Pendekar Delapan Mata Arah Angin

Pendekar Delapan Mata Arah Angin
Part 47


__ADS_3

SWUSH!


Keempat sinar laser tersebut membelah ruang hampa di sekitarnya, tanah yang dilewatinya langsung retak dan membentuk cekungan kawah sedalam tiga meter.


Kemudian keempat sinar laser menghantam Li Chan dan pria berambut hijau tersebut menangkalnya dengan pedang Giong Qi yang di taruh di depan dadanya.


“Aaaargh …!” Liu Chan terpundur dengan mengeran dan tubuh menegang dengan urat otot menonjol di sekujur tubuh, hingga baju yang dipakainya robek.


Tubuh Liu Chan terpundur semakin jauh karena perbedaan satu tingkat kultivasi. Li Chan berada di tingkat Kaisar Perang bintang tiga dan Shen Shou berada di tingkat Kaisar Perang bintang empat.


Dari seluruh pori-pori di sekujur kulit Liu Chan keluar bulir-bulir cair merah. Tubuhnya sudah mencapai ambant batas unuk menahan serangan formasi raja malaikat.


“Bajingan! Kenapa kau bisa sekuat itu dalam sekejap? Aaaaargh …! Aku takan kalah.”


Liu Chan menggigit pil darah blis yang sudah ditaruh di bawah lidahnya dan sengaja ditaruh disitu. Kalau suatu saat dia melawan kultivator yang tingkat kultivasinya lebih tinggi dari dirinya.


Tubuh Liu Chan diselimuti aura hitam yang mendesis seperti aura super saiyan dan berhasil mendorong keempat sinar laser emas, lalu memantulkannya ke berbagai arah, “Hyaaa …!”


BOOM! BOOM!


Berkat pila darah iblis yang diberikan oleh Kai Shin, tingkat kultivasi Liu Chan setara dengan Shen Zhou di tingkat kultivasi Kaisar Perang bintang empat.


Pil darah iblis akan berguna signifikan jika digunakan oleh kultivator di tingkat Dewa Perang, maka kultivator tersebut akan naik kultivasi empat tahap. sedangkan jika digunakan oleh kultivator di tingkat Kaisar Perang, maka hanya naik satu tahap.


Shen Zhou menatap tajam Liu Chan yang sudah berada di hadapannya dengan gigi digertakan. Dia geram karena menggunakan pil darah iblis yang bisa menaikan tingkat kultivasi dengan singkat.


“Seorang pecundang selalu punya cara licik untuk bertarung dengan lawannya. Tapi aku katakan, cara seperti itu bukanlah cara serang petarung atau pendekar sejati. Bagiku hanya seonggok ayam yang sudah sekarat jika menggunakan cara-cara seperti itu,” ejek Shen Zhou.


“Kau yang mengatakan cara apapun boleh digunakan untuk mengungguli lawan. Apa kau munafik? hah!” balas Liu Chan dengan tersenyum sinis untuk memprovokasi Shen Zhou.


“Omong kosong, tidak ada namanya jalan pintas di dunia ini. Orang menempuh jalan pintas, dia akn mati mengenaskan.”

__ADS_1


Shen Zhou mengeluarkan pedang Tao Tie dan bongkahan batu roh dan dilemparkannya ke udara setinggi mungkin, supaya pedang Tao Tie tepat menusuk bongkahan batu roh dan tertancap juga melayang di atas langit.


Kemudian pria bermanik mata biru tersebut melesat bersama keempat pedangnya ke arah Liu Chan.


Dengan reflek yang cepat, Liu Chan menangkis setiap tebasan dan tusukan keempat pedang surga yang otomatis bergerak sendiri tanpa dipegang oleh Shen Zhou.


“Jalan Naga Hitam!” seru Shen Zhou.


Disela-sela menyerang Liu Chan dengan keempat pedangnya, Shen Zhou melesatkan siluet-siluet Naga Hitam yang sangat banyak dari berbagai arah menuju satu titik, yakni tubuh Liu Chan.


“Gelombang Naga Iblis!”


