Pendekar Delapan Mata Arah Angin

Pendekar Delapan Mata Arah Angin
Part 51


__ADS_3

Prajurit kerajaan tetap berjaga ketat di wilayah Istana Wu, walaupun Shen Zhou memancingnya dengan membuat ledakan di pusat kota.


Hal ini gak mempersulitnya untuk membunuh Kaisar Sun Quan secara cepat dan menyiksa Yun Zishan yang masih melakukan perhelatan akbar bersama Kaisar yang memiliki kumis melintang tersebut.


“Cepat pergi keluar Istana! Musuh di sebelah pintu gerbang selatan sudah mendekat!” titah Shen Zhou yang menirukan gaya Jendral Lu Xun.


Suar ditembakan ke udara dari berbagai sisi timur, barat dan selatan pintu gerbang pusat kota Kekaisaran Wu.


Para prajurit yang masih di dalam barak Istana segera menuju ke pintu gerbang masuk pusat kota Kekaisaran dengan mengendarai Kuda. Untuk mencegah pasukan Kekaisaran Han agar jangan sampai memasuki pusat kota Kekaisaran Wu.


Shen Zhou melesat cepat dengan langkah Naga Emas menuju Paviliun Kaisar dan sesampainya di depan pintu, dia langsung menendang pintu tersebut hingga jebol.


“Enak ya kalian! Disaat para prajurit sedang menangani ledakan dan prajurit Kekaisaran Han yang sebentar lagi mendekati pintu gerbang kota, kalian malah enak-enak disini.”


Shen Zhou mengubah bentuk wajahnya lagi ke wajah aslinya dan membuat Kaisar Sun Quan juga Yun Zishan yang masih menempel satu sama lain benda pusakanya, melebarkan mata.


“S-shen Zhou?! Ba-bagaimana bisa?!” kata Kaisar Sun Quan dan yun Zishan tersentak kaget.


“Bisalah.” Shen Zhou merubah dirinya menjadi tubuh Shen Xin, tetua Dizan, Sun Ce, Cao Pi, Liu Chan dan kembali lagi ke tubuhnya yang asli. “Aku yakin saat kau bersamaku waktu itu, kau sangat ketagihan bukan, istriku yang tercinta.”


Yun Zishan langsung melepaskan benda pusaka Kaisar Cao Cao yang masih tertancap di dalam benda pusaka miliknya dan dia ingat akan sesuatu.


“Ja-jadi wa-waktu itu?!” Yun Zishan terduduk lemas di depan Shen Zhou dengan rahang terjatuh dan mata melebar.


“Ya, itu aku dan aku telah membuat bayi milik Shen Xin akan lahir cacat dan ketika kau akan melahirkan, kau akan ederiat melebihi penderitaan antara hidup dan mati," jawab Shen Zhou sambil mencengkram leher Yun Zishan dan ingin rasanya leher itu dicekik sampai putus olehnya.


Kaisar Sun Quan segera mengeluarkan pusaka jubah Kama, yakni jubah yang terbuat dari burung abadi feniks berwarna merah.


Kemudian melesat ke arah Shen Zhou sambil menciptakan sebuah senjata tombak berbilah ganda berwarna merah darah dan menusukannya ke arah perut Shen Zhou.


“Tubuh wajra zen!’ seru Shen Zhou dan membuat kaisar Sun Quan terpental menabrak dinding kamarnya. “Aku ingin menikmati tubuhmu sampai lemas.”

__ADS_1


Pergelangan tangan Yun Zishan dicengkram oleh tangan kiri Shen Zhou dan dilemparkan ke dalam celah dimensi yang terhubung ke penjara bawah tanah Kerajaan Angin Utara. Jurus itu Shen Zhou tiru dari Jendral Zhou Tai, ketika pedang surga Zhu Que menusuk jantungnya.


"Aaargh …!" Kaisar Sun Quan meraung keras untuk mementalkan reruntuhan dinding yang menimpa tubuhnya. "Naga kembar mendaki langit!"


Pegangan tomba ternyata bisa dibagi menjadi dua dan memegangnya seperti memegang pedang ganda. Lalu Kaisar Sun Quan melesat ke arah Shen Zhou dengan menyelimuti kedua tombak tersebut dengan aura chi elemen api merah yang sangat panas.


BOOM!


Suara ledakan disertai kepulan debu menghalangi pandangan Kaisar Sun Quan yang sedang melompat mundur sambil tersenyum puas.


Saat kepulan debu itu mereda, mata Kaisar Sun Quan membola, sebab melihat Shen Zhou masih sehat walafiat tanpa luka sedikitpun. Hanya dinding dan beberapa properti di dalam ruangan tersebut hancur berkeping-keping.


“K-kenapa seranganku gagal?!” tanya Kaisar Sun Quan dengan nada terbata-bata.


“Biar aku perlihatkan kenapa seranganmu itu gagal dan hanya terasa seperti kapas yang menempel di permukaan kulitku saja.”


