Pendekar Delapan Mata Arah Angin

Pendekar Delapan Mata Arah Angin
Part 25. TIDAK MEMPAN


__ADS_3

“Yu Shuan! Bagaimana kau bisa mempelajari kitab laknat itu?” teriak Tetua Dizan dengan menggertakan gigi dengan raut muka merah padam.


Yang dimaksud oleh Tetua Dizan adalah Kitab Samsara yang sama hebatnya dengan Kitab Delapan Mata Arah Angin. Dia pernah melawan Kaisar Dewa Nirwana yang tidak pernah diketahui nama aslinya oleh siapapun kecuali Kai Liu.


Tetua Dizan pernah melawannya, memang sudah lama yaitu sewaktu Kaisar Dewa Nirwana masih hidup dan mengembara di alam bawah daratan Xia. Untuk naik ke alam menengah daratan Xia membutuhkan sumber daya yang besar, makanya para Tetua Sekte Feniks Api tidak mampu melangkah ke daratan alam menengah Xia.


Selain tingkat kultivasinya harus menyentuh di tingkat Duniawi Bintang Satu, ia juga harus mampu melewati ujian dari Petir Kebangkitan Naga Perak untuk menaikan tingkat tulang sang kultivator di tingkat tulang bumi.


Mereka baru berhak masuk ke Alam Menengah Daratan Xia dengan independen atau membayar penjaga pintu formasi teleportasi yang terhubung dengan Alam Menengah Daratan Xia.


Kini Yu Shuan sudah tiba di depan lubang dinding pembatas antara ruangan pertama dan ruangan aula Sekte Feniks Api dan menjawab, “Itu tidak penting. Lebih baik kalian semua layani aku sampai aku puas.”


“Bedebah!” Shen Xin sudah berpindah tempat dan muncul di belakang Shen Zhou.”Kau harus mati karena terlalu banyak tentang rahasiaku. Jurus jari jemari Naga hitam!”


Kelima jari kanan Shen Xin diselimuti aura energi chi berwarna ungu pekat dan membentuk kelima bilah pedang dan ditusukan ke punggung Shen Zhou, lalu melompat mundur setelah berhasil menusuk punggung pria bermanik mata biru tersebut.


...BOOM!...


“Hahaha …. Akhirnya kau mati sampah busuk, hahaha ….” Tetua Dizan, Shen Xin dan kelima penatua besar Sekte Feniks Api serentak tertawa jahat.


“Kalian memang buta rupanya. Belum apa-apa sudah tertawa jahat dan merasa menang melawanku.”


Shen Zhou menepuk-nepuk tubuhnya yang penuh debu. “Kalau begitu aku juga bisa. Jurus jari jemari Naga hitam!”


Shen Zhou mengeluarkan siluet bilah pedang pada kesepuluh jarinya. Namun, dengan warna yang jauh berbeda dari milik Shen Xin, yakni warna merah darah yang menunjukan jurus tersebut sudah mencapai tahap maksimal.


“Apa! Bagaimana bisa? Ini tidak mungkin!” Tetua Dizan, Shen Xin dan kelima penatua besar Sekte Feniks Api serentak membulatkan mata karena sangat kaget.

__ADS_1


Hanya dalam sekejap mata Shen Zhou mampu meniru jurus tersebut dengan sangat sempurna. Tetua Dizan yang mewarisi Kitab Naga Hitam dari klan utama long pun belum mampu mencapai sampai tahap tertinggi jurus jari jemari Naga hitam.


“Selamat tinggal!”


Shen Zhou hilang dari tempatnya berdiri dan melesat ke arah kelima penatua besar yang masih berdiri di dekat kursi masing-masing.


...ZRASH! ZRASH!...


Tiada hujan dan tiada angin, kepala mereka terbang ke udara dengan cairan merah menyembur deras dari leher ke arah udara. Gerakan Shen Zhou menebas dengan kesepuluh siluet pedang merah darah yang berada di kesepuluh jarinya tidak dapat dilihat oleh mata biasa. Bahkan gerakannya tidak bisa dibaca dengan baik oleh Tetua Dizan dan Shen Xin.


“Gelombang Naga hitam!” seru tetua Dizan dan Shen Xin serentak dengan melepaskan siluet Naga hitam dari telapak tangan kanan masing-masing begitu melihat sosok Shen Zhou.


...SWUSH!...


Terjadi fluktuasi udara yang disertai deru angin yang sangat kencang, menerbangkan benda apapun yang berada di dalam aula Sekte Feniks Api. Kedua siluet Naga hitam tersebut mengejar Shen Zhou yang sedang terbang menuju langit-langit aula Sekte Feniks Api.


