
Tubuhnya yang kekar, dipenuhi otot-otot yang menonjol sempurna dan perutnya yang seperti roti sobek, membuat Hongdou dan Yuen Yin harus sering meneguk salivanya dalam-dalam dibawah ancaman hunusan kedua pedang milik Shen Zhou yang melayang di lehernya.
“Jangan berhenti menari sebelum aku bilang berhenti!” bentak Kai Yue dan sangat menikmati tarian tubuh Shen Shen Zhou yang sangat gemulai.
Sesekali dia memperagakan tarian tari perut dan membuat Kai Yue tertawa setengah mati. Hongdou dan Yue Yin juga cukup menikmati tarian Shen Zhou tanpa memakai sehelai benang pun tersebut.
Dengan kedua pipi merah merona dan sesekali menjatuhkan rahang mereka, serta air liur yang menetes deras dari bibirnya, Hongdou dan Yue Yin malah mengikuti gerakan tarian Shen Zhou tanpa disadari olehnya. Mereka berdua dimabuk kepayang ketampanan pemilik tubuh pria bermanik mata biru tersebut.
“Dewa, aku mohon berhenti. Aku sungguh sangat malu seperti ini dilihat oleh kedua perempuan itu,” pinta Shen Zhou dalam batinnya.
“Dasar!” Kai Yue jadi ingat jika ada kedua wanita ditengah-tengah Shen Zhou dan membuatnya cemburu.
“Ya sudah hentikan! Ingat besok malam berikan tarian yang lebih seksi lagi. Aku menyukainya, hmph!”
Setelah mengatakan peringatan tersebut, Kai Yue menutup robekan celah dimensi dan tidak menyahut walau Shen Zhou memanggilnya, "Dewa! Dewa! Tunggu dewa! Ah, sial! Kenapa pria duda sepertiku harus seperti ini? Bagaimana kalau dewa itu ternyata laki-laki? Matilah aku," gumamnya menunduk pasrah.
Hongdou dan Yue Yin malah keenakan menari saking asyiknya melihat tubuh Shen Zhou yang begitu lihai dalam menari. Secepat kilat, Shen Zhou langsung memakai kembali Pusaka Naga Putih dan terbang mengendarai ke-empat pedangnya kembali menuju pusat kota Kekaisaran Wei.
Hongdou dan Yue Yin sadar Shen Zhou telah pergi. Setelah sadar mereka langsung melesat mengejar Shen Zhou yang sudah tidak lagi terlihat oleh kedua mata mereka.
......................
...Keesokan paginya, Aula Istana Wei....
“Hormat pada Yang Mulia Kaisar Cao Cao! Hamba datang menghadap!” Shen Zhou berlutut satu kaki dan menunduk hormat dengan menggenggam kepalan tangan kanannya.
“Selamat datang Saudara Naga Putih. Terima kasih telah datang memenuhi panggilanku.” Kaisar Cao Cao menggenggam kepalan tangan kanannya dan mengulas senyum lebar pada Shen Zhou.
__ADS_1
Pertemuan hari itu dihadiri oleh kelima Jendral Kekaisaran Wei serta Pangeran Cao Pi beserta istrinya Putri Mahkota Zhen Ji.
“Hamba bersyukur dan sangat berterima kasih pada Yang Mulia Kaisar, karena memberikan hamba kesempatan untuk bisa menemui Yang Mulia Kaisar secara langsung.”
Shen Zhou mengeluarkan batu roh yang lebih besar dari yang pernah diberikan kepada Cao Pi. “Ini hadiah khusus untuk Yang Mulia Kaisar dariku, Naga Putih.”
Dengan berlutut satu kaki, Shen Zhou berjalan mendekati Kaisar Cao Cao untuk memberikan batu roh tersebut padanya.
Jendral Xiahou Dun, Jendral Xiaohou Yuan dan Jendral Zhang Liao sepertinya sangat familiar dengan wajah Shen Zhou. Mereka bertiga terus mengawasi gerak-gerik dari awal datang sampai sekarang.
Shen Zhou mundur dan langsung berterus terang pada mereka bertiga, “Ketiga Jendral Kekaisaran Wei. Apakah Anda bertiga merindukan bertarung denganku lagi di perbatasan Kekaisaran Han?”
Semua orang yang berada di dalam Istana Wei tercengang mendengar penuturan Shen Zhou. Raut wajah mereka dipenuhi raut tanda tanya besar dengan pertempuran ketiga Jendral dengan Shen Zhou.
Saat pertempuran dengan Shen Zhou. Ketiga Jendral yang kabur akibat Shen Zhou berubah dalam mode dewa iblis melaporkan pada Kaisar Cao Cao, jika mereka bertiga telah dikalahkan oleh seorang pemuda yang menjadi monster dan membunuh 15000 pasukan Kekaisaran Wei seorang diri.
