
Shen Zhou berlutut lemas dengan dada kembang kempis tak karuan. Kun Lun muncul dari dalam bayangan Shen Zhou dan melapor, “Pemimpin, pasukan sudah siap menuju Kekaisaran Wei. Kekaisaran Han juga sudah bergerak ketiga Kerajaan di Kekaisaran Wu, yakni Kerajaan Angin Selatan, Kerajaan Angin Timur dan Kerajaan Angin Barat dibantu oleh Kerajaan Api Selatan yang sudah menjadi sekutu kita.”
Shen Zhou berdiri dibantu Kun Lun, “Tampaknya persiapan kita sudah matang. Huff … huff …. Apapun yang terjadi gempur Kekaisaran Wu dan butuh Kaisar Sun Quan. Aku akan membuat Kaisar Cao Cao dan Kaisar Sun Quan bertarung dengan anak mereka sendiri, hahaha ….”
“Baik, pemimpin. Kami akan segera laksanakan titahmu untuk melepaskan para tikus.”
Kun Lun kembali lagi ke dalam bayangan Shen Zhou untuk pergi ke Paviliun Sisik Naga untuk melepaskan Sun Ce, Cao Pi, dan Shen Xin yang telah dipasang energi chi yang berlebihan yang bisa meledak kapan saja.
Shen Zhou mengirimkan pesan telepati pada Keluarga Yuo yang sekarang memimpin Kerajaan Api Utara, untuk menjaga perbatasan dengan pusat Kekaisaran Wei dan bunuh semua prajurit Kekaisaran Wei yang melewati perbatasan kerajaan Api Utara.
Shen Zhou melalui Kun Lun telah membagi pemetaan wilayah invasi. Ru Xou akan memimpin menuju Kerajaan Api Barat untuk menginvasi mereka. Supaya tidak jalur untuk kabur bagi Kaisar Cao Cao.
***
Kekaisaran Wei, pusat Istana Wei.
Cao Pi telah dilepaskan oleh Kun Lun dan langsung dikirim ke Istana Wei untuk bertemu Kaisar Cao Cao. Tapi Kaisar Cao Cao adalah orang yang sangat waspada. dia tak memberikan Cao Pi tempat untuk masuk ke dalam Istana.
Dengan terpaksa Cao Pi yang sudah dalam kenadali Shen Zhou harus menunggu di dalam gerbang Istana.
“Yang mulia Pangan Cao Pi. Mohon maaf kami akan menahan anda disini,” kata salah satu prajurit dengan gerak-gerik Cao Pi dan sudah melaporkannya pada Kaisar Cao Cao.
Shen Zhou yang sedang terbang menuju pusat Istana Wei, dapat melihat semua kondisi Istana dari pandangan mata Cao Pi yang terhubung dengan pandangan matanya melalui jurus kebahagiaan iblis tingkat tinggi.
“Lebih baik aku segera bereskan dan memberikan tanda dengan tanda yang sudah disepakati agar semua pasukan memulai invasi dan balas dendam,” gumam Shen Zhou yang sebentar lagi tiba di wilayah pusat kota Kekaisaran.”Cao Pi lakukan!”
Cao Pi yang menerima perintah Shen Zhou melalui telekomunikasi telepati segera menyergap salah satu prajurit dan mengambil pedangnya untuk memenggal kepala prajurit yang lain.
SLASH!
“Pangeran Cao Pi, apa yang anda lakukan?” tanya prajurit yang disergap lehernya oleh Cao Pi.
__ADS_1
“Tentu saja membuat semua warga Kekaisaran Wei mati,” jawab Cao Pi dan langsung memelintir leher prajurit tersebut hingga kepalanya bisa melihat punggungnya sendiri.
Pasukan yang dipimpin oleh Gun Ting, Diao Cha, Xie Lan dan Raja Dain Ning yang menggantikan ayahnya di Kerajaan Api Selatan sudah mengepung sisi selatan, utara dan timur pusat kota Kekaisaran Wei, hanya ssi barat yang kosong.
Shen Zhou melesat ke sisi barat seorang diri untuk mencegah Kaisar Cao Cao dan permaisuri No, agar jangan sampai lolos.
Cao Pi melayang tinggi di atas Istana Wei untuk meledakan diri dan berteriak dengan nada mengancam, “Ayah, lebih baik kau menyerah dan menyerahkan posisi Kaisar pada tuan Naga Putih. Jika tidak, maka kau dan semua rakyat Kekaisaran wei taka selamat!”
Kaisar Cao Cao mendengarnya,lalu keluar dari Istana Wei menyusul anaknya yang sudah tak berdaya dikendalikan oleh Shen Zhou, “Omong kosong! Aku tidak akan menyerahkan Kekaisaran ini. Kalian semua hanyalah sampah busuk di depan mataku. Mati!”
