
10 penjaga kios Yuo pun tiba dan kios dibuka. Untung saja Shen Zhou sudah menyiapkan semua stoknya dan menaruh di dalam guci-guci besar di depan kios.
Jadi Shen Zhou bisa langsung menjajakan barang jualannya dan memulai dengan strategi baru agar tidak monoton.
“Baiklah, para wanita bidadariku yang cantiknya sejagat buana. Aku umumkan, siapapun yang membeli berasku sebanyak 100 kg, aku akan mencium kedua pipinya ditambah lagi bisa meraba tubuhku.”
Shen Zhou langsung membuka pusaka Naga Putih bagian atas untuk menunjukan dadanya yang bidang dan perutnya yang seperti roti sobek dan membuat para wanita dari berbagai zaman itu menggila, hingga histeris.
Akibat Shen Zhou melakukan teknik marketing yang sangat brilian tersebut. Akibatnya, kios beras keluarga kerajaan Jiang ditinggal pembelinya. Ditambah lagi, para pelanggan mereka jadi kabur karena mendapatkan beras yang buruk gara-gara dioplos oleh Shen Zhou.
***
Satu bulan kemudian, restoran Patung Kuda.
Shen Zhou menyerahkan buku pembukuan berisikan data penjualan kios beras Yuo satu bulan terakhir pada Yuo Ji.
Yuo Nian yang duduk di samping Yo Ji menggigil dengan raut muka seputih kertas. Gadis berambut biru tersebut tidak menyangka jika Shen ZHou yang dianggapnya rendah dan tidak bisa memimpin kios beras kecil milik keluarga Yuo. Justru membuat kos beras tersebut berhasil dengan sangat gemilang.
“Tuan Naga Putih anda memang hebat.”
Yuo Ji mengacungkan dua jempol. Setelah membaca buku yang berisi data penjualan beras milik Keluarga Yuo beserta cincin ruang berisikan uang yang sangat banyak dari hasil penjualan beras selama satu bulan.
Dalam satu bulan reputasi dan peringkat Keluarga Yuo naik menjadi nomor satu sebagai keluarga terkaya di pusat kota Api Utara.
Saking pintarnya Shen Zhou, dalam satu bulan terakhir menyisipkan beberapa barang ke kedelapan keluarga lainnya. Dengan dalih itu adalah barang milik Keluarga Yuo yang diberikan pada kegelapan keluarga.
Akibatnya, bisnis kedelapan keluarga di pusat kota Api Utara yang memiliki barang yang sama yang dijual oleh keluarga Jiang mampu bersaing. Bahkan mampu menggerus semua bisnis keluarga Jiang dan menjatuhkan semua bisnis keluarga Jiang.
__ADS_1
Intinya, Keluarga Yuo mendapatkan dukungan dari kedelapan keluarga lain berkat strategi yang dilancarkan oleh Shen Zhou.
Tentu saja membuat Keluarga Jiang iri hati dan mencoba menjatuhkan kembali keluarga Yuo dari kursi teratas. Karena keluarga Jiang merasa terancam jika Keluarga Yuo menjadi keluarga terkaya di pusat kota Api Utara dan akan merebut posisi Raja di Kerajaan Api Utara.
Pasukan kerajaan berkumpul di depan restoran Patung Kuda diberi perintah oleh Raja Jiwang Wei untuk menangkap semua Keluarga Yuo termasuk antek-anteknya atas tuduhan pengkhianatan terhadap Kerajaan.
“Tuan Yuo, masalah ini kita tunda dahulu. Anda urusan yang harus kita urus.”
Shen Zhou berdiri dan mengeluarkan pedang surga Zhu Que untuk menghadapi para pasukan yang dikirim oleh Raja Jiang.
“Turun kau tuan Yuo, kalian telah merencanakan pemberontakan di dalam restoran ini!” teriak Jendral Tian Feng sambil mengacungkan pedangnya ke arah jendela lantai dua.
Shen Zhou berjalan santai dengan menyeret pedang Zhu Que mengulas di permukaan lantai restoran Patung Kuda dan mengulas senyum lebar.
“Jangan terlalu kasar. Lebih baik kita minum-minum sambil menikmati panorama indah di dalam Jendral Tian Feng,” balas Shen Zhou dan berhenti di depan kuda yang dinaiki oleh Jendral Tian Feng
“Pangeran Liu Chan yang mengatakannya padamu bukan? Panggil saja pangeran itu beserta semua Jendral Kekaisaran Shu. kepung kota Naga Putih, maka aku siap melayaninya kapanpun,” potong She Zhou dengan penuh percaya diri.
