Pendekar Delapan Mata Arah Angin

Pendekar Delapan Mata Arah Angin
Part 41


__ADS_3

“Minggir! Apa-apaan ini?” Yuo Guo melotot dan menepis tangan Shen Zhou. “Kau itu hanya pemula, apa yang kau ketahui dengan jualan beras?”


“Aku memang tidak tahu tentang jualan. Tapi aku hanya mengetahui dalam jualan itu harus mempunyai barang dengan kualitas. Bukan begitu nona Yuo Nian?” 


Shen Zhou merogoh sangat dalam guci yang berisi beras tersebut sambil melirik ke arah Yuo Nian. Lalu mengeluarkan beras yang berisi banyak kutu ke arah Yo Nian.


Gadis bermata kuning tersebut langsung melotot menatap Yuo Guo dan menamparnya, “Silan kau B*** gendut. Pantas saja toko ini sepi. Aku akan katakan ayah untuk memecatmu!”


“Sialan kau pemuda tampan. Awas saja kau! Aku akan balas dendam padamu nanti,” batin Yuo Guo menatap tajam Shen Zhou. Lalu berlari terbirit-birit sambil terkentut-kentut meninggalkan kios beras Yuo.


“Jangan protes!” 


Shen Zhou menjentikan jari untuk menyerap semua stok beras yang berada di dalam kios maupun di gudang untuk disimpan ke dalam cincin ruangnya yang sudah dinaikan fungsinya bisa menghisap seuat benda dalam radius 100 meter dan sesuai keinginan penggunanya.


Kemudian Shen Zhou mengeluarkan semua stok beras yang dibelinya tempo hari pusat kota Angin Utara yang terkenal memiliki beras yang sangat bagus.


Yuo Nian langsung menggigil Shen Zhou punya kemampuan seperti itu, raut wajahnya seputih kertas dan langsung berlari terbirit-birit dengan lubang anus sudah dibasahi cairan kuning.


“Lucu sekali mereka, ternyata keluarga Yuo punya kebiasaan yang sama, xixixixi …,” gumam Shen Zhou ambil menutup mulutnya yang tertawa cekikikan. Kemudian dia melanjutkan dengan berteriak, “Berasnya Nona muda, tuan muda! Kami memberikan diskon 50% jika membeli banyak di toko kami!”


Warga hanya lalu lalang melihat Shen Zhou berteriak menjajakan jualan berasnya. Mereka semua enggan membeli beras di kios Yuo yang terkenal sangat licik karena sering mencampur beras jelek dengan beras bagus. Makanya kios Yuo selalu sepi.


Hanya wanita yang berani mendekat ke kios Yuo. Itu pun bukan untuk membeli, melainkan hanya untuk melihat wajah Shen Zhou.


Setelah melihat banyaknya wanita muda sampai tua yang bergerombol di depan kios beras Yuo, hanya untuk melihat wajah dirinya yang sangat tampan. Pria bermanik mata biru itu punya ide.

__ADS_1


“Ayo! Ayo! Beli 1 kg beras bisa pegang pipiku!” teriaknya berai-api sambil melambaikan tangan.


Wanita muda sampai tua, dari janda muda sampai janda tua segera berbondong-bondong membeli beras, walaupun mereka tak menginginkan berasnya. Demi bisa memegang Shen Zhou, mereka pun rela mengantri untuk membeli beras.


Satu persatu wanita berbaris rapi, sebab Shen Zhou membuat peraturan agar rapi. Yakni, kalau tidak berbaris rapi maka mereka tidak boleh memegang pipinya yang lembut seperti kue mochi tersebut.


“1 kg 3 koin emas!” teriak Shen Zhou sambil melayani pembeli wanita pertama yang sudah berkali-kali meneguk salivanya dalam-dalam, sebab melihat wajah Shen Zhou yang terlampau super tampan itu.


Yuo Ji yang mendengar kios yang dijaga oleh Shen Zhou langsung ramai, mengirimkan anggota keluarga Yuo untuk mengamankan kos beras agar tertib dan tidak mengganggu Shen Zhou.


Sepuluh orang anggota Klan yuo hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala pipi Shen Zhou dicium dan dielus, hingga dicubit oleh wanita dari berbagai zaman tersebut.