Dengan mengeraskan rahang, Kaisar Cao Cao mengeluarkan pedang Raja Iblis dan memenggal secepat kilat leher Cao Pi. Dia sudah tak peduli dengan anak yang tidak berguna seperti Cao Pi.
ZRASH!
Darah menyembur keluar dari leher Cao Pi dan membasahi tubuh Kaisar Cao Cao. Tapi darah tersebut telah dialiri energi chi milik Shen Zhou yang bisa meledak dan pria bermanik mata biru tersebut menyadarinya jika Cao Pi telah mati.
Dari jauh Shen Zhou bergumam dengan menjikan jari, “Sungguh ironi seorang ayah membunuh anaknya sendiri. Tapi permainan baru saja dimulai.”
BOOM!
Ledakan tersebut terlihat di udara dan menjadi tanda untuk pasukan Kerajaan Naga Putih dan sekutunya untuk segera menyerang pusat kota Kekaisaran Wei.
“Serang!” teriak Xie Lan, Diao Cha, Dian Ning, dan Gun Ting serentak dari tempat yang berbeda.
Semua pasukan pemanah bersiap membidik anak panah yang diselimuti energi chi api. Untuk meledakan pintu gerbang pusat kota di sebelah selatan, utara dan timur.
Anak panah itu diluncurkan ke udara dan menghujani dinding pembatas kota yang dijaga ratusan prajurit yang tengah bersiaga.
BOOM! BOOM!
Suara rentetan ledakan disertai pekikan suara prajurit Kekaisaran Wei menggema di balik dinding pembatas kota. Penyerangn ini sembunyi-sembunyi, dan mengejutkan semua warga yang berada di dalam pusat kota Kekaisaran Wei.
__ADS_1
Hanya dalam sekejap mata,wilayah bagian dalam dinding pembatas kota bagian timur, selatan dan utara terbakar api dan apinya terus menyebar ke dalam dengan sangat ganas.
Diao Cha mengeluarkan senjata kipas besarnya lalu mengibaskan kipas tersebut untuk membentuk badai topan, “ini untuk suamiku yang kalian bunuh dengan kejam. Jurus Dewa Kipas!”
SWUSH!
Pusaran tornado muncul di tengah-tengah kota dan disambut oleh kobaran api. Pusaran tornado itu semakin membesar dan membentuk pusaran tornado api yang sangat besar. Membakar dengan cepat semua warga, prajurit dan semua Jendral Kekaisaran Wei.
Kaisar Cao Cao terbang dengan tubuh yang lemas, melihat pusat kota Kekaisaran Wei luluh lantak dibakar oleh pusaran tornado api yang sangat besar.
“Kekaisaranku,” lirih Kaisar Cao Cao dengan menitikan air mata.”Ke-kenapa bisa seperti ini?”
Benar saja, keluarga Cao lari ke pintu barat untuk kabur menggunakan 10 kereta kuda yang dipimpin adik pangeran Cao Pi, yakni Pangeran Cao Ren.
Diao Cha kehilangan kendali dan terus membuat badai topan dan membuat api semakin besar, sehingga terus membakar semua bangunan rumah habis tak tersisa.
Dari jauh, Kaisar Cao Cao yang melihat 10 kereta kuda bergerak ke arah Kerajaan Api Barat dan langsung terbang menyusulnya.
Akan tetapi, dia melihat pria berbaju putih menghadanag 10 kereta tersebut, “Berhenti!” teriak Shen Zhou.
“Bajingan!” Kaisar Cao Cao geram setelah melihat dari dekat, ternyata pria yang menghadangnya adalah Shen Zhou. Lalu melesat dengan pedang abu-abu yang sudah diselimuti aura ungu. “Jurus Raja Iblis tingkat pertama: tarian dewa iblis!”
Shen Zhou menangis dengan pedang Hun Dun sambil terbang mundur. Keduanya bertarung dengan sengit, hingga menimbulkan ledakan gelombang kejut di sekitar kedua tubuh mereka berdua.
BOOM! BOOM!
Suara ledakan disertai kepulan debu dan asap yang membumbung tinggi menghalangi pandangan. Saat itu pula Shen Zhou melepaskan keempat pedang surga ke arah 10 kereta kuda untuk emmengal semua orang yang berada di dalamnya.
SLASH! SLASH!
Kereta kuda banjir cairan merah dan membuat Kaisar Cao Cao mengeraskan rahang disertai air mata yang mengalir deras di kedua pipinya, “K-kau?! Aku akan membunuhmu! Hya …!”
__ADS_1