
Merasa setiap serangannya berhasil ditangkis oleh pedang Qin Long, Shen Xin terbang mundur dengan cepat. Ia berusaha mengumpulkan energi chi yang sangat kuat hingga membuat awan menggulung hitam disertai petir merah terdengar saling bersahutan di atas langit.
“Jika itu tidak bisa mengakhirimu! Maka jurus pamungkas ini yang akan mengakhirimu! Hyaa …. Jalan Naga hitam!” serunya dengan mengeraskan rahang.
Terjadi fluktuasi udara disertai deru angin yang kencang di sekitar tubuh Shen Xin. Petir hitam bersahutan satu sama lain menyambar tubuhnya dan membentuk seratus Siluet Naga di belakang tubuh Shen Xin.
Seratus Siluet Naga Hitam melesat cepat ke arah Shen Zhou. Bersamaan dengan telapak tangan Shen Xin yang menembakan bola hitam yang sangat besar ke arahnya.
...SWUSH!...
Bola hitam itu membelah langit dan diikuti seratus Siluet Naga Hitam. Shen Zhou tidak gentar dan justru mengulas sunggingan senyum.
“Hanya jurus seperti ini saja, mana bisa membuatku takut. Akan aku tunjukan perbedaan kekuatan kita! Formasi Pembunuh Dewa Naga!” seru Shen Zhou dengan menautkan tangan.
Ke-empat pedang miliknya, yaitu Pedang Bai Hu, Pedang Xuan Wu, Pedang Qin Long, dan Pedang Zhu Que melesat ke arah bola hitam.
Bola hitam itu berhasil ditembus oleh tusukan ke-empat pedang. Hingga meledak di udara dan mengeluarkan gelombang kejut yang sangat besar.
...SWUSH!...
Gelombang kejut tersebut menghempaskan apapun yang dilewatinya termasuk seratus Siluet Naga Hitam. Awan hitam yang menggulung pun terhempas menunjukan sinar matahari yang begitu terang.
Tetua Dizan pun dibuat terkejut dengan melebarkan mata dan tubuh gemetar, “Ti-tidak mungkin! Bagaimana bisa Yu Shuan mengalahkan jurus Jalan Naga hitam dengan mudah?”
Ke-empat pedang kembali ke sisi Shen Zhou. Sebenarnya pria berambut hitam tersebut memang tidak ingin membunuh Shen Zhou maupun Tetua Dizan. Keinginannya hanya ingin mempermainkan mereka saja.
Dada Shen Xin kembang-kempis tidak beraturan. Dia memaksakan diri menggunakan jurus Jalan Naga Hitam dan itu berarti mempercepat efek pil pelahap iblis menjadi satu menit lagi.
Saat Shen Xin ingin menggerakan kedua tangannya untuk melepaskan jurus lagi ke arah Shen Zhou. Tubuhnya tidak bisa digerakan, semua energi chi di dalam dantian-nya hilang. Dia sudah tidak bisa lagi merasakan dantian-nya.
“Ti-tidak mung-mungkin! Kekuatanku? Dantian-ku? Bagaimana bisa?” batin Shen Xin melebarkan mata.
Tubuhnya terjatuh dan meluncur dengan cepat ke permukaan tanah. Dia merasakan apa yang pernah Shen Zhou rasakan dahulu.
__ADS_1
Tepat sesaat setelah ia terkena racun Naga Hitam miliknya. Dantiannya bukan lagi hancur, tetapi lenyap dan semua titik meridiannya hancur mengakibatkan lumpuh permanen.
...BOOM!...
Tubuh Shen Xin menghantam permukaan lantai Aula Sekte Feniks Api hingga membentuk cekungan kawah. Disertai kepulan asap dan debu yang menutupi tubuhnya.
Semua tulangnya remuk, Shen Zhou melemparkan pedang Xuan Wu dari atas langit ke arah tubuh Shen Xin yang terkapar untuk menyembuhkan tulangnya yang remuk.Tetua Dizan merasa putus asa dan tidak bisa lagi melawan Shen Zhou. Akan tetapi dia akan lebih malu kalau harus berlutut di depan Shen Zhou untuk mengakui kekalahannya.
“Tetua yang terhormat, ayolah keluarkan lagi semua jurusmu! Badanku ini pegal-pegal jika diam saja. Bukankah kau ingin membunuhku?” Shen Zhou merubah tubuhnya menjadi tubuhnya yang asli dan membuat tetua Dizan matanya membola.
“S-shen Z-zhou?! Ka-kamu ma-masih hidup?” kata Tetua Dizan dengan nada terbata-bata.
“Kenapa? Kau tidak berhasil membunuhku? Tanyakan saja pada murid kesayanganmu itu. Aku masih hidup dan itu semua berkat Shen Xin yang membuangku ke tanah pengasingan.”
