Pendekar Delapan Mata Arah Angin

Pendekar Delapan Mata Arah Angin
Part 44


__ADS_3

Jendral Zhao Yun menelan pil sembilan bintang untuk meredakan luka dan rasa sakitnya yang diakibatkan oleh pukulan gelombang Naga Hitam yang dilesatkan oleh Genjo Ho.


Kemudian melesat ke arah Genjo Ho dengan melakukan gerakan tusukan dengan tombaknya ke arah kepala Genjo Ho.


TRANG! TRANG!


Sambil memiringkan kepala, Genjo Ho menghindari setiap tusukan dan menangkis setiap tusukan tersebut dengan bilah tombak hitam. Sehingga muncul percikan api di sekitar kepala Genjo Ho.


Semain lama semakin cepat tusukan Jendral Zhao yun yang sudah termakan amarahnya untuk segera membunuh Genjo Ho.


SLASH SLASH!


Kedua bahu Genjo Ho tergores bilah tombak biru milik Jendral Zhao Yun dan saat pertahanan Genjo Ho terbuka, pria berambut biru panjang tersebut melesatkan tendangan lurus ke tengah dada Genjo Ho.


BAM!


genjo Ho terpundur ratusan lusinan meter dan menabrak beberapa pepohonan dan dan bebatuan, Karena saking kuatnya tendangan Naga biru milik Zhao yun.


“Guhak-guhak!” Genjo Ho menusukan tombak bilah hitamnya ke permukaan tanah agar laju tubuhnya berhenti dengan memuntahkan secawan cairan merah beberapa kali.


Shen Zhou yang duduk melayang di atas pedang surga Zhu que hanya bisa menepuk jidatnya sendiri, melihat Genjo Ho masih saja kalah oleh Jendral Zhao Yun,


“Aish-aish … masih saja kalah, meski telah kuberikan tiga tingkatan jurus kitab Naga Hitam. Padahal tingkat kultivasinya sekarang berada di Kaisar Perang bintang satu setara dengan Jendral Zhao Yun,” gumam Shen Zhou dengan raut wajah ditekuk. “Jari pedang lotus!”


Shen Zhou menembakan sinar laser berwarna merah pekat dari ujung jari kanannya secara bertubi-tubi ke arah para pasukan Kekaisaran Shu yang tersisa. Targetnya adalah kepala mereka dan alam sekejap. semua kepala pasukan Kekaisaran Shu tertembus sinar laser merah.


JLEB! JLEB!


“Aaaakh …!” Satu persatu memekik kesakitan dan jatuh dari kuda mereka dengan mulut menganga.


Jendral Zhao Yun melebarkan mata dan matanya berkeliling ke arah langit, mencari keberadaan pelaku yang membunuh semua pasukan yang dipimpinnya.

__ADS_1


“Bangsat! Keluar kau! Jangan beraninya hanya bersembunyi!” hardik Jendral Zhao Yun dengan mengeraskan rahang.


Shen Zhou turun perlahan dan mengeluarkan pedang surga Xuan Wu, lalu dilemparkan ke arah Genjo Ho dan melesat cepat. Bilah pedang hijau tersebut menusuk perut Genjo Ho dan memulihkan semua luka fatalnya dengan cepat.


“Kau mencariku?” tunjuk Shen zhou pada dirinya sendiri dengan tersenyum sinis dan berdiri melayang di atas pedang Zhu Que. “Tak usah teriak-teriak aku mendengarnya. Lagipula matamu itu mungkin yang sudah katarak. Aku sendiri tadi atas sana juga kau tak melihatnya.”


“Jangan banyak bicara! Aku bunuh kau! Hyaa …!”


Jendral Zhao Yun melesat cepat ke Shen Zhou untuk menusukan tombaknya ke arah jantung.


Namun dengan duduk menyilangkan paha, Shen Zhou menepis setiap tusukan tombak Jendral Zhao Yun hanya dengan ujung telunjuk jari kanannya.


“Biar aku beritahu. Orang yang suaranya keras dan suka teriak-teriak itu biasanya kepalanya kosong dan sukanya nasi bungkus. Makanlah bogem mentah ini!!”


Shen Zhou menepis ujung tombak Jendral Zhao Yun dan memantulkannya ke udara. Lalu melesatkan pukulan bertubi-tubi ke wajahnya yang tampan dan membuatnya menjadi seperti kepala B***.


BAM! BAM!


Seperti memijak angin, Jendral Shen Zhou salto ke belakang dan mendarat di permukaan tanah dengan kedua kaki bergesekan dengan permukaan tanah menyebabkan kepulan debu yang tebal menghalangi pandangan.


Saat pandangan Shen Zhou terhalang kepulan debu yang tebal, Jendral Zhao Yun melesatkan jurus pamungkasnya, “Tendangan Naga Biru!”


Siluet Naga Biru keluar dari dalam kepulan debu yang tebal dan melesat ke arah Shen Zhou. Kecepatannya tidak bisa ditangkap oleh mata biasa dan menghantam tubuh Shen Zhou.


