Pendekar Delapan Mata Arah Angin

Pendekar Delapan Mata Arah Angin
Part 46


__ADS_3

“Tubuh wajra zen!” serun Shen Zhou.


PRANG!


Tombak milik Jiang Wei hancur berkeping-keping dan tubuhnya terpental ke udara sejauh lusinan meter.


“Uhuk! Si-sial, dia menguasai jurus dari sekte Feniks api. Kalau begitu terpaksa kau menggunakan pil yang diberikan oleh Pangeran Mahkota Liu Chan.”


Jiang Wei mengeluarkan pil berwarna hitam, yakni pil darah iblis yang mampu meningkatkan empat tingkat kultivasi dengan cepat dan membuatnya permanen. Tapi resikonya adalah selama satu tahun tidak dapat menaikan level kultivasi ke tingkat selanjutnya.


BOOM!


Tubuh Jiang Wei meledak, dan mengeluarkan aura hitam yang mendesis seperti aura super saiyan, setelah meminum pil hitam tersebut. Tingkat kultivasinya yang berada di tingkat Dewa Perang bintang sembilan, langsung naik ke tingkat Kaisar Perang bintang empat setara dengan tingkat kultivasi yang dimiliki Shen Zhou.


Pria bermanik mata biru itu menyunggingkan senyum ke arah Jiang Wei yang memiliki jarak yang cukup jauh, “Selalu saja ada cara licik di dunia kultivasi ini. Tapi setiap cara licik itu ada konsekuensinya,” ucapnya.


“Senjata dewa perang!”


Jiang Wei menciptakan pedang dan tombak dengan ukuran dan bilah yang sama dari energi chi iblisnya, yakni pedang berilah hitam dan tombak berbilah hitam dengan panjang masing-masing satu meter melayang di depan tubuhnya.


Tombak dan pedang tersebut memancarkan aura hitam yang sangat pekat dan berkobar-kobar seperti api hitam dan membuat Shen Zhou semakin bersemangat untuk melawan Raja Jiang Wei.


tangan kanan Jiang Wei memegang badan tombak dan tangan kirinya memegang gagang pedang yang lebih panjang bukan seperti gagang pedang pada umumnya.


Kemudian melesat ke arah Shen Zhou dengan mengeraskan rahang, dan berteriak, “Mati!”


Dengan mengulas senyum teduh, Shen Zhou menangkis setiap tebasan dan tusukan yang dilancarkan oleh Jiang Wei tanpa memegang keempat pedangnya. Cukup menggerakan jari jemarinya, maa keempat pedang tersebut bergerak otomatis sesuai keinginan Shen Zhou.


TRANG! TRANG!


keempat pedang dan pedang serta tombak berbenturan menciptakan percikan api yang sangat terang disertai suara dentingan yang sangat keras.

__ADS_1


Awan-awan di sekitar mereka berdua terhempas oleh gelombang kejut yang dihasilkan dari benturan keempat pedang dan pedang serta tombak milik Shen Zhou juga Jiang Wei.


Mereka berdua bertarung sangat serius dan belum ada tanda-tanda siapa yang akan menang ataupun kalah. Setelah ribuan gerakan jurus dilesatkan satu sama lain dengan sekuat tenaga.


“Guhak!” Shen Zhou dan Jiang Wei serentak memuntahkan darah hitam pekat dari mulutnya.


Mereka berdua terkena luka dalam dari benturan kedua senjata masing-masing yang menghasilkan gelombang kejut yang merusak sel-sel di dalam tubuh.


Shen Zhou dan Jiang Wei tidak menyadari hal tersebut, sebab gelombang kejut tersebut terlalu halus dan sulit untuk dideteksi.


“Hahahaha … aku sungguh senang bertarung denganmu. Ayo, keluarkan semua jurus-jurusmu!” ejek Shen Zhou dengan tertawa sinis dan mundur sejenak untuk menyeka darah hitam di dagunya.


“Hahaha … omong kosong. Baru satu jurus saja kau sudah terluka parah seperti itu, hahaha …,’ balas Jiang Wei dengan tertawa jahat lalu menyeka darah di bawah bibirnya yang sudah berhenti mengalir.


Jiang Wei mengeratkan kedua pegangannya pada tombak dan pedangnya. Lalu mengalirkan energi chi iblis yang lebih besar ke bilah ttombak dan pedangnya agar mampu menembus pertahanan keempat pedang surga milik Shen Zhou.