Liu Chan berputar 3660 derajat seperti gasing dengan kecepatan kilat memantulkan setiap siluet Naga Hitam beserta keempat pedang surga yang terus menyerangnya.


TRANG! TRANG!


Percikan api dan menyebar menjadi kobaran api, hingga membentuk pusaran tornado kobaran api yang membakar apapun dalam radius 50 meter.


Shen Zhou terbang mundur secepat mungkin, supaya tidak terkena tornado api yang akan membakarnya.


Pusaran tornado api membakar apapun yang dilewatinya. Shen Zhou tidak berpangku tangan, masih ada hal yang bisa dilakukannya.


"Formasi empat mata arah angin!"


Keempat pedang surga melesat keempat arah dan tertancap di kiri, kanan, depan serta belakang pusaran tornado api yang kian membesar. Lalu membentuk kubah pelindung untuk mengurung pusaran tornado api tersebut beserta Liu Chan.


“Jurus seperti ini takan mampu mengurungku, walaupun kau punya kitab delapan arah mata angin dan keempat pedang surga. Tebasan Bulan Darah!”


Liu Chan yang masih berputar di dalam pusaran tornado api melepaskan tebasan bertubi-tubi, dan mengeluarkan siluet-siluet sabit berwarna jingga diselimuti aura api yang berkobar-kobar. Lalu menghantam lapisan dalam kubah pelindung formasi empat mata arah angin.


BOOM! BOOM!

__ADS_1


Suara rentetan ledakan dahsyat disertai kepulan asap dan debu menutupi seluruh wilayah lapisan kubah yang mengurung Liu Chan.


Shen Zhou meremas kepalan tangannya untuk menggerakan lapisan formasi empat mata arah angin dan membuatnya menghimpit pusaran api tornado yang masih berkobar besar.


Keduanya beradu energi chi dengan sekuat tenaga. Dari dalam Liu Chan mendorong keluar dan dari luar Shen Zhou mendorong ke dalam.


"Aaaargh …!" Shen Zhou dan Liu chan serentak mengerang dengan tubuh yang menegang disertai urat otot yang menonjol kuat di sekujur tubuhnya.


KRAK! KRAK!


Lapisan kubah formasi empat arah mata angin mulai retak di seluruh tempat oleh hantaman kobaran api dan siluet sabit merah yang dilesatkan oleh Liu Chan.


Dari seluruh pori-pori kulit Shen Zhou juga sudah mengeluarkan bulir-bulir cairan merah, termasuk sudut kelopak mata dan sudut bibirnya. Sebab menahan agar formasi empat arah mata angin itu tidak hancur.


BOOM!


Formasi empat arah mata angin tak kuat lagi menahan pusaran tornado api dan meledak, hingga membuat Shen ZHou terpental ke udara.


Untungnya, Shen Zhou terpental ke arah pedang Tao Tie. Dengan pandangan mata yang sudah kunang-kunang dan hampir sekarat, Shen Zhou segera memegang gagang pedang putih tersebut untuk menyerap energi chi yang sudah tersimpan di dalamnya.


Energi chi tersebut hasil dari pedang Tao Tie menyerap batu roh yang sangat besar dalam waktu singkat dan membuat Shen Zhou naik tingkat kultivasi ke tingkat Master Perang bintang lima atau setara dengan Kaisar Perang bintang lima.


Keempat pedang surga melesat ke arah Shen Zhou dan menyatu dengan tubuhnya membentuk zirah perang dewa yang memiliki keenam sayap malaikat.


Shen Zhou melesat sambil membentuk kedua bilah pedang emas di kedua tangannya dan menebas pusaran tornado api bertubi-tubi.


SLASH! SLASH!


Pusaran Tornado api langsung lenyap dan membuat Liu Chan kebingungan dengan raut muka dipenuhi tanda tanya besar.


Saat itu pula Shen Zhou melesat dan menebas kepala Liu Chan untuk mengakhiri hidupnya dan menyerap semua kemampuannya dengan jurus seribu wajah.

__ADS_1


ZRASH!


Cairan merah menyembur deras setelah Shen Zhou melewati tubuh Liu Chan yang sudah berlutut lemas dengan kepala yang menggelinding ke permukaan tanah.


__ADS_2