Pendekar Naga Wanita

Pendekar Naga Wanita
Wilayah Elf


__ADS_3

Mata Lingling terus memperhatikan sekelilingnya, ternyata benar setelah melewati dua pohon besar tadi mereka sampai di dunia bangsa Elf.


"Sepertinya tidak ada bedanya dengan dunia manusia," ucap Lingling.


"Memang, semua yang ada di sini sama seperti yang ada di dunia manusia, tapi di sini selalu dingin walau ada matahari di sini tidak akan kepanasan," sahut Alang.


"Alang sudah pulang," teriak Anak perempuan yang berlari ke arah Alang.


"Canlin kenapa ada di sini?" tanya Alang sambil mengelus kepala Anak perempuan Elf yang memeluknya.


"Canlin sudah menunggu Alang sangat lama, Canlin senang Alang sudah pulang," ucap Canlin penuh semangat.


"Hehehehe, Alang pasti membawa banyak makanan kali ini. Ayo berikan pada Canlin," sambung Canlin penuh semangat dan matanya berbinar-binar.


"Baiklah Ayo pulang dulu," ucap Alang.


"Ikuti aku, nanti aku akan mengantarmu ke suatu tempat," sambung Alang.


"Hemmmm," sahut Lingling yang langsung mengikuti dari belakang.


Sampai di rumah Alang Lingling seperti tidak menyangka apa yang dilihatnya, banyaknya Anak kecil dalam satu rumah membuatnya merasa penasaran apa yang sebenarnya terjadi di Dunia bangsa Elf.


"Hore Alang membawa makanan," teriak beberapa Anak kecil lainnya.


Satu persatu makanan dikeluarkan Alang dari cincin ruangnya, sekitar 10 Anak kecil terlihat sangat senang melihat banyaknya makanan di depan mereka.


"Kalian makan bersama jangan rebutan aku masih punya banyak untuk simpanan," ucap Alang.


"Mereka ini Anak-anak yang orangtuanya diculik manusia, sebagian tempat ini hanya ditinggali Anak-anak. Elf dewasa sepertiku berbagi membantu Anak lainnya," sambung Alang tiba-tiba bercerita.


"Kenapa orangtua mereka ditangkap?" tanya Lingling tidak mengerti.


"Tentu saja untuk diperjual belikan seperti budak," sahut Alang yang mengepalkan tangannya.


"Sudahlah, ayo aku akan mengantarmu ke suatu tempat," sambung Alang.

__ADS_1


Lingling yang terdiam baru tau ternyata dunianya saat ini begitu kejam tidak berbeda jauh dengan kehidupan sebelumnya.


Lingling mengikuti Alang dari belakang berjalan melewati hutan rimbun, Lingling terus berpikir ke mana Alang akan membawanya, sejak tadi Alang hanya diam tak bersuara bahkan tidak memberitahu ke mana tujuan mereka.


Setelah berjalan cukup jauh di dalam hutan Lingling menghentikan langkahnya, Lingling menatap Goa di depannya tanpa menyadari Alang sudah masuk ke dalam lebih dulu.


"Lingling apa itu nama mu?" tanya suara dari dalam goa.


"Benar itu namaku," sahut Lingling sembari berjalan masuk ke dalam goa.


"Priq Elf ini walau dia tidak bisa mengerti apa yang kukatakan dia sudah menjelaskannya padaku, aku tidak menyangka kamu bisa mengerti apa yang aku katakan," ucap sang Naga tidak jauh di depan Lingling saat ini.


Lingling memperhatikan sang Naga di depannya dengan sangat teliti, sekilas tidak ada perbedaan antara Naga di depannya dengan Sai yang berada di dalam.


"Aku tidak tau sudah berapa lama Naga ini ada di sini, Naga ini tidak pernah mengganggu kami bangsa Elf dan kami juga tidak bisa berbicara padanya, setelah Naga di dalam tubuhmu berbicara melalui mu berkata sedang mencari Naga aku berpikir Naga ini salah satu dari yang kamu cari," ucap Alang.


"Sepertinya dia memang salah satu dari Naga yang aku cari," sahut Lingling menaruh tangannya di dagu dan memperhatikan naga di depannya dengan sangat teliti.


"Baguslah, kalau begitu aku serahkan dia padamu," ucap Alang yang langsung berjalan pergi meninggalkan Lingling dan sang Naga.


"Apa kamu manusia yang diramalkan penyihir Naga?" tanya Naga di depan Lingling.


"Heeeh, kalau begitu katakan padaku Adik ku ke berapa yang ada di tubuhmu?" tanya sang naga.


"Kalau tidak salah ingat dia memintaku memanggilnya Pertama tapi aku tidak mau, aku memberinya nama Sai," sahut Lingling.


"Tidak mungkin," ucap sang Naga semakin ragu.


Sai langsung mengambil alih tubuh Lingling agar adiknya percaya, sisik Naga yang seketika memenuhi tubuh Lingling pertanda Sai berhasil menguasai tubuh Lingling sepenuhnya.


"Ada apa kedua? kenapa kamu terkejut seperti itu?" tanya Sai.


"Hahahaha, ternyata benar Kakak pertama, sudah lama sekali kita tidak bertemu," ucap sang Naga.


"Benar, sudah hampir mau 500 tahun kita tidak bertemu, tapi bukan itu intinya," sahut Sai.

__ADS_1


"Aku harap kamu ingat hanya tinggal 5 tahun lagi sebelum 500 tahun, sebentar lagi Dunia Naga akan hancur," sambung Sai.


"Aku juga sudah memikirkannya sejak lama, tapi aku belum pernah menemukan manusia yang ada dalam ramalan Naga," ucap sang Naga.


"Lalu apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Sai.


"Aku pernah bertemu beberapa saudara kita, mereka tidak hanya tidak mengenaliku di bawah kendali manusia dia malah mau membunuhku," ucap sang Naga.


"Apa! ," sahut Sai terkejut.


"Beberapa saudara kita dikendalikan oleh manusia-manusia kuat, aku tidak yakin Anak ini bisa mengalahkan mereka walau dia manusia yang ada di dalam ramalan Naga," ucap sang Naga.


"Sekarang dia memang belum kuat, bukannya kita ada untuk membantunya menjadi lebih kuat, apa lagi kamu ahli Alchemist kamu bisa mengajarkannya membuat pil penerobos tingkatan," sahut Sai.


"Baiklah aku percaya padamu Kakak pertama, aku harap dia benar-benar manusia yang ada di dalam ramalan Naga," ucap sang Naga.


Sai yang berhasil meyakinkan Adiknya langsung ke luar dari tubuh Lingling, perlahan Lingling membuka matanya dan memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit.


"Harusnya kalau kamu mau mengambil alih tubuhku bilang dulu, saat ini tubuhku sakit semua apa lagi kepalaku serasa mau pecah," ucap Lingling.


"Heeeeh, karena saudaraku mempercayaimu aku tidak memiliki pilihan lain," ucap sang Naga di depan Lingling.


Lingling memperhatikan permata berwarna putih yang ada di atas kepala sang Naga, permata yang memancarkan cahaya terang di kepala sang Naga langsung terbang memasuki kepala Lingling begitu saja.


Lingling tidak lagi terkejut melihat sang Naga yang tiba-tiba menghilang, kini di dalam dirinya sudah ada 2 Naga semoga saja dirinya bisa menjadi jauh lebih kuat secepatnya.


"Heh bocah kamu masih terlalu lemah, belajarlah menjadi alchemist padaku agar kamu bisa membuat pil penerobos tingkat pelatihanmu," ucap sang Naga.


"Kalau begitu dari mana aku harus memulainya?" tanya Lingling yang langsung ke intinya.


"Untuk menjadi alchemist kamu harus bisa merubah energi mu menjadi api, air dan angin. Karena saat membuat pil kamu yang tidak memiliki api ajaib kamu hanya bisa membuat api dari energi mu untuk sementara," ucap sang Naga.


"Setelah keluar dari sini aku akan langsung berlatih, tapi sebelum itu aku harus memanggilmu siapa?" tanya Lingling.


"Panggil saja kedua," sahut sang Naga.

__ADS_1


"Heeeh kalau begitu beruntung Sing kuberi nama, apa kamu juga mau kuberi nama?" tanya Lingling lagi.


"Tidak perlu, aku lebih suka dipanggil kedua," sahut Naga kedua cepat.


__ADS_2