Pendekar Delapan Mata Arah Angin

Pendekar Delapan Mata Arah Angin
Part 32. CEMBURU


__ADS_3

Tubuh Zhou Yu bersinar terang lalu meledak dan menimbulkan gelombang kejut energi berwarna jingga menyebar dalam radius 1 km. 


Semua yang dilewati gelombang energi tersebut hancur dan luruh menjadi debu. Shen Zhou yang berada di dalam kubah pelindung yang terbuat dari 4 pedang yang menusuk ke permukaan tanah juga terkena tsunami gelombang energi tersebut.


Tiga hembusan nafas, tsunami gelombang energi tersebut tidak berbahaya bagi Shen Zhou karena terlindungi kubah pelindung yang sangat kuat.


Namun semakin lama, tubuh Zhou Yu yang mulai menghilang membentuk partikel energi, membuat kepadatan chi energi dari gelombang energi tersebut menjadi lebih tinggi dan mampu membuat retak kubah pelindung yang melindungi Shen Zhou.


“Apa! Kenapa ini bisa retak?!” kata Shen Zhou melebarkan mata melihat kubah pelindung transparan retak dan terus menjalar retakannya dari permukaan tanah sampai ke titik tengah yang berada tepat di atas ubun-ubun Shen Zhou.


Kali ini Shen Zhou benar-benar tidak bisa melarikan diri dari gelombang tsunami energi yang diledakan oleh tubuh Zhou Yu. Shen Zhou memutar otak disaat genting seperti ini agar lolos dari maut.


Kai Yue tidak datang menolong karena telah melihat Shen Zhou bermantap-mantap dengan Yun Zishan. Dia jadi kesal lelaki idamannya malah berhubungan dengan wanita lain. Ya, walaupun itu mantan istrinya hanya untuk balas dendam.


“Dewa! Tolong aku!” teriak Shen Zhou meronta-ronta meminta pertolongan.


Karena tubuhnya sudah terhimpit gelombang tsunami yang sudah menghancurkan kubah pelindung yang melindungi dirinya.


 “Aaaaaargh …!” ShenZhou meraung keras dan merubah dirinya menjadi mode dewa iblis agar selamat. Walaupun nantinya dia bisa koma selama 6 bulan.


Namun, tekadnya untuk hidup lebih besar ketimbang putus asa dan menyerah pada kehidupan yang selalu menyudutkannya.


“Dewa pun telah meninggalkanku. Aku bersumpah, tidak akan lagi memujamu! Hyaa …!” 


Shen Zhou berhasil mendorong gelombang tsunami energi yang menghimpitnya. Rambutnya memutih, raut wajahnya yang berubah menjadi iblis bertanduk empat banyak menonjolkan urat otot berwarna merah.


Perlahan tapi pasti, Shen Zhou berhasil mendorong gelombang energi itu dan menjauhkannya dari tubuhnya. Energi chi di dalam dantian milik Shen Zhou hanya dalam sekejap mata, menurun drastis tersisa 1%.

__ADS_1


Akan tetapi, gelombang energi tsunami itu masih kuat untuk menghimpit kembali tubuh Shen Zhou. Pandangannya mulai buram, tapi dikuat-kuatkan.


Kai Yue yang melihat dari celah robekan dimensi agak khawatir, ingin menolong tapi masih cemburu, dibiarkan Shen Zhou akan mati. Mode dewa iblis sudah mencapai batasnya dan pandangan Shen ZHou benar-benar gelap gulita.


Akan tetapi, tubuhnya menolak mati dan terus berusaha mendorong gelombang energi tersebut sekuat tenaga. Shen Zhou terus meracau tidak jelas, walaupun matanya sudah terpejam dengan mengatakan, “Aku Shen Shou sudah tak  peduli lagi dengan persembahan dewa dan memutuskan untuk tidak lagi menyembahnya. Aku benci dewa!”


Saat itulah, dantian Shen Zhou tiba-tiba meledak dan energi chi iblis membanjiri ruang dantian pria berambut hitam panjang itu.Tercipta sebuah pedang berwarna putih perwujudan dari tekad Shen Zhou yang takut akan kematian.


Pedang itu bernama pedang Tao Tie dan bukan bagian dari jurus pedang surga Tao Tie, tapi pedang neraka Tao Tie. Pedang berbilah putih susu tersebut menyerap semua energi dari gelombang tsunami sampai habis tidak tersisa di sudut manapun dan menjadikanya energi chi iblis di dalam dantian Shen Zhou.