Jendral Tian Feng langsung gemetar ketakutan mendengar kota Naga Putih. Pasalnya, dia mendengar jika Raja Kerajaan Naga Putih telah meratakan Kerajaan Api timur hanya seorang diri. Bahkan Kekaisaran Wei pun tidak berani mengusik Kerajaan Naga putih yang didukung oleh Kekaisaran Han dan juga Paviliun Sisik Naga.
Semua pasukan Jendral Tian Feng dan Jendral Tian Feng hanya bisa bungkam seribu bahasa dengan raut muka seputih kertas dan lutut gemetar.
Shen Zhou pun melanjutkan dengan tatapan tajam, “Silahkan saja tangkap keluarga Yuo, maka kedelapan keluarga lainnya akan menyerang langsung Istana Api Utara. Ingat, jika satu sarang semut yang memiliki bahan makanan diusik, maka semut-semut yang lain akan mempertahankannya.”
Jendral Tian Feng berbalik arah bersama pasukannya, karena tidak berani dengan ancaman Shen Zhou. Raja Jiang Wei sudah memprediksi hal itu akan terjadi, dia telah meminta bantuan pada pangeran Liu Chan untuk mengirimkan pasukan dari Kerajaan Air Selatan ke pintu selatan kota Api Utara secara diam-diam. Untuk menghabisi semua anggota keluarga Yuo.
Akan tetapi, semua gerak-gerik Raja Jiang Wei telah dibaca oleh Shen Zhou dan sudah menyuruh Genjo Ho yang sudah menyelesaikan kultivasinya, untuk meghadang pasukan Kerajaan Api Selatan yang dipimpin oleh Jendral Zhao Yun.
__ADS_1
"Dasar para pecundang yang sukanya makan udang sama daging rendang. Baru digertak sebentar saja sudah pada kencing di celana, aiiih …. Mending aku lihat pertunjukan menarik,” gumam Shen Zhou.
Setelah bergumam hal tersebut, Shen Zhou terbang menaiki pedang Zhu Que dengan aura chi merah yang berkobar-kobar menuju pintu gerbang selatan pusat kota Api Utara.
“Berhenti!” teriak Genjo Ho menghadang ribuan pasukan Kekaisaran Shu dengan mengetukan tombak berbilah hitam ke permukaan tanah dan membuat permukaan tanah dalam radius 200 meter bergetar hebat.
“Oh, ada pecundang yang mau mengantarkan nyawa rupanya.” Jendral Zhao Yun melompat dan menaiki tombak berbilah biru miliknya dan melayang memutari tubuh Genjo Ho dengan tatapan sinis. “Katakan siapa namamu!”
“Aku Genjo Ho, murid Tuan Naga Putih, Raja Kerajaan Naga putih,” jawab Genjo Ho dengan menepuk dadanya penuh percaya diri.
“Naga Putih, Raja sialan itu? Raja pecundang yang mengaku meratakan Kerajaan Api Timur seorang diri. Nyatanya dia hanya bersembunyi di ketiak seorang Wanita Iblis menggunakan Pusaka Naga Putih. Apa hebatnya?” Hah!”
Jendral Zhao Yun menendang tombak yang dinaikinya ke arah genjo Ho untuk memprovokasinya, agar dia tidak fokus dan marah padanya
BAM!
Genjo Ho menangkis dengan tombak hitamnya dan membuat tubuhnya terpundur lusinan meter.
Saat kepulan debu menghalangi pandangan akibat kedua kaki Genjo Ho bergesekan dengan permukaan pasir. bersamaan itu pula Genjo Ho melepaskan pukulan Gleombang Naga Hitam.
BOOM!
Dua siluet Naga Hitam melesat ke arah Jendral Zhao Yun dan meledak menciptakan gelombang kejut yang memotong leher barisan prajurit Kekaisaran Shu yang berada di belakang Jendral Zhao Yun.
Bukan hanya itu, tubuh Jendral Zhao Yun pun ikut terpundur sejauh lusinan meter dengan memuntahkan seteguk darah, “Guhak!”
Dada dan kedua betisnya terasa terbakar akibat hantaman pukulan gelombang Naga hitam yang dilesatkan oleh Genjo Ho.
__ADS_1