
“Cih, hanya level Dewa Perang bintang dua saja mau menjadi penguasa di alam bawah daratan Xia, mimpi,” kata Liu Chan dengan tatapan sinis pada Shen ZHou yang sedang berbincang-bincang dengan Xie Lan dan Mei Xin.
Setelah itu, pria berambut hijau raven tersebut hilang dari tempat duduknya. Berteleportasi ke perbatasan kerajaan Air Selatan yang berbatasan dengan Kerajaan Api Utara.
Shen Zhou menyadari jika ada yang memperhatikannya dan bergumam dengan menyeringai jahat, “Rupanya ada mata-mata. Jangan dipikir aku tidak mengetahuinya. Semua orang yang masuk dan keluar di kotaku ini semuanya dalam pengawasanku.”
Ya, berkat jurus kebahagian iblis surgawi yang dikuasai Shen Zhou sudah mencapai tingkat tinggi yang diakibatkan energi chi iblisnya sudah mencapai tahap maksimal. Dia bisa merasakan energi chi yang bukan warga kota Naga Putih dan juga yang ingin berniat buruk padanya juga kota Naga Putih.
Shen Zhou langsung mengumumkan untuk berperang dengan Kerajaan Api Utara dengan jurus auman Naga Emas, “Semua pasukan! Bersiap berperang dengan kerajaan Api Utara. Jika tidak ada yang pergi, maka aku yang akan pergi sendiri!”
Suara shen Zhou menggema di seluruh sudut kota Naga Putih. Bahkan kucing yang sedang mantap-mantap dengan kucing perempuan pun menghentikan aktivitasnya, karena mendengar suara Shen Zhou yang terlalu mendominasi dan membuat kucing imut itu ketakutan.
Setelah mengatakan hal tersebut, Shen Zhou segera meninggalkan Xie Lan dan Mei Xin yang sedang berbincang bisnis dengannya.
“Tatah!” Shen Zhou melambaikan tangan ke arah Xie Lan dan Mei Xin.
“Dasar Raja Gila! Kau berani meninggalkan kami berdua disaat penting seperti ini.” Xie Lan kesal dan mengacungkan jari tengah ke arah Shen Zhou yang sudah melayang terbang menaiki pedang tao Tie.
“Dasar wanita rubah kembar! Aku pasti setuju! Katakan saja pada Ru Xou kalau aku setuju!” balas Shen Zhou dengan mengacungkan dua jempol menghadap ke bawah dan membuat kedau gadis yang wajahnya dibelah kapak tersebut tersenyum puas.
Shen Zhou terbang dengan kecepatan penuh menuju pusat kota Api Utara. Tapi ditengah jalan baru sampai di perbatasan Kerajaan Naga Putih dan Kerajaan Api Utara. Dia melihat seorang pemuda sedang dikepung oleh prajurit Kerajaan Api Utara.
“Serahkan batu spiritual itu! Atau aku akan memotong benda pusakamu dan menjadikannya makanan A***** Neraka,” ancam pangeran ketiga Kerajaan Api Utara bernama Jiang Chu.
“Sampai mati pun aku takkan memerikannya pada bedebah yang telah membunuh keluargaku! Orang sepertimu pantas mati. Silahkan saja mendekat maka kau takkan mendapatkan batu spiritual itu,” ancam Genjo Ho sambil menghunuskan belati ke lehernya sendiri.
Salah satu prajurit yang dibawa Jiang Nan berbisik di telinganya dan membuatnya tertawa terbahak-bahak, “Hahaha …. Bunuh dia!”
__ADS_1
Prajurit itu berbisik sudah menemukan tempat keberadan batu spiritual yang telah disembunyikan oleh Genjo Ho di sebuah gua yang dipasang formasi ilusi.
Prajurit yang lain segera melesat ke arah Genjo Ho dan menghantamkan pukulan yang diselimuti oleh energi chi yang cukup padat.
BOOM!
Prajurit itu tersenyum puas sambil melompat mundur setelah memukul perut Genjo Ho dan tubuhnya sudah tertutupi kepulan asap dan debu.
“Bagus, dia pantas mati.” Jiang Nan mengacungkan jempol ke arah prajurit tersebut dan melanjutkan, “Au akan memberikan bonus padamu.”
Prajurit tersebut menggenggam kepalan tangannya dan menunduk hormat pada Jiang Nan, “Terima kasih yang mulia pangeran.”