Shen Zhou berpindah tempat dan muncul tepat waktu yaitu di depan Tetua Dizan, lalu mencekik lehernya.
“A-ampuni aku Shen Zhou! A-aku mohon!” pinta Tetua Dizan dengan nada serak karena hampir kehabisan nafas.
Tetua Dizan menangis sesenggukan, sekte Feniks api yang sudah dibangun selama 1000 tahun telah dihancurkan oleh Shen Zhou hanya dalam hitungan beberapa jam saja. Sungguh ironi memang.
Shen Zhou tersenyum licik dan mencengkram leher tetua Dizan hingga kepalanya meledak menjadi kabut darah. Lalu memegang gagang Pedang Zhu Que dan membuat bilahnya diselimuti kobaran api. Pedang Zhu Que diayunkan secara vertikal untuk menebas tubuh Tetua Dizan menjadi dua bagian.
...SLASH!...
Tubuh Tetua Dizan terpisah, sedetik kemudian terbakar dan luruh menjadi debu.
Shen Zhou telah menyerap semua kemampuan jurus yang dimiliki oleh tetua Dizan, “Hahaha …. Waktunya aku pergi ke Kerajaan Angin Utara untuk membalaskan dendamku pada istriku yang laknat itu,” kata Shen Zhou dengan tertawa jahat.
Pria bermanik mata biru tersebut melesat turun menggunakan jurus langkah Naga emas ke arah tubuh Shen Xin. Setelah sampai di depan tubuh yang tak berdaya tersebut, Shen Zhou mengacungkan jari tengah ke arah muka Shen Xin.
“Bagaimana hidup sepertiku? Apakah menarik?” tanya Shen Zhou dan merubah bentuk tubuhnya menjadi bentuk tubuh Shen Xin menggunakan teknik seribu wajah.
Shen Xin tidak bisa bicara, dia bisu seperti Shen Zhou dahulu. Kedua kelopak matanya menggenang dan ada perasaan menyesal karena telah membuat Shen Zhou dahulu menderita. Tapi itu semua terlambat.
__ADS_1
“Kau tahu? Siapa orang yang paling aku sayang selain kedua orang tuaku dan Yun Zishan?” tanya Shen Zhou dengan mendekatkan mukanya ke arah muka Shen Zhou.
Kemudian dia melanjutkan dengan menyeringai, “Kau! Kau yang paling aku sayangi. Tapi kau malah menghianatiku dan menyiksaku. Maka ini karma buruk atasmu!”
“Hyaa!” Shen Zhou menendang perut Shen Xin hingga tubuhnya terlempar keluar dari wilayah Sekte Feniks Api.
...BAM!...
Kemudian tubuh yang tidak berdaya tersebut, rambutnya dijambak oleh salah satu anak buah Shen Zhou.
“Bawa dia ke ruang bawah tanah Paviliun Sisik Naga dan siksa dia, tetapi jangan sampai mati!” titah Shen Zhou yang sudah berpindah tempat di depan Shen Xin dan menginjak kepalanya.
“Baik, Tuan.” Salah satu anak buahnya menyeret tubuh Shen Xin dengan menarik rambutnya.
Pria berambut putih tersebut meringis kesakitan, sampai-sampai air matanya rembes ke kedua pipinya. Namun, dia tetap bungkam seribu bahasa dan tidakk bisa melakukan apa-apa.
Semua Pasukan Sisik Naga melesat untuk kembali menuju Paviliun Sisik Naga dengan membawa tubuh Shen Xin yang lumpuh.
“Jurus jalan Naga hitam!” seru Shen Zhou dan mengeluarkan bola hitam yang sangat besar, lalu melayang ke udara dikelilingi seribu Siluet Naga Hitam.
Bola hitam yang sangat besar tersebut dijatuhkan ke arah wilayah aula utama Sekte Feniks Api yang sudah porak poranda.
...BOOM! BOOM!...
Suara rentetan ledakan terus bergema bersamaan dengan siluet-siluet Naga Hitam yang terus menghantam wilayah Sekte Feniks Api. Semua murid Sekte Feniks Api tidak tersisa semuanya dibantai oleh pasukan Sisik Naga.
Wilayah Sekte Feniks Api begitu sangat terang. Seperti banyak kembang api yang meledak di wilayah tersebut.
Kepulan cahaya, debu dan asap menghalangi pandangan. Hingga ledakan akhir yang sangat besar terjadi meratakan semua bangunan sekte Feniks api.
...BOOOM!...
Kepulan debu dan asap menjulang tinggi ke langit. Hingga membentuk siluet jamur yang sangat tinggi, bahkan bisa dilihat oleh semua warga Kerajaan Angin Utara dari jauh. Bukan hanya itu terjadi gempa yang cukup besar di seluruh wilayah Kerajaan Angin Utara.
__ADS_1