jendral Lu Xun sangat licin bagai belut, ketika dikejar oleh pedang surga Xuan Wu yang ingin segera menyerap energi chi di dalam dantiannya sampai habis dan membuatnya mati mengering.


“Hahaha …. Larilah! Larilah jika kau bisa. Pedang itu akan terus mengejarmu walau sampai menemui raja neraka, hahaha ….”


Shen Zhou bertepuk tangan sambil tertawa jahat melihat Jendral Lu Xun bersusah payah menghindari setiap tusukan pedang Xuan yang terus menyerangnya secara membabi buta.


Disaat Jendral Lu Xun terdesak menghindari serangan pedang surga Xuan Wu, Shen Zhou menjatuhkan ketiga pedang neraka ke pusat kota Kekaisaran Wu dengan tersenyum licik.


SHUA! BOOM!


Ketiga pedang neraka melesat cepat ke permukaan tanah dan langsung meledak ketika menyentuh permukaan tanah


Suara ledakan disertai siluet kubah berwarna jingga menyebar ke seluruh pusat kota Kekaisaran Wu dan mengejutkan penduduk yang sedang menjalani aktivitasnya di pusat kota Kekaisaran Wu.


“Aaakh …!” Suara pekikan menggema bersahutan di tengah kota Kekaisaran Wu. Semua prajurit segera bersiaga dan melesat ke tempat kejadian perkara tanpa diperintah untuk mengevakuasi warga yang masih selamat.


“Tidak!” teriak Jendral Lu Xun yang sudah melihat kepulan cahaya disertai suara ledakan yang sangat dahsyat dan api yang membakar hebat beberapa banguan di tengah kota.


Saat Jendral Lu Xun lengah inilah, pedang surga Xuan Wu berhasil menusuk pinggangnya dan langsung menyerap semua energi chi di dalam dantiannya hingga mengering.


Tubuh Jendral Lu Xun hanya tersisa tulang belulang saja dan kedua belatinya yang akan jatuh ke permukaan tanah, langsung ditangkap oleh Shen Zhou dengan tersenyum puas.


Pria berambut hitam tersebut segera merubah dirinya menjadi Jendral Lu Xun agar bisa mudah masuk ke dalam wilayah Istana Wu.


Pasukan Kekaisaran Wu sudah semakin dekat menuju pusat kota Kekaisaran Wu dari tiga arah, yani arah barat, timur dan selatan.


Shen ZHou sengaja membuat pengaturan seperti itu, agar Yun Zishan dan semua keluarga Kekaisaran bisa meloloskan diri ke Kerajaan Angin Utara.

__ADS_1


Akan tetapi, mereka tidak akan bisa kabur lebih jauh. Sebab, ketika Yun Zishan dan semua keluarga Kekaisaran sudah berhasil masuk ke dalam Istana Anin Utar, Shen Zhou beserta pasukan SIsik Nagayang sudah bersiaga di perbatasan natara Kerajaan Api Selatan dan Kerajaan Angin Utara akan menyergapnya.


__ADS_2