Pendekar Delapan Mata Arah Angin

Pendekar Delapan Mata Arah Angin
Part 30. BALAS DENDAM


__ADS_3

“Kembalilah dan ikuti aku!” titah Shen Zhou melalui telekomunikasi telepati.


Tanpa ada rasa penolakan, Kun Lun mengikuti perintah Shen Zhou. Dia merasa sangat bersyukur pada ShenZhou yang telah mematahkan jurus kebahagiaan iblis yang selama ini membelenggunya.


Dengan demikian, Kun Lun bisa selamat dari Yu Shuan yang selama ini mengincarnya untuk dijadikan pelampiasan n**** bejatnya akan sesama jenis.


Meskipun Shen Zhou memberikan segel budak yang baru melalui jurus auman Naga Emas. Akan tetapi, Shen Zhou memperlakukan semua anggota Organisasi Sisik Naga layaknya keluarga.


Bahkan tidak segan-segan Shen Zhou menggelontorkan dana yang sangat besar untuk membeli sumber daya bagi peningkatan kultivasi setiap Anggota Organisasi Sisik Naga.


Setelah mereka berdua melesat dan sampai di dalam mulut sebuah gua yang cukup gelap. Kun Lun mendekat ke arah Shen Zhou, kemudian ia berlutut satu kaki dan meberikan sebuah gulungan surat, “Ini pemimpin.”


Shen Zhou menerima gulungan surat tersebut dan membukanya secara cepat. Kemudian dia membacanya dengan sangat seksama.


“Hahaha ….” Shen Zhou tertawa terbahak-bahak dan melanjutkan, “Kalian semua tolol dan bodoh. Kekaisaran Wei dan Kekaisaran Wu sebentar lagi mereka akan berperang serta takan bisa dielakan lagi.”


Dalam gulungan surat yang diterima oleh Shen Zhou tertulis, kalau Kaisar Sun Quan telah mengirimkan pasukan ke perbatasan antara ke Kerajaan Angin Utara dan Kerajaan Api Selatan.


Itu semua akibat gulungan surat yang dikirimkan Kun Lun sebelumnya ke kaisar Sun Quan disertai surat bukti lampiran surat palsu yang dibuat oleh Shen Zhou selaku pemimpin Organisasi Sisik Naga. Bahwasanya, penyerangan Sekte Feniks Api merupakan ajang balas dendam atas kematian semua kerabat Kerajaan Api Selatan yang telah dibunuh oleh Keluarga Shen.


Shen Zhou memberikan token milik Shen Hao yang telah dicuri dari sakunya, saat ayah Shen Zhou itu terlelap tidur dan mengirimkannya ke Kaisar Cao Cao sebagai bukti. Bahwasanya yang menghabisi Keluarga Kerajaan Api Selatan merupakan Keluarga Shen.


Shen Zhou sangat licik mengatur strategi sekejam ini untuk menghancurkan kedua Kekaisaran. Dengan hancurnya dua Kekaisaran yang berhubungan erat dengan Yun Zishan. Maka di alam bawah daratan Xia, tidak ada lagi orang yang berani membela Yun Zishan.


“Apa tugasku selanjutnya pemimpin?” tanya Kun Lun dengan penuh antusias, karena dia ingin menjadi sangat berguna untuk Shen Zhou.

__ADS_1


“Aku sudah menuliskan surat. Berikan surat ini pada Kaisar Cao Cao!” titah ShenZhou dan mengeluarkan sebuah gulungan surat, lalu diberikan pada Kun Lun.


Pria yang memakai baju pendekar china tradisional tersebut, hilang dari pandangan Shen Zhou.


“Sekarang waktunya pergi menuju perbatasan untuk membunuh orang yang telah berhubungan mesra dengan Yun Zishan di belakangku tiga tahun yang lalu.”


Shen Zhou mengeluarkan aura membunuh yang sangat kuat. Dengan jaringan dari Organisasi Sisik Naga yang berada di genggamannya. Semua informasi busuk apapun tentang Keluarga Shen, Shen Xing dan Yun Zishan mudah sekali terlacak.


Tubuhnya terbang melesat ke perbatasan antara Kerajaan Kerajaan Angin Utara dengan Kerajaan Api Selatan untuk menunggu Pangeran Mahkota Sun Ce dan Jendral Zhou Yu.


......................


Keesokan harinya, Perbatasan Kerajaan Angin Utara dan Kerajaan Angin Selatan.