“Ketampanan tun Naa Putih bisa mendongkrak langsung bisnis keluarga Yuo dalam sekejap. Sayang wajahku tidak tampan.”


“Gila memang tuan Naga Putih. Dia punya akal bulus yang terlampau jenius untuk menggaet pelanggan.”


Detik demi detik Shen Zhou pasrah menjadi korban keganasan wanita dari berbagai zaman tersebut. Tapi dia lakukan dengan senang hati, kapan lagi bisa dicium para wanita dari berbagai Zaman tersebut.


Hanya dalam satu jam, stok beras 10 ton ludes habis tak tersisa dan mendapatkan untung 1 koin emas per kilogram. Untung yang tipis memang, tapi ini adalah strategi tarik ulur yang dibuat Shen Zhou. Buat mereka merasakan barang berkualitas terbaik yang dijual, maka esok mataharinya akan bersinar lebih terang dari kemarin.


Kedua pipi Shen Zhou dipenuhi bekas bibir dari para wanita dengan rambut seperti rambut edi brokoli.


“Huff … sungguh melelahkan. Tapi menyenangkan bisa mendapatkan banyak ciuman, mantap,’ gumam Shen Zhou menghela nafas panjang dengan senyum teduh di bibirnya. 


Shen Zhou mulai melakukan pembukuan dari stok beras yang jelek sebelumnya yang telah disimpan ke dalam cincin ruang, sampai stok beras yang berhasil dijual olehnya hari ini.

__ADS_1


“Aku sudah menaksir harga stok beras jelek tersebut kira-kira hanya 1 koin emas per kilogram dengan jumlah total keseluruhan beras 50 ton.”


“Aku membeli beras-beras dari pedagang beras di pusat kota Angin Utara 1 koin emas per kilogram dengan jumlah terjual 100 ton, berarti masih punya keuntungan 200.000 koin emas,” guam Shen Zhou yang sudah selesai melakukan pembukuan. “Tolong bantu aku menutup kios ini!”


Shen Zhou sudah memikirkan cara untuk membuang stok beras tersebut. Dia punya berbagai cara licik untuk menjauhkan Raja Jiang Wei dan dimulai satu persatu dari bisnis yang dikuasai keluarga Jiang.


Klan Jiang juga memiliki bisnis yang sama dengan Klan Yuo, yakni usaha jualan beras.


Yuo Guo telah disuap oleh Pangeran Jiang Nan untuk  menjauhkan reputasi kios beras milik Keluarga Yuo.


Dengan demikian, Yuo Guo menggunakan berbagai cara termasuk mencampur beras kualitas bagus dengan beras kulais buru untuk dijual dan bekerja dengan malas-malasan dalam melayani pelanggan. Akibatnya, Kios beras keluarga Yuo langsung sepi oleh perbuatan Yuo Guo.


Shen Zhou saat  pertama kali bertemu dengan yuo Guo sudah curiga. Pasti ada yang tidak beres dengan pria gendut tersebut, makanya langsung merogoh beras yang ada di dalam guci besar itu.


***


Malam harinya, gudang beras keluarga Jiang.


Shen Zhou sedang menyelinap masuk merubah tubuhnya menjadi pengaran Jiang Nan. Untuk mencuri semua stok beras yang berada di dalam gudang beras milik keluarga Jiang dan menggantinya dengan beras jelek milik keluarga Yuo yang telah dioplos oleh Yuo Guo.


Pegawai di gudang beras Jiang sangat terampil dan juga cekatan. Berbeda jauh dengan para pegawai di gudang beras keluarga Yuo yang selalu bermalas-malasan akibat cara didikan yang ditularkan ole Yuo Guo. Ditambah lagi Yuo Guo selalu telat membayar gaji para pegawai di gudang beras milik keluarga Yuo dan memotong gaji mereka.


"Kalian! Malam ini pulanglah!" teriak Shen Zhou berbentuk Pangeran Jiang Nan.


Mereka Terkejut dan langsung mendekati Shen Zhou dan berlutut satu kaki dengan menunduk hormat padanya, “Hormat pada yang mulia pangeran ketiga!”

__ADS_1


"Sudah, tidak perlu sungkan. Kalian adalah keluarga, bangun cepat!" seru Shen Zhou.


__ADS_2