BOOM!


Tubuh Shen Zhou dipenuhi kepulan cahaya, asap dan debu yang menjulang ke langit membentuk siluet jamur setinggi 200 meter.


Kepulan cahaya, debu, dan asap tersebut dapat dilihat oleh semua warga Kerajaan Api Utara. Tapi mereka tidak ada yang berani ikut campur dalam medan pertempuran antara Genjo Ho, Shen Zhou melawan pasukan Kerajaan Air Selatan yang dipimpin oleh Jendral Zhao Yun.


Pria yang memakai zirah perak itu tersenyum puas melihat Shen Zhou sudah tidak ada pergerakan lagi di balik kepulan debu dan asap yang tebal.

__ADS_1


"Setelah ini aku akan membuat Kerajaanmu rata dengan tanah, hahaha …," kata Jendral Zhao yun dengan tertawa puas dan merasa telah diatas angin.


Namun tawa itu berubah menjadi muka yang kusut setelah melihat Shen Zhou masih tegak berdiri tanpa luka sedikitpun.


“Jendral, anda itu terlalu cepat menyimpulkan. Aku belum menjadi mayat sudah berencana meratakan Kerajaanku. Jangan mimpi disiang bolong, langkahi dulu mayatku baru kau pergi untuk kerajaanku. Formasi pembunuh Naga!”


Shen Zhou mengeluarkan dua pedang lagi, yakni pedang surga Bai Hu dan pedang surga Qing Long. Pedang Xuan Wu juga telah kembali ke sisi Shen Zhou setelah menyembuhkan semua luka fatal yang dialami Genjo Ho.


Keempat pedang melesat sangat cepat ke arah Jendral Zhao Yun dan menembus kedua lengan dan kedua pahanya. Lalu berputar balik menembus kedua pergelangan bahu dan kedua betis Jendral Zhao Yun. Membuat kedelapan jalur meridian pada titik yang ditembus keempat pedang tersebut hancur, mengakibatkan Jendral Zhao Yun lumpuh permanen.


“A-apa yang kamu lakukan padaku? Aaaaakh …!”


Jendral Zhao yun mencoba menggerakan kedua kaki dan tangannya, tapi tidak bisa dan membuatnya berteriak histeris.


Shen Zhou mendekati Jendral Zhao Yun yang sudah terduduk lemas dengan cairan bening membasahi kedua pipinya. Ibarat nasi sudah menjadi bubur dan dimakan lalu dibuang ke dalam kloset, penyesalan itu sudah tak berguna.


“Aku bisa saja menyembuhkanmu dan menyembuhkan racun yang bersarang di tubuhmu Tapi semua itu ada harga yang harus kamu bayar. Jurus Auman Naga Emas. Roaaar …!”


Shen Zhou meraung keras untuk mematahkan sege budak yang ditanamkan pada Jendral Zhao Yun oleh Kaisar Liu Bei.


Dengan hancurnya segel budak tersebut, maka tubuh Jendral Zhao Yun berada dibawah kendali Shen Zhou, dan akan dimanfaatkan oleh pria bermanik mata biru itu, untuk meruntuhkan Kekaisaran Shu yang telah berani memprovokasinya.


Shen ZHou mengibaskan tangan kiri untuk menghilangkan pedang surga Zhu Que, pedang surga Qin Long, dan pedang surga Bai Hu. Hanya menyisakan pedang Xuan Wu yang sudah dipegang di tangan kanannya, lalu ditusukkan ke perut Jendral Zhao Yun untuk menyembuhkan semua luka fatalnya.


“Berikan semua informasi yang kau ketahui tentang orang yang telah menyuruh kalian untuk memburuku!” titah Shen Zhou dengan tatapan tajam dan menarik pedang Xuan Wu dari perut Jendral Zhao Yun.


Jendral Zhao Yun langsung bersujud di depan Shen Zhou dan mengatakan, “Terima kasih Rajaku. Aku akan mengabdi padamu. Kau penyelamat hidupku. Aku akan mengatakannya. Namanya Kai Shin dari keluarga Kai di alam tertinggi alam nirwana, dan merupakan ponakan Kaisar Iblis Nirwana Kai Liu serta sepupu dari Kai Yue.”


“Bagus.” Shen Zhou membantu menegakan badan Jendral Zhao Yun dan melanjutkan, “Sekarang kau kembali ke Istana Shu dan awasi semua gerak-gerik mereka. Katakan pada mereka kalau kau telah berhasil membunuhku dan bawa ini sebagai bukti!”


Shen Zhou melesatkan pedang kecil dari jurus jari pedang lotus yang ditirunya dari Kun Lun untuk memotong salah satu kepala prajurit Kerajaan Air Selatan dan mengubah wajahnya menjadi wajah Shen Zhou.

__ADS_1


Kepala Shen Zhou palsu itu melayang ke arah Jendral Zhao Yun dan langsung disimpan ke dalam cincin ruang Jendral berambut biru tersebut.


__ADS_2