Shen Zhou terbang tinggi dan sedang melayang di ketinggian 400 meter. Matanya berkeliling mencari keberadaan pasukan Kekaisaran Wu. Menurut informasi, mereka sudah berangkat kemarin dan akan tiba saat ini.


Bendera kecil berwarna kuning itu melesat ke delapan mata arah angin sejauh 1 km dan tertancap ke permukaan tanah. Shen Zhou akan menjebak mereka dalam Formasi Jebakan Neraka setelah semua pasukan memasuki wilayah formasi itu.


Shen Zhou cukup kecewa, karena Kaisar Sun Quan hanya mengirimkan 1000 prajurit beserta Jendral Zhou Yu dan Pangeran Sun Ce. Dia menganggap remeh kerajaan Api Selatan.


“Dasar Tolol! Orang yang menganggap remeh musuhnya, dia akan mati berkalang tanah. Ini balasan orang yang tamak dan serakah, sudah punya istri juga empat elir masih menggoda istri orang lain, hingga perempuan itu merasa diatas angin dan merendahkan suaminya,” kata Shen Zhou menatap tajam dari jauh pria yang membawa dua senjata tonfa di kedua tangannya.


1000 prajurit berkuda tersebut memasuki batas masuk Formasi Jebakan Neraka. Shen Zhou menunggu, hingga semua prajurit berkuda itu masuk. Salah satu prajurit gelisah dan merasakan formasi jebakan yang Shen Zhou pasang.


“Oh, hebat juga ada yang mampu mendeteksi formasi jebakan neraka yang aku dapat dari Tetua Dizan. Tapi aku tidak akan membiarkannya. Tutup gerbang!”

__ADS_1


Shen Zhou menautkan tangan untuk memunculkan kubah energi berwarna hitam transparan yang menjulang ke langit mengitari wilayah dalam radius 1 km untuk mengurung mereka semua dalam formasi jebakan.


“Jendral! Semuanya mundur!” teriak salah satu prajurit yang menyadari jika mereka telah masuk ke dalam formasi jebakan.


Sayangnya semua itu sudah terlambat. Ketika mereka semua berbalik arah, kubah energi itu telah sepenuhnya menguat dan menjulang ke langit. Mereka sudah terjebak di dalamnya.


Shen Zhou pun turun perlahan dan membuat semua orang tercengang terutama Pangeran Sun Ce, “K-kau?!” ucapnya melebarkan mata.


“Ya, ini aku Shen Zhou. Orang yang kau hancurkan hidupnya melalui tangan Shen Xin dan Yun Zishan. Kenapa terkejut? Jangan berterima kasih dahulu kepadaku sebelum kalian semua aku kirim ke Raja Neraka.” Shen Zhou menjentikan jari untuk memulai permainannya.


“Hahaha …. Sampah sepertimu mana mampu melawan kami yang banyak ini. Aku pastikan tubuhmu akan aku pancung sendiri dan mengumumkannya pada seluruh musuh-musuh Kekaisaran Wu bahwa seorang pemberontak sepertimu pantas untuk dihukum mati."


Sun Ce melambaikan tangan untuk memberi perintah pada pasukannya. "Serang!"


Pangeran Sun Ce dan Jendral Zhou Yu tidak merasakan jika formasi jebakan neraka telah bekerja, setelah Shen Zhou menjentikan jari memuat 1000 anggota pasukan berkuda, tubuhnya terlilit sulur-sulur akar yang keluar dari permukaan tanah.


“Serang apanya? Siapa yang berani menyerangku?” Shen Zhou melemparkan senyum sinis untuk mengejek Jendral Zhou Yu dan Pangeran Sun Ce yang terlalu bodoh, menganggap pasukan mereka masih ada bisa menyerangnya.


Keduanya melebarkan mata ketika menoleh ke belakang melihat semua pasukannya termasuk kuda yang mereka tunggangi telah terlilit sulur-sulur akar.


Sedetik kemudian, Shen Zhou menjentikan jari lagi dan menciptakan rentetan ledakan yang meledakan satu persatu prajurit berkuda dan menjadikan mereka kabut darah.


...BOOM! BOOM! ...


Pangeran Sun Ce dan Jendral Zhou Yu hanya bisa menjatuhkan rahang melihat semua prajurit berkudanya mati berkalang tanah menjadi kabut darah.

__ADS_1


"Sekarang aku bisa bebas bertarung dengan kalian berdua. Dasar penikmat lubang yang sama."


Shen Zhou tersenyum sinis dan mengeluarkan pedang Qin Long, lalu melesat ke arah mereka berdua yang masih menunggangi kuda masing-masing.


__ADS_2