Tiba-tiba terdengar suara Shen Zhou sedang tertawa cekikikan, “Xixixi … yang mulia pangeran. Anda sebaiknya memeriksakan mata anda, mungkin terkena penyakit katarak, hahaha ….”
Mata Jiang Nan berkeliling mencari keberadaan pria bermanik mata biru tersebut, tapi tidak ditemukannya sosok suara yang menghina nya.
“Tuh, kan? Mata anda rabun dan katarak yang mulia pangeran,” ejek Shen Zhou yang berada di belakang tubuh Genjo Ho yang masih tertutupi kepulan debu yang sangat tebal.
Namun saat mereda, kepala semua prajurit yang dibawa oleh pedang Tao Tie yang melesat cepat tanpa suara dan menebas semua leher prajurit tersebut sebelum mta Jian Nan berkedip.
ZRASH! ZRASH!
Cairan merah menyembur ke udara dan menghujani kepala Jiang Nan dan membuatnya terduduk lemas dengan tubuh yang menggigil ketakutan, sampai-sampai celananya basah.
“Hahaha …. Aku punya hal yang penting dan sangat berharga untuk yang mulia pangeran Jiang Nan. ternyata masih suka ngompol, hahaha …,” ejek Shen Zhou dengan tertawa terpingkal-pingkal.
Genjo Ho pun merasakan hal yang sama dengan Jiang Nan. Tengkuknya terasa dingin oleh nafsu membunuh yang dikeluarkan oleh Shen Zhou dibalik tawanya.
__ADS_1
Pria berambut biru tersebut melirik sedikit dengan tatapan ketakutan, “Te-te-terima kasih, tu-tuan,” ucapnya gemetar.
Setelah ada kesempatan, Jiang Nan langsung melesat kabur secepat mungkin mengendarai pedang terbangnya ke arah pusat kota Api Utara.
Shen Zhou memukul pelan kepala Genjo Ho, “Jangan berterima kasih terlalu cepat. Ini masih awal.”
“Ma-maaf, tuan. La-lalu apa yang harus aku lakukan?” tanya Genjo Ho masih gemetar.
“Ganti celanamu, bau tau!” Shen Zhou memukul pelan lagi kepala Genjo Ho dan membuat melihat pria berambut biru melihat ke arah benda pusakanya, hingga dirinya malu bukan kepalang.
"Ba-baik, tuan." Genjo mengangguk pelan, lalu berlari cepat ke arah salah satu pohon besar untuk mengganti celana yang basah oleh air kencing dari benda pusakanya.
“Aish, perjaka zaman sekarang. Baru segitu saja sudah keluar, aku akan memberikan perawatan padanya agar benda pusakanya kuat di segala medan, cih!” gumam Shen Zhou menepuk jidatnya sendiri.
Genjo Ho berlari cepat ke arah Shen ZHou setelah mengganti pakaiannya, lalu bersujud ke arah She Zhou yang sudah dianggap sebagai dewa yang telah menyelamatkan hidupnya.
“Hormat pada dewa penyelamat,” kata Gen Jo Ho dengan nada penuh khidmat.
Shen Zhou mengingat dirinya saat bersujud ke arah barat menyembah Dewa yang ternyata adalah Dewi iblis Kai Yue dan membuatnya tertawa terpingkal–pingkal sampai perutnya sakit, “Hahaha …. Kau …. Hahahaha ….”
Genjo Ho menghentikan gerakan sujudnya dan memandang Shen Zhou yang tertawa meringkuk di permukaan tanah dengan mata membola, “Kenapa dewa tertawa?” gumamnya seperti orang yang tolol.
"Sudah … pffft …. Sudah …." Shen Zhou mencoba menahan tawanya dan melanjutkan, “Namaku Naga Putih dan Raja dari Kerajaan Naga Putih. Aku kesini untuk membungihanguskan Kerajaan Api Utara.”
Genjo Ho dengan mata membola memindai tubuh Shen Zhou dari atas sampai bawah. Dia agak sangsi dengan Shen Zhou yang mengaku sebagai Raja Kerajaan Naga Putih.
Akan tetapi mengingat Shen Zhou telah memenggal 30 prajurit Kerajaan Api Utara dalam sekejap. Genjo Ho langsung yakin, bahwa pria bermanik mata biru di depannya ada lah Naga Putih, Raja baru di Kerajaan Naga Putih.
__ADS_1