Pendekar Delapan Mata Arah Angin

Pendekar Delapan Mata Arah Angin
Part 40


__ADS_3

“Mohon ampun yang mulia Raja Naga Putih. Mataku rabun dan katarak. Jadi tidak bisa melihat yang mulia.” Gen Jo Ho langsung berlutut satu kaki dengan menunduk hormat ke arah Shen Zhou.


“Tidak apa-apa. Katakan yang kau tahu tentang Kerajaan Api Utara,” pinta Shen Zhou dengan mengibaskan tangannya.


Genjo Ho menceritakan semua yang dia tahu tentang Kerajaan Api Utara, mulai dari ekonomi, kebiasaan warganya, keluarga yang berkuasa, pejabat yang dominan berkuasa dan satu rahasia penting, jika Kerajan Api Utara bekerjasama diam-diam dengan putra mahkota Liu Chan dari Kekaisaran Shu.


“Informasimu sangat keren. Aku akan membantumu balas dendam, tapi dengan cara yang elegan.” Shen ZHou mengeluarkan satu bongkahan batu roh, “Ini batu roh dan serap sekarang juga. Aku juga akan mentransfer sebuah jurus dari kitab Naga Hitam padamu.”


Genjo Ho yang sudah percaya dan bersedia menjadi anak buah Shen Zhou, langsung bersila untuk menyerap bau roh yang cup besar.


Kemudian menjentikan jari untuk mentransfer tiga jurus kitab Naga Hitam yang didapat dari ingatan Tetua Dizan, yakni jurus Jalan Naga Hitam, Gelombang Naga Hitam, dan Racun Naga Hitam.


“Temui aku di sebuah penginapan terkenal di pusat kota Api Utara, setelah kau menyerap semua batu roh itu.”


Shen Zhou langsung melesat cepat ke arah pusat kota Api Utara setelah mengatakan pesannya pada Genjo Ho. Punggungnya sudah ta terlihat lagi oleh Genjo, lalu mulai memejamkan mata untuk fokus menyerap batu roh yang berada di depannya.


***


Dua jam kemudian, restoran patung Kuda.


Shen Zhou masuk ke dalam restoran dengan berjalan santai sambil menaruh tautan tangannya di pinggang belakang. Dia punya rencana untuk mendekati salah satu keluarga yang memiliki pandangan kontra dengan setiap kebijakan yang diambil oleh Raja Jiang Wei.


Pria bermanik mata tersebut sudah mendengar informasi yang akurat dari Genjo Ho, bahwa patriark klan Yuo sering makan di restoran patung kuda untuk melakukan rapat tertutup, isinya tentu saja cara menggulingkan Raja Jiang Wei dari posisinya.

__ADS_1


Raja Jiang Wei sama sekali tidak curiga dan terkesan tidak peduli, karena keluarga Yuo hanya keluarga peringkat sepuluh di pusat kota Api Utara.


Shen Zhou menatap seorang pelayan wanita yang memakai baju seksi berwarna merah marun dengan belahan paha melebihi pinggang, lalu menatapnya tajam untuk melepaskan jurus kebahagiaan iblis, “Berikan surat ini pada tuan Yuo Ji!”


Pelayang sudah dikendalikan oleh Shen Zhou tersebut hanya mengangguk dengan tatapan mata yang kosong. Lalu membawakan nampan berisi arak paling enak dan makanan tersebut beserta surat Shen Zhou ke salah satu kamar pelanggan VVIP restoran patung kuda.


Shen Zhou duduk santai di salah satu meja dan menikmati panorama indah bulan purnama dari jendela restoran Patung Kuda sambil menyesap teh hangat yang disediakan oleh pelayan yang diberi tugas khusus oleh Shen Zhou.


Surat yang ditulis oleh Shen Zhou hanya berisi kalau Shen Zhou akan memberikan barang yang bagus kalau keluarga Yuo mau bekerja sama dengannya.


Pelayan wanita itu kembali dengan membawa secarik kertas berisikan pesan kalau Shen Zhou oleh masuk ke dalam ruangan VVIP yang sudah disewa oleh klan Yuo selama satu bulan.