“Jadi kau? —”
“Namun, aku menemukan fakta dari Yu Shuan yang telah aku bunuh bahwa mereka merekayasa adu domba pembunuhan Pangeran Kerajaan Api Timur dan Pangeran Lu Bu,” jawab tegas Shen Zhou melemparkan gulungan berisi semua transaksi Yun Zishan dengan Organisasi Sisik Naga.
Kelima Jendral bangkit dengan besiaga jika Shen Zhou akan menyerang Kaisar. Namun, dia tidak menyerang sama sekali Kaisar.
“Lalu kenapa kamu ingin membantu Desa Api Jindan dan Kekaisaran Wei?” tanya Kaisar Cao Cao dengan tatapan tajam seperti manik mata Elang.
“Aku rasa peperangan Kekaisaran Han dan Kekaisaran Wei hanya akal-akalan dari Kekaisaran Wu. Kita telah dirugikan dan mereka iri dengan kerja sama kedua kekaisaran yang begitu solid. Bukankah sekarang Kekaisaran Wei bisa merasakannya?” jawab Shen Zhou cukup masuk akal.
__ADS_1
“Kalau memang Kaisar Cao Cao memandangku sebagai orang luar, silakan saja. Akan tetapi aku pastikan kami siap berperang melawan Kekaisaran Wei. Tinggal jentikan jari, maka tiga Kerajaan Api di Timur, Utara, dan Selatan rata dengan tanah,” sambung Shen Zhou dengan nada yang mengancam.
Semua orang terdiam, bungkam seribu bahasa dan tidak ada yang berani menyela pembicaraan Shen Zhou. Semua yang Shen Zhou katakan begitu masuk akal dan sama sekali tidak bisa dibantahkan.
“Baiklah, kami tidak akan mencabut dekrit Kekaisaran tentang Desa Api Jindan.” tegas kaisar Cao Cao dan semua pejabat tinggi mengangguk tanda setuju.
“Lalu, tindakan apa yang akan diberikan pada Kerajan Angin Utara yang telah membantai banyak orang di Kerajaan Api Selatan?” tanya Shen Zhou menyulut bara dalam sekam.
Sebenarnya Kaisar Cao Cao mmenutupi semua masalah ini karen takut akan membuat para Jendral mengamuk dan meminta persetujuan perang dengan Kekaisaran Wu.
Kaisar Cao Cao menghela nafas panjang, karena bingung karena tidak tahu apa yang harus diputuskan saat ini. Sumber daya di Kekaisaran Wei saat ini sangat terbatas dan selalu terjadi perebutan wilayah subur di keempat Kerajaan. Intinya, kekuatan militer Kekaisaran Wei selalu merosot.
“Yang Mulia Kaisar perintahkan saja aku. Ya, cukup aku seorang bisa menghancurkan Kerajaan Angin Utara. Akan tetapi jika aku berhasil menguasai Kerajaan Angin Utara, maka kirimkan 10000 pasukan ke sana dan aku janjikan kemenangan untukmu,” tegas Shen Zhou penuh percaya diri.
Semua orang dibuat bungkam. Bahkan kelima Jendral Kekaisaran Wei, yakni Jendral Xiaohou Dun, Jendral Xiaohou Yuan, Jendral Sima Yi, Jendral Zhang Liao dan Jendral Pang De tidak berkutik oleh ketegasan Shen Zhou.
“Aku izin pamit, Yang Mulia Kaisar dan sebagai bakti pemimpin Desa Api Jindan. Aku menyerahkan ini.” Shen Zhou mengeluarkan uang 100 juta koin emas lalu hilang dari pandangan semua orang.
......................
Keesokan paginya, perbatasan Kerajaan Api Selatan dan Kerajaan angin Utara.
"Lapor pemimpin Naga Putih. Tuan Shen Xin ingin bertemu dengan Anda sebagai pemimpin Organisasi Sisik Naga di Kerajaan Angin Utara," ucap anggota elit Organisasi Sisik Naga dengan menunduk hormat dan menggenggam kepalan tangannya.
"Baiklah, aku akan menemuinya secara langsung. Kabari dia untuk menyambutku dengan pesta yang meriah," balas Shen Zhou tersenyum simpul.
"Akhirnya dia mulai bergerak setelah aku memperkeruh kolam miliknya. Kita lihat, apa yang akan kau lakukan pada Yu Shuan yang sudah diluar kendalimu? Hahaha …," batin Shen Zhou tertawa jahat.
__ADS_1
Shen Zhou sudah tidak sabar ingin menyiksa Shen Xin seperti dulu. Dia menyiksanya dengan kejam. Pria bermanik mata biru tersebut sudah memikirkan banyak cara yang akan dilakukan ketika tiba di dalam wilayah Kerajaan Angin Utara.
Dengan teknik seribu wajah, Shen Zhou tidak khawatir dia akan ketahuan oleh Shen Xin dan semua orang yang mengenalnya di Kerajaan Angin Utara. Dia hanya perlu memegang kulit targetnya maka Shen Zhou akan meniru tubuhnya 100% persis dan semua kemampuannya.