Kai Yue menghela nafas panjang dan membuang semua rasa cemburu serta egonya. Lalu keluar dari dalam celah dimensi untuk menolong Shen Zhou yang sudah pingsan dan membawanya ke dalam hutan, tempat dimana dia selalu menyepi jika sedang bersedih.


......................


Keesokan paginya. Gubuk Reot, Hutan Bunga Malam.


“Dimana ini?” Shen Zhou matanya berkeliling memindai setiap sudut ruangan gubuk yang hampir ambruk.


Matanya berhenti memindai setelah melihat seorang wanita berambut hitam tengah tertidur di atas meja kecil sambil terduduk di kursinya.


“Sepertinya aku pernah melihat wanita ini? Tapi dimana?” Shen Zhou mendongakan kepalanya melihat langit-langit gubuk reot sambil mengingat-ingat Kai Yue.


Gadis berambut hitam tersebut pun bangun setelah mendengar suara deritan tempat tidur yang hanya beralaskan daun mengkuang.


“Kamu beristirahatlah! Tubuhmu belum stabil. Kamu terlalu memaksakan diri,” ucapnya dan bangkit, lalu berjalan perlahan ke arah Shen Zhou untuk membuatnya terlentang di kamar tidur beralaskan daun mengkuang tersebut. 


“Kamu siapa? Kenapa menolongku?” tanya Shen Zhou dengan raut muka menyelidik.

__ADS_1


“Kalau aku adalah Dewi yang memberimu pusaka Naga Putih itu, apakah kau percaya?” tanyanya balik dan membuat raut muka Shen Zhou dipenuhi tanda tanya besar. 


“Dewi? yang memberiku pusaka Naga Putih?” Shen Zhou mencoba mencerna penuturan Kai Yue. Kemudian kabel dalam otaknya baru nyambung, “Jadi itu kamu? lalu kenapa kau tidak menolongku?”


“Seharusnya kamu berterima kasih padaku, karena telah mengorbankan semua kultivasiku untuk membantumu agar tetap hidup dan tak koma. Bukan malah marah-marah? Apakah ini caramu berterima kasih padaku?”  


Kai Yue mulai marah, tetapi dengan kondisinya saat ini mengorbankan semua kultivasinya untuk menekan energi iblis di dalam dantian Shen Zhou yang telah bocor, dia tak bisa berbuat apa-apa.


“Baik, maafkan aku, tetapi kenapa kau tidak  menolongku saat itu?” tanya lagi Shen Zhou agar semuanya jelas dan dia butuh penjelasan dari Dewi yang sudah disembahnya.


  


“Aku tidak menolongmu karena aku cemburu. Pria yang aku sukai dan idamanku berhubungan dengan perempuan lain. Apakah aku salah?” tanya Kai Yue dan sangat terus terang.


Shen Zhou terduduk lemas dan menunduk pasrah di depan Kai Yue, “Kenapa harus main dewa-dewaan. Bukankah kau bisa mengatakannya padaku bahwa kau menyukaiku dan mencintaiku? Kenapa harus sembunyi-sembunyi seperti ini?”


“Dasar laki-laki tolol dan bodoh. Memang mengatakan rasa cinta dan suka pada orang yang kita sukai semudah itu. Lebih mudah membunuh 1000 monster daripada mengatakan aku menyukaimu, hmph!” Kai Yue memalingkan mukanya dari Shen Zhou dengan menggembungkan pipi.  


“Ya, aku tahu salah. Dia itu mantan istriku. Aku hanya melakukan itu hanya untuk membalaskan dendam padanya. Dia sedang hamil anak orang yang paling aku benci dan aku menyuntikan energi yin ke dalam janinnya.”


 “Nanti akan membuat anaknya terlahir cacat fisik serta cacat danitiannya juga,” jelas Shen Zhou dan membuat Kai Yue sedikit lega.


“Kenapa kau tidak fokus memperkuat diri dan menguasai semua jurus pedang kitab delapan arah mata angin? Malah sibuk balas dendam. Begini jadinya bukan?” Kai Yue kecewa dengan Shen Zhou yang terkesan terburu-buru dalam bertindak.


"Walaupun kamu mampu menguasai tingkat  akhir pedang surga. Tapi kamu belum tentu mampu menguasai semua pedang itu. Kamu tidak ada bedanya dengan ayah jika hanya menuruti hawa nafsumu," sambung Kai Yue menyeka cairan bening di sudut kelopak matanya.


Dia merasakan rasa sedih jika Shen ZHou bernasib seperti Kai Liu yang suatu saat nanti akan haus darah. Bahkan haus darahnya melebihi Kai Liu karena telah menguasai pedang Zhu Que. 

__ADS_1


__ADS_2