Shen Zhou berpindah empat tepat di depan Kaisar Cao Cao dan sangat mengejutkannya. Lalu melepaskan pukulan yang sangat kuat tepat mengenai perutnya.


Tubuh Kaisar Sun Quan terpental ke udara setelah menabrak langit-langit kamar miliknya.


Hanya dalam sekejap mata, Shen Zhou sudah berpindah tempat dan berada di belakang tubuh Kaisar Sun Quan yang terpental ke langit, dan menghantamkan tendangan lutut tepat mengenai punggungnya.


BAM! BOOM!


Tubuh Kaisar sun quan dipentalkan lagi oleh Shen Zhou meluncur sangat cepat dan menabrak dinding pembatas pusat kota Kekaisaran sebelah utara hingga jebol.


Semua prajurit yang sedang berjaga terkejut, mendengar suara ledakan tersebut. Tetapi, saat melihat Kaisar Sun Quan yang tertimpa reruntuhan dinding pembatas tersebut, para prajurit itu bergegas untuk segera menolongnya.


Akan tetapi, Shen Zhou tidak membiarkan mereka menolong Kaisar Sun Quan dan melesatkan sinar laser merah muda dari energi chi jurus jari pedang lotus tepat mengenai dahi para prajurit tersebut.


JLEB! JLEB!

__ADS_1


Satu persatu prajurit Kekaisaran Wu yang akan menolong Kaisar Sun Quan berjatuhan ke permukaan tanah dengan mulut menganga.


"Aaaargh …!" Kaisar Sun Quan langsung mengamuk dan mementalkan reruntuhan dinding pembatas kota yang menimpanya. “Aku tidak akan memaafkan orang yang telah membunuh prajuritku!”


Datian Kaisar Sun Quan bergejolak dan dia sedikit lagi akan naik ke tingkat Kaisar Perang bintang enam.


Namun Shen Zhou cepat menyadarinya dan berpindah tempat ke belakang tubuh Kaisar Sun Quan. Kemudian menusukan pedang Xuan Wu ke punggungnya dan menembus hingga ke jantung Kaisar Sun Quan.


Shen Zhou menarik gagang pedang hijau tersebut dan penusukannya kembali ke punggung dan menembus perutnya, lalu menyerap semua energi chi di dalam dantian Kaisar Sun Quan hingga mengering.


Bukan hanya dantiannya yang mengering, tapi darah di dalam tubuhnya juga mengering dan membuat tubuh Kaisar dengan kumis melintang tersebut hanya tinggal tulang belulang.


Shen Zhou mencabut pedangnya dan masuk ke dalam celah dimensi yang terhubung ke penjara bawah tanah Kerajaan Angin Utara. Dia sudah tak memperdulikan perang yang pasti dimenangkan oleh Kekaisaran Han.


Kini ketiga Kekaisaran di daratan alam bawah XIa telah berada di genggamannya. Dia sudah punya rencana untuk naik ke alam menengah daratan Xia, setelah menguasai Kekaisaran Shu dan mengokohkan posisinya sebagai Kaisar tertinggi di alam bawah daratan Xia.


Tampak Yun Zishan yang sedang meringkuk dengan cairan bening membasahi kedua pipinya. Dia sedang meratapi kemalangan nasib yang sedang dialaminya, akibat karma buruk yang telah dilakukannya pada Shen Zhou di masa lalu.


Shen Zhou menyeringai sambil menatap Yun Zishan dan menanggalkan pakaiannya, sehelai demi sehelai sambil menari perut memutari tubuh Yun Zishan yang sudah duduk, setelah melihat Shen Zhou tiba-tiba berada di dalam ruangan penjara.


Wanita ular itu seperti melihat secercah harapan dan hasratnya bangkit dengan menggebu-gebu. Melihat Shen Zhou menari perut dengan sangat gemulai.


“Sayang, a-aku mohon maafkan aku,” pinta Yun Zishan sambil bersujud ke arah pintu masuk kamar penjaranya.


"Maaf, tentu. Aku ini Kaisar yang sangat pemaaf."Shen Zhou menari sambil mendekati tubuh Yun Zishan lalu menarik dagunya agar wajahnya bertatapan dengan wajah ratu ular tersebut.


"Ya sayang maafkan aku dan kamu akan aku buat bertekuk lutut lagi di depanku, hahahaha …," batin Yun Zishan dengan tertawa jahat.


Shen Zhou membelai lembut rambut Yun Zishan yang begitu halus dan menjuntai sampai ke belahan pantatnya. lalu menariknya sangat kuat hingga kepala yun Zishan mendongak ke atas.


“Sa-sakit, sayang,” lirihnya dengan menahan air mata di kelopak matanya.

__ADS_1


“Oh, sakit ya. Maaf sayang.” Shen Zhou mengelus lembut lagi rambut Yun Zishan dan langsung mencium lembut bibir merah muda tersebut, hingga membuat rahim Yun Zishan merasa hangat.


__ADS_2