Pria berambut hitam panjang juga mengganti keempat pedang surga dengan dua pedang neraka untuk mengimbangi serangan Jiang Wei yang terlampau serius.


TRANG! TRANG!


Keduanya kembali berbenturan senjata dan saling menebas serta menusuk sekuat tenaga.


Namun bukan Shen Zhou namanya jika dia tidak memiliki strategi licik untuk mengalahkan lawan-lawannya, “Formasi pembunuh dewa!” serunya sambil menangkis setiap tebasan dan tusukan yang dilancarkan oleh Jiang Wei.


JLEB!


Bersamaan itu pula, keempat pedang surga keluar dari robekan ruang hampa di keempat sisi tubuh Jiang Wei dan berhasil menusuk leher, dada, perut, serta bagian benda pusakanya.


“Guhak! K-kau sa-sangat li-licik —”


“Tolol! Di dalam pertarungan itu tidak ada namanya keadilan dalam bertarung. Siapa yang bisa mengatur strategi, maka dia akan menjadi pemenang,” potong Shen Zhou dan langsung menebas kepala Jiang Wei.

__ADS_1


ZRASH!


Leher Jiang Wei menyemburkan cairan merah dana membasahi muka Shen Zhou yang super tampan itu dan membuat mukanya itu seperti Buto Abang.


“Cuih, kalau saja aku telat sedikit saja, maka leherku yang akan lepas dari sarangnya,” kata Shen Zhou sambil meludahi kepala Jiang Wei yang sudah tergeletak di permukaan tanah dengan mata melebar dan mulut menganga.


Shen Zhou menggerakan jarinya untuk menggerakan keempat pedang surga, supaya tercabut dari tubuh Jiang Wei. Lalu memegang gagang pedang Xuan Wu dan ditusukan ke perutnya untuk memulihkan semua luka yang dialaminya sekarang.


Saat Shen Zhou memulihkan diri dan sudah pulih sepenuhnya, dari belakang muncul tubuh Liu Chan dengan berkedip dan menusukan pedang Qiong Qi ke pinggan Shen Zhou.


Shen Zhou tidak menyadarinya dan tertusuk pedang Qiong Qi dan menghisap semua energi ch di dalam dantiannya dengan cepat.


"Hahaha … kamu benar di dalam pertarungan tidak ada yang namanya keadilan. Siapa yang memiliki strategi yang lebih unggul dari lawannya, maka ia yang akan menang termasuk aku, hahahaha …."


Li Chan tertawa terbahak-bahak sambil menusukan pedang Qiong Qi dengan mendorong gagangnya lebih dalam ke pinggang Shen Zhou.


Baru saja Shen Zhou pulih, dia harus memuntahkan darah lagi dan lebih banyak, hingga membasahi pusaka Naga Putih di bagian dada sampai perutnya, “Guhak-guhak!”


“Pedang ini mampu menyerap energi chi iblis sebanyak apapun dengan cepat. Tuan Kai Shin sudah memberitahukannya dan memberikan pedang ini padaku untuk membunuhmu kultivator jadi-jadian!” hardik Liu Chan sambil memutar gagang Pedang agar merobek dan memotong persendian tulang pinggang Shen Zhou.


"Uhuk, hahaha … katakan pada tuan Kai Shinmu itu. Aku akan datang merebut kembali calon istriku dan aku belum ingin mati disini. Formasi Raja Malaikat. Hyaa …!”


Shen Zhou mengeluarkan energi ledakan dan mementalkan Liu Chan sejauh lusinan meter dengan tubuh terus menghantam permukaan tanah, batu dan pepohonan sejauh 500 meter.


Tubuh Pria bermanik mata biru tersebut langsung pulih seketika dengan energi dewa yang dikeluarkan keempat pedang surga melalui formasi Raja Malaikat.


Keempat pedang surga mengarah ke arah Liu Chan dan kedua pedang neraka sudah lenyap setelah Shen Zhou terkuras energi chi iblis oleh pedang Qiong Qi.


Keempat pedang dialiri energi chi dewa berwarna emas dan sangat pekat. Lalu menembakan sinar laser emas yang sangat besar ke arah Liu Chan.


SWUSH!

__ADS_1


__ADS_2