Kedua siluet Naga hitam tersebut seperti misil kendali yang terus mengejar Shen Zhou yang terbang ke mana pun untuk menghindarinya.


Shen Zhou menerobos langit-langit Aula Sekte Feniks Api dan terbang tinggi melesat ke langit. Tetua Dizan mengeluarkan pusakanya yang sudah 100 tahun tidak pernah dikeluarkan berbentuk kipas besar.


Lalu ia pun menaiki kipas yang sudah menghampar dalam keadaan melayang dengan warna biru untuk mengejar Shen Zhou. Shen Xin pun melakukan hal yang sama dengan mengeluarkan tombak dan menaiki tombak tersebut untuk terbang mengejar Shen Zhou juga.


Di langit pada ketinggian 500 meter di atas permukaan tanah, kedua siluet Naga hitam masih mengejar Shen Zhou diikuti Tetua Dizan yang mengendarai kipas besar dan Shen Xin yang mengendarai tombak.


“Oh, selama Naga hitam itu berada di dekat pemiliknya maka Naga hitam itu bisa terus dikendalikan sesuka hati oleh pemiliknya untuk mengejar targetnya. Aku tidak menyangka mereka berdua membuatku bersemangat dalam bertarung. Formasi empat mata arah angin.”


Shen Zhou mengeluarkan ke-empat pedang andalannya untuk membentuk formasi empat mata arah angin dan membentuk kubah pelindung yang melindungi tubuhnya.

__ADS_1


...BOOM! BOOM! ...


Suara rentetan ledakan disertai kepulan cahaya, asap dan debu menghalangi pandangan. Disusul fluktuasi udara yang berbarengan dengan deru angin yang kencang menghempaskan semua awan yang berada disekitar tubuh Shen Zhou.


"Hahaha …. Akhirnya kau mati juga lalat busuk! Hahaha …." Shen Xin dan Tetua Dizan serentak tertawa jahat dengan tatapan sinis ke arah kepulan asap yang membentuk siluet jamur kecil.


Akan tetapi tertawa mereka itu hanya bertahan sesaat. Setelah kepulan asap itu mereda dan mereka mendapati tubuh Shen Zhou yang masih utuh dengan terlindungi oleh kubah pelindung transparan berwarna emas.


"Fyuh, aku akui jurus gelombang Naga hitam milik kalian berdua sangat hebat, tetapi sayang, jurus itu tidak mempan padaku, hahaha …," cibir Shen Zhou dengan tertawa sinis karena tidak mampu melukainya sedikit pun.


"Mus-musahil, eh mustahil!" Shen Xin dan Tetua Dizan terpana, hingga kedua matanya membola.


Bahkan sampai-sampai ingin keluar dari kedua kelopak matanya. Pasalnya, jurus tersebut sudah mencapai tahap akhir dengan energi chi 100%.


"Guru, biar aku yang menghadapinya." Shen Xin menelan pil pelahap iblis untuk meningkatkan tingkat kultivasinya 5 tingkat sementara dan berhasil menembus tingkat Dewa Perang Bintang Sembilan sembilan.


Sayangnya itu percuma, karena Shen Zhou sudah setara dengan tingkat Kaisar Perang Bintang Dua. Walaupun tingkat kultivasi aslinya hanya berada di tingkat Master Perang Bintang Dua.


Dengan aura hitam kemerahan yang awur-awuran alias berkobar-kobar, Shen Xin terbang melesat terbang ke arah Shen Zhou dengan memegang tombak yang terhunus ke arah pria bermanik mata biru tersebut.


...TRANG! TRANG!...


Shen Zhou hanya mempermainkan Shen Xin dengan menggerakan pedang Qin Long hanya dengan ujung jarinya untuk menangkis setiap tusukan tombak yang dilesatkan oleh pria berambut putih tersebut.


Dia hanya ingin hanya mengulur waktu agar efek dari pil pelahap iblis tersebut habis. Setelah itu, Shen Zhou akan menambahkan efek yang lebih buruk dengan meledakan energi iblis di dalam tubuhnya untuk mengenai dantian milik Shen Xin.


Tentunya agar membuat dantian-nya tersebut hancur. Tubuhnya mengalami kelumpuhan total seperti Shen Xin melakukan hal yang sama pada Shen Zhou.

__ADS_1


Merasa setiap serangannya berhasil ditangkis oleh pedang Qin Long, Shen Xin terbang mundur dengan cepat dan mengumpulkan energi chi yang sangat kuat hingga membuat awan menggulung hitam disertai petir merah yang saling bersahutan di atas langit.


“Jika itu tidak bisa mengakhirimu! Maka jurus pamungkas ini yang akan mengakhirimu! Hyaa …. Jalan Naga hitam!” serunya dengan mengeraskan rahang.


__ADS_2