Pendekar Naga Wanita

Pendekar Naga Wanita
Menguasai Ketiganya


__ADS_3

Suara yang terus menerus meminta Lingling untuk melompat ke jurang sama sekali tidak dihiraukan olehnya semakin suara itu bersikeras menyuruhnya Lingling semakin mundur ke belakang menjauhi jurang karena dirinya sama sekali tidak bodoh.


"Bagus, sama sekali tidak terpengaruh padahal jika kamu mau melompat kamu akan menghilang dengan cepat," ucap suara yang terdengar dari bawah jurang.


"Menghilang yang kamu maksud bukan jurus yang ada di dalam kitab jurus bukan tapi aku akan menghilang untuk selamanya, aku sama sekali tidak sebodoh yang kamu kira," sahut Lingling.


"Hahahaha, aku suka dengan pemikiran mu wanita muda, Karena kamu gigih ingin menguasai jurus menghilang itu aku tidak akan mempersulit mu lagi," ucap suara dari bawah jurang.


Belum sempat Lingling bertanya bagaimana caranya saat ini Lingling merasa dirinya sudah kembali ke tubuhnya, saat ingin membuka mata Lingling merasakan matanya sangat berat dan tidak ingin terbuka.


Samar-samar Lingling mendengar suara yang memintanya menarik nafad panjang dan menahannya, tidak tahu kenapa Lingling langsung menuruti suara yang didengarnya dan menahan nafasnya.


Jleeeb.


Sesuatu dengan cepat menusuk dahi Lingling, Lingling yang awalnya menahan nafas langsung menghembuskan nya sambil memegangi dahinya.


"Apa itu tadi," ucap Lingling yang baru sadar matanya sudah terbuka dan terlihat kebingungan.


"Apa yang baru saja menusuk dahiku," sambungnya berbicara sendiri.


"Sepertinya dia sudah berhasil menguasainya," ucap Naga ketiga.


"Tentu saja, ketiga jurus itu pasti bisa dikusainya," sahut Sai.


"Heeeeeh. Kamu terlalu mempercayainya aku takut kamu akan kecewa," ucap Naga ketiga.


"Aku yang kecewa atau kamu yang terkagum masih belum ada yang tau, kita lihat saja nanti,"sahut Sai.


"Kamu sudah berhasil menguasainya, apa kamu ingin langsung menguasai yang lainnya?" tanya Naga kedua.


"Tentu saja, semakin cepat semakin baik," sahut Lingling.


Lingling kembali mengambil kitab jurus di depannya, tanpa melihat kitab apa yang diambilnya, Lingling langsung membuka dan kembali menutup matanya.


Lingling yang baru menutup mata disambut dua bayangan gelap di tengah ruangan yang sangat terang, dua bayangan yang tidak jelas bentuknya terus mengelilingi Linging yang masih terdiam.


"Ingin menguasai kami jangan bermimpi," ucap kedua bayangan serentak.


"Aku memang tidak sedang bermimpi karena aku ingin menguasai jurus bukan sedang tidur," sahut Lingling.


Lingling memajukan badannya ke depan menghindari serangan bersamaan kedua bayangan yang tiba-tiba menyerangnya, gerakan bayangan itu sangat cepat menyerang kalau bukan refleksnya yang bagus dirinya pasti sudah terkena serangan itu.

__ADS_1


"Huuuh, hampir saja," ucap Lingling.


Serangan demi serangan terus berhasil dihindari Lingling tanpa membalasnya, walau terkesan hanya menghindar sebenarnya Lingling sedang berpikir bagaimana cara agar bisa mengalahkan kedua bayangan itu.


Lingling memperhatikan setiap gerakan dua banyangan yang terus menyerangnya, Lingling baru tersadar saat menyerang secara bersamaan salah satu bayangan memudar membuat ruangan yang terang seketika menjadi gelap walau hanya sebentar.


"Ternyata seperti itu,"ucap Lingling pelan sambil tersenyum.


"Majulah, apa hanya itu yang kalian bisa," teriak Lingling.


Kedua bayangan kembali bersiap menyerang Lingling yang hanya diam, serangan bersamaan yang sudah diperkirakannya membuat Lingling sengaja menabrakkan dirinya ke salah satu bayangan yang memudar.


"Bukannya begini selesai," ucap Lingling.


Ruangan yang terang perlahan menjadi gelap, Lingling bisa merasakan bayangan satu lagi yang berada tidak jauh darinya mulai kebingungan.