Shen Zhou sudah memikirkan beberapa rencana dan strategi untuk membuat mereka tunduk dan menjadikannya bidak pion yang akan dimainkannya untuk menghancurkan Kerajaan Api Utara. Tapi untuk sementara Shen ZHou hanya ingin memainkan peran mereka lebih halus saja. Semakin halus maka rasa sakitnya pun berkali lipat.


Keluarga yuo tidak ada yang mengenali Shen Zhou ataupun Naga Putih. Dalam informasi sungguh mereka sangat buruk. Akibatnya mereka hanya bertahan di peringkat sepuluh keluarga terkaya di pusat kota Api Utara.


“Tidak, tuan Naga Putih. Silahkan!” sambut Yuo Ji dengan tersenyum ramah dan mempersilahkan Shen Zhou untuk duduk. “Gerangan apa yang membuat tuan Naga Putih ingin bekerja sama dengan Klan Yuo?”


“Aku orang yang tak suka basa-basi. Aku ingin ada reformasi di Kerajaan Api Utara seperti Kerajaan Api Timur yang sudah digulingkan olehku,” jawab Shen Zhou langsung pada intinya.


“Jadi Kerajaan Api Timur telah hancur?!” Yuo Ji melebarkan mata, begitu pula semua anggota klan Yuo yang hadir di dalam ruangan tersebut.


“Udik sekali klan Yuo ini. Padahal informasi ini sudah menyebar luas ke seluruh empat Kekaisaran, tapi mereka tidak tahu, huh … sial,” batin Shen Zhou dengan menghela nafas panjang dengan dahi dipenuhi kerutan.

__ADS_1


"Lalu apa rencana tuan?" tanya Yuo Nian, putri pertama dari Klan Yuo.


"Simpel saja. Menaikan pemasukan klan Yuo dan naikan reputasinya dalam urusan bisnis untuk menyaingi kesembilan Klan lain yang berkuasa di pusat kota Api Utara ini,” jawab Shen Zhou santai dan membuat Yuo Nian cukup kesal dibuatnya.


“Tuan Naga Putih membangun reputasi itu tidak mudah —”


“Mudah jika kalian merubah cara pandang kalian dan merubah cara menaikan reputasinya. bagaimana mungkin bisa merubah dunia jika hal yang dasarnya saja tidak bisa dirubah,” potong Shen Zhou dan membuat Yuo Nian bertambah kesal padanya.


“Aku bertaruh padamu, jika kau bisa menaikan dua kali lipat penjualan kios beras milik Klan Yuo dalam satu bulan, aku akan berlutut lalu menggonggong seperti A*****. Tapi jika kau tidak bisa maka kau harus membayar kompensasi sesuai yang akan kamu berikan dalam surat itu pada Klan Yuo,” tantang Yuo Nian.


“Aku pegang janjimu,” balas Shen Zhou dengan tersenyum licik.


Yuo Nian langsung menarik lengan Shen Zhou untuk keluar dari restoran Patung Kuda menuju arah ujung barat pusat kota Api Utara, dimana kios beras Klan Yuo berada.


Shen Zhou berjalan dengan santai sambil terus mengamati setiap gerak-gerik pusat kota Angin Utara.


"Pria itu cukup pintar juga, informasinya sangat akurat. Ini akan memudahkan aku untuk menguasai Kerajaan Api Utara tanpa peperangan," gumam Shen dengan Zhou tersenyum licik.


Tak lama kemudian, Shen Zhou dan Yuo Nian tiba di sebuah kios beras yang sangat sepi dari pelanggan.


Yuo Nian langsung memperkenalkan Shen Zhou pada seorang pria gendut yang menjaga toko kios beras tersebut yang bernama Yuo Guo yang terkesan malas.


Shen ZHou langsung menyunggingkan senyum setelah melihat perut Yuo Guo yang mencuat. Lalu menusuk beras yang ditaruh di dalam guci besar yang digunakan sebagai wadah penampungan beras, supaya pelanggan yang baru mampir langsung bisa melihat beras yang dijual kios Yuo tersebut.

__ADS_1


__ADS_2