
Kaisar Cao Cao melesat masuk ke dalam kepulan debu yang tebal, dimana Shen Zhou berada di dalamnya. Dia mengayunkan pedang secara membabi buta, ketika melihat Shen Zhou tersenyum sinis padanya.
Shen Zhou melayaninya dengan sangat santai, walaupun di tingkat kultivasi yang sama, yakni tingkat kultivasi Kaisar Perang bintang lima.
Pedang yang ditebaskan oleh Kaisar Cao Cao ke arah leher Shen Zhou itu berhasil ditangkis dengan mudah. Padahal gerakan Kaisar Cao Cao secepat kilat, tapi di pandangan mata Shen Zhou hanya seperti gerakan lambat
SRANG! SRING!
Disela-sela Shen Zhou menangkis setiap tebasan Kaisar Cao Cao, dia mengeluarkan pedang Qiong Qi yang baru saja didapatkannya dari Liu Chan. Pria bermanik mata biru tersebut ingin menjajal kemampuan pedang neraka Qiong Qi.
SLASH!
Shen Zhou berhasil menangkis tusukan Kaisar Cao Cao dengan pedang Hun Dun di tangan kanannya dan menyerang balik dengan menebas secara diagonal ke arah lengan kiri atas Kaisar Cao Cao dengan pedang Qiong Qi.
Kaisar Cao Cao melompat mundur setelah dirinya terkena goresan kecil sepanjang 5 cm di lengan atas kirinya. Tetapi, saat dirinya melesat lagi ke arah Shen Zhou, lengan kiri atasnya terkena racun dari goresan pedang Qiong Qi dan membuat lengan kiri atasnya langsung membusuk.
“Aaakh …!” pekik Kaisar Cao Cao.
Dia berhenti melesat ke arah Shen Zhou dan langsung menebas pergelangan bahu kirinya, supaya racun berefek korosif tersebut tidak menjalar ke bagian bahu kirinya.
Shen Zhou terkejut dengan hasil dari tebasan pedang Qiong Qi pada lengan kiri atas.
“Fyuh, untung saja sewaktu melawan Liu Chan pedang ini tak berhasil menggores kulitku. Kalau iya, tamatlah diriku ini,” gumamnya menyeka keringat dingin di dahinya.
Kemarahan Kaisar Cao Cao menjadi-jadi setelah tangan kirinya putus oleh racun korosif dari pedang Qiong Qi milik Shen Zhou.
Nafsu membunuhnya bertambah kuat dan matanya merah nyalang menatap Shen Zhou disertai aura kegelapan yang berkobar-kobar menyelimuti tubuhnya.
“Kamu akan membayar semua kejahatanmu, Naga Putih!” geram Kaisar Cao Cao dengan menghunuskan pedang ke arah Shen Zhou, lalu menelan pil lima bintang untuk memulihkan lukanya.
“Kejahatan? Seharusnya aku yang berkata seperti itu. Pangeran Lu Bu mati gara-gara kau yang terlalu tamak dan mudah terbujuk rayuan Yun Zishan.”
__ADS_1
“Kau memang bodoh, mau saja berhubungan dengan wanita yang dijajakan tubuhnya seperti barang jualan pada Kaisar Sun Quan dan Kaisar Liu Bei.”
“Apakah kau tahu? Yun Zishan adalah istri yang belum aku ceraikan sampai saat ini, tapi melihat kelakuan bejatnya dengan para kaisar sampah seperti kalian. Maka aku, Shen Zhou sang naga Putih telah menjatuhkan cerai pada wanita kaki lima itu,” geram Shen Zhou.
Setelah dirinya berhasil menguasai Paviliun Sisik Naga, pria berambut hitam tersebut menemukan banyak fakta yang buruk tentang Yun Zishan.
Perang melawan ketiga Kekisaran, sejatinya merupakan balas dendam Shen Zhou atas semua orang yang pernah tidur dengan Yun Zishan. Maka Shen Zhou memutuskan untuk menghabisi semua orang yang pernah berhubungan Yun Zishan.
Di kondisinya yang sedang hamil pun dan sejak Shen Zhou belum kembali ke Kerajaan Angin Utara, Yun Zishan tetap menjalin hubungan diam-diam dengan Kaisar Sun Quan dan beberapa Jendral di Kekaisaran Wu.
Kaisar Cao Cao terdiam dan menyesal. ternyata Shen Zhou melakukan semua ini karena balas dendam pada dirinya yang telah tidur dengan Yun Zishan Hanya demi kepuasan batin. Pesona Yun Zishan sebagai ratu bordil di ketiga Kekaisaran memang tidak bisa dielakan lagi.
Pria berkumis melintang itu akhirnya sadar dan terduduk lemas di depan Shen Zhou, “Aku mengaku salah. Tapi jangan bunuh aku,” mohonnya dengan nada memelas.
“Boleh saja.” Shen Zhou mendekati Kaisar Cao Cao dan langsung memukul dantiannya sekuat tenaga hingga hancur.
“Uhuk!” Kaisar Cao Cao muntah darah dan langsung bersujud pada Shen Zhou. “Te-terima kasih, tuan.”
***
Istana Wu, Paviliun bunga cinta.
“Yun’er, aku selalu merindukan goyanganmu yang bahenol itu. Ayo lebih cepat lagi,” desah Kaisar Sun Quan yang sedang menikmati Yun Zishan di paviliun yang sudah dihadiahkan khusus pada Yun Zishan.
Ratu ular itu sedang menjual tubuhnya demi mendapatkan pasukan Kekaisaran untuk melindungi Kerajaan Angin Utara yang sudah dirombaknya habis-habisan selepas kepergian Shen Zhou.
Yun Zishan menarik pajak 10 kali lipat dari semua warga Kerajaan Angin Utara. Jika menolak mereka langsung dieksekusi mati dan membuat warga ketakutan.
Berkat dukungan langsung dari Kaisar Sun Quan, ratu ular itu semakin menjadi-jadi menindas semua warga di Kerajaaan Angin Utara.
“Tent yang mulia kaisar, walaupun aku hanya wanita selingan. tapi aku akan memberikan pelayanan —-”
__ADS_1
“Jangan berkata begitu,” potong Kaisar Sun Quan dan ******* bibir Yun Zishan hingga membuat benda pusaka ratu ular itu semakin basah.
Keduanya Kehabisan nafas dan melepaskan tautan bibir masing-masing. “Itu fakta bukan, yang mulia kaisar —”
“Ssst!” Kaisar Sun Quan menaruh ujung jarinya di tengah bibir Yun Zishan untuk membungkamnya. “Aku akan mengirimkan pasukan lagi lebih banyak dan akan memenuhi semua keinginanmu.”
“Bagaimana kalau kita invasi Kerajaan Api Selatan? Bukankah mereka sedang berperang sekarang dengan pusat Kekaisaran Wei?”
"Ide bagus yang mulia. Kita tunggu saja suami bonekaku datang. Maka dia yang akan membereskannya."
Yun Zihan menggerakan lagi benda pusaka milik Kaisar Sun Quan setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, yakni 10.000 prajurit Kekaisaran Wu.
Keduanya melenguh nikmat dalam perhelatan akbar yang sangat lama. Bulir-bulir cairan bening membasahi sekujur tubuh mereka.
Yun Zishan benar-benar membuat Kaisar Sun Quan dimabuk kepayang oleh pelayanan supernya sebagai seorang ratu bordil.
“Auooooo …!” Keduanya melenguh nikmat setelah benda pusaka milik mereka berdua menyemburkan cairan hangat dan membuat mereka berdua saling berpelukan dalam keadaan lemas.
***
Pintu gerbang selatan, pusat kota Kekaisaran Wu.
Seorang prajurit menaiki kuda dengan laju yang cukup cepat. Di punggungnya tertancap 10 anak panah.
Namun sebelum dia sampai ke gerbang selatan pusat kota Kekaisaran Wu, Pangeran Sun Ce yang sedang mengejarnya berhasil memukul kepalanya dengan tonfa dan membuat tulang tengkoraknya hancur.
“Jangan harap penyerangan ini akan gagal. Pasukan Kekaisaran Han dan semua senjata militernya sudah membombardir 3 kerajaan Angin di Kekaisaran Wu sesuai perintah Kaisar Naga Putih,” gumam Sun Ce dengan menyeringai jahat.
"Sekarang tinggal pusat Kekaisaran Wu dan aku yang akan meledakan Kekaisaran terkutuk ini," sambung Sun Ce, lalu terbang setinggi mungkin.
Kemudian dia memasuki wilayah udara kekaisaran wu dengan tubuh yang sudah bercahaya dipenuhi ruam akar dengan otot yang menonjol besar berwarna jingga terang.
__ADS_1