"Saat semua gelap kamu tidak akan bisa menyerang, aku akan membiarkan seperti ini terus jika kamu tidak menyerah dan itu berarti bayangan yang satu lagi tidak akan bisa membuat ruangan ini kembali terang," ucap Lingling.


"Manusia yang sangat licik," sahut bayangan.


"Baiklah, aku menyerah," sambung bayangan itu lagi.


Ruangan menjadi terang kembali setelah Lingling melepas bayangan yang ditahannya, Lingling tersenyum puas dengan pemikirannya yang sangat cermat.


Sesuatu menusuk jantung Lingling dua kali berturut-turut dengan sangat cepat, Lingling yang merasa kesakitan langsung membuka matanya dan memegangi jantungnya yang terus berdetak sangat cepat.


"Apa itu tadi," dalam hati Lingling yang masih memegangi jantungnya.


"Lumayan, menguasai jurus bayangan ganda hanya dalam waktu 1 jam," ucap Naga ketiga.


"Itu belum ada apa-apanya,jangan merasa terkejut seperti itu," sahut Sai.


"Jangan senang dulu masih ada satu jurus lagi, kali ini aku bertaruh dia akan gagal,"ucap Naga ketiga.


"Apa yang akan kamu pertaruhkan?" tanya Lingling.


"Aku akan mengakuimu, dan aku juga akan mengajarkanmu menjadi sang pengendali air yang sangat hebat," sahut Naga Ketiga.


"Aku setuju, jangan harap bisa mengingkari janjimu," ucap Lingling.


Lingling langsung membuka kitab jurus yang tersisa satu di depannya, Lingling yang baru menutup mata tiba-tiba merasa tubuhnya kesakitan.

__ADS_1


"Tubuhku seperti sedang dipukuli, sungguh sangat menyakitkan," dalam hati Lingling.


Walau merasa kesakitan Lingling tidak ingin membuka matanya, Long Xu terus menahan rasa sakitnya sambil sesekali mengeluarkan energinya agar bisa terus menahan lebih lama.


"Dia tidak akan berhasil," ucap Naga ketiga.


"Kamu terlalu meremehkannya, sahut Sai.


"Heeeeeeeh, segitu percayanya kamu padanya," ucap Naga ketiga.


Tiga jam berlalu dengan cepat, rasa sakit dari pukulan yang terus menyerang Lingling tanpa henti tidak membuat Lingling berniat menyerah. Demi dirinya sendiri dan demi taruhannya dengan Naga ketiga dirinya harus bisa berhasil menguasai jurus pukulan tanpa batas, agar naga ketiga tidak terus meremehkannya


Aaaaaaaaarrrrrrrkkkkkhhhh...


Lingling berteriak sangat keras, pukulan terakhir yang sangat kuat berusaha ditahannya walau rasa sakitnya seperti ingin mati.


"Apa ini sudah berakhir," ucap Lingling yang tidak lagi merasakan pukulan di tubuhnya.


Lingling yang langsung membuka matanya masih merasakan sakit di sekujur tubuhnya, hampir semua anggota tubuhnya tidak bisa digerakkan nya.


"Kamu memilih mati dari pada menyerah," ucap Naga ketiga.


"Aku tidak akan mati, lagi pula kalau aku menyerah aku akan kalah," sahut Lingling.


"Terserah apa katamu, karena aku kalah aku akan mengajarkanmu cara mengendalikan air tanpa harus menggunakan energimu," ucap Naga ketiga.


"Heeeeeeeh,apa aku bilang, akhirnya kamu mengakuinya juga sekarang," sahut Sing.


"Diamlah, itu urusanku," ucap Naga ketiga.


"Intinya aku akan mengajarkannya untuk mengendalikan air tanpa mengeluarkan energi, dengan begitu dia tidak akan kekurangan energi," sahut Naga ketiga.


"Aku tidak sabar untuk itu, tapi sepertinya aku harus membuat pil lagi, pil penyembuhku hanya tersisa satu," sahut Lingling.


Lingling langsung meminum pil penyembuhnya dan menetralkan kembali kekuatannya, setelah beberapa saat rasa sakit di tubuhnya perlahan menghilang.


Braaaaaaaak.


Braaaaaaaaaaaak.


"Siapapun di dalam ke luar,mau ke luar sendiri atau aku dobrak," teriak dari luar kamar Lingling.

__ADS_1


Lingling mengernyitkan dahinya tidak senang, siapa lagi yang ingin mencari masalah kenapa suaranya terdengar seperti wanita, siapapun itu tidak akan dilepaskan dengan mudah karena sudah mengganggunya